Rp41,5 Miliar Terbuang? PMII Komisariat Wiraraja Bongkar Mandeknya Pelabuhan Dungkek

- Reporter

Senin, 30 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

ZERO.CO.ID, SUMENEP – PMII Komisariat Wiraraja menyoroti mandeknya operasional Pelabuhan Dungkek di Kabupaten Sumenep yang dibangun dengan anggaran Rp41,5 miliar dari Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Sejak diresmikan pada 2023, pelabuhan tersebut belum menunjukkan aktivitas yang berarti. Kondisi ini dinilai sebagai kegagalan proyek dalam memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah kepulauan.

Perwakilan PMII Komisariat Wiraraja, Thaifur Rahman, menyampaikan bahwa proyek dengan anggaran besar seharusnya direncanakan secara matang agar tepat guna.

“Anggaran yang digelontorkan tidak sedikit, tetapi hingga kini belum ada aktivitas yang berjalan. Ini patut menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Secara fisik, Pelabuhan Dungkek telah dilengkapi berbagai fasilitas seperti trestle sepanjang 140 meter dengan lebar 7 meter, jeti sepanjang 42 meter dengan lebar 8 meter, serta fasilitas penunjang lainnya seperti gedung kantor, area parkir, genset, dan tandon air.

Namun, fasilitas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung terbengkalai tanpa aktivitas.

Ketua PMII Komisariat Wiraraja, Firman, menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh dari pihak terkait, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep.

“Harus ada kejelasan mengenai kelanjutan operasional pelabuhan ini. Jangan sampai anggaran besar yang digunakan tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

PMII Komisariat Wiraraja pun mendesak adanya langkah konkret agar Pelabuhan Dungkek dapat segera difungsikan sesuai tujuan awal pembangunannya.

Hingga saat ini, pelabuhan tersebut masih belum beroperasi dan menjadi perhatian publik sebagai proyek infrastruktur bernilai besar yang belum memberikan manfaat maksimal.

Penulis : Imam

Editor : Andika

Berita Terkait

Basra BIP Gelar Puncak Peringatan Maulid Nabi di Palengaan, Santuni 250 Anak Yatim dan Guru Ngaji
Aksi Nyata di Tengah Kekeringan: PIJP Kembali Pasok Air Bersih dan Jerigen untuk Warga Tlanakan Pamekasan
Bawa Misi Jaga Kebersamaan, Khairul Umam Pimpin IKA IQDA UIN Madura Periode 2026-2028
ASKAB PSAI Pamekasan Usung Misi Kesetaraan dan Kemanusiaan Lewat Sepak Bola, Resmi Di Lantik
Ribuan Ulama, Habaib dan Tokoh Hadiri Pengajian Akbar serta Haul di Ponpes Darut Tauhid Al-Hasani Pamekasan
Ratusan Pengusaha Toko Kelontong Yogyakarta Satukan Tekad: Rukun, Tertib, dan Maju Bersama
SEMA UIN Madura Buka Ruang Koordinasi dengan Polres Pamekasan
MMC 2026 Ditutup, FKMSB UIN Madura Tekankan Pentingnya Ruang Aktualisasi Mahasantri

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:11 WIB

Basra BIP Gelar Puncak Peringatan Maulid Nabi di Palengaan, Santuni 250 Anak Yatim dan Guru Ngaji

Jumat, 11 September 2026 - 13:30 WIB

Aksi Nyata di Tengah Kekeringan: PIJP Kembali Pasok Air Bersih dan Jerigen untuk Warga Tlanakan Pamekasan

Sabtu, 5 September 2026 - 08:35 WIB

ASKAB PSAI Pamekasan Usung Misi Kesetaraan dan Kemanusiaan Lewat Sepak Bola, Resmi Di Lantik

Sabtu, 5 September 2026 - 08:07 WIB

Ribuan Ulama, Habaib dan Tokoh Hadiri Pengajian Akbar serta Haul di Ponpes Darut Tauhid Al-Hasani Pamekasan

Kamis, 3 September 2026 - 00:48 WIB

Ratusan Pengusaha Toko Kelontong Yogyakarta Satukan Tekad: Rukun, Tertib, dan Maju Bersama

Berita Terbaru