Zero,co,id. Surakarta — Pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, terkait perannya dalam perjalanan politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, menuai perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, Jokowi memilih bersikap tenang dan merendah.
Ditemui di kediamannya di kawasan Banjarsari, Surakarta, Senin (20/4/2026), Jokowi menegaskan dirinya bukan sosok yang perlu dibesar-besarkan.
“Ya saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung,” ujar Jokowi.
Saat ditanya mengenai pernyataan JK yang menyinggung kondisi negara, Jokowi enggan memberikan tanggapan lebih jauh. Ia menyatakan bahwa penilaian tersebut bukan berasal dari dirinya.
“Yang menilai bukan saya,” katanya singkat.
JK Bantah Tuduhan dan Ungkit Peran
Sebelumnya, JK menyampaikan kekesalannya atas tuduhan yang dilontarkan oleh Rismon Sianipar yang menyebut dirinya mendanai polemik dugaan ijazah palsu Jokowi.
JK membantah tudingan tersebut dan menilai isu itu telah menyeret banyak tokoh nasional tanpa dasar yang jelas.
“Ditambah-tambah, dituduhlah saya, dituduh Puan Maharani, dituduh Susilo Bambang Yudhoyono, semua dituduh. Itu pengalihan saja,” ujar JK.
Ia juga menegaskan tidak pernah memberikan dana seperti yang dituduhkan.
“Mana saya kasih Rp5 miliar? Ketemu saja tidak, kenal pun tidak,” tegasnya.
Klaim Peran dalam Karier Jokowi
Dalam kesempatan tersebut, JK juga mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kontribusi dalam perjalanan politik Jokowi hingga menjadi Presiden RI. Ia menyebut pernah memperkenalkan Jokowi kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
Menurut JK, langkah tersebut menjadi salah satu awal dari naiknya Jokowi ke panggung politik nasional.
“Jokowi jadi presiden karena saya,” ucap JK.
Dinamika Politik
Pernyataan ini menambah dinamika politik nasional, terutama di tengah kembali mencuatnya isu lama terkait ijazah Jokowi. Hingga kini, belum ada perkembangan baru terkait polemik tersebut, sementara sejumlah tokoh yang disebut dalam isu itu telah membantah keterlibatan mereka.
Di sisi lain, Jokowi tetap memilih untuk tidak memperpanjang polemik dan menyerahkan penilaian kepada publik.
Penulis : Mat Juhri
Editor : Abd Ghafur






