Warna Baru, Masalah Baru: Desain Jas UIN Madura Panen Sindiran di TikTok

- Reporter

Sabtu, 4 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkap Layar (Mahasiswa UIN Madura tengah Mengenakan Jas Almamater yang Baru) Dok. Tiktok @inazuyyinah

Tangkap Layar (Mahasiswa UIN Madura tengah Mengenakan Jas Almamater yang Baru) Dok. Tiktok @inazuyyinah

Zero, Pamekasan Unggahan akun TikTok @inazuyyinah menampilkan tampilan baru jas almamater Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menjadi perhatian warganet.

Video yang diunggah pada Kamis, 2 Oktober 2025, memperlihatkan perubahan warna jas dari sebelumnya biru tua menjadi merah terang, seiring dengan peralihan status kampus tersebut menjadi universitas negeri penuh.

Unggahan berdurasi singkat itu langsung viral di media sosial dan menimbulkan beragam tanggapan. Sebagian pengguna menilai desain baru tersebut unik, namun tidak sedikit pula yang menyampaikan kritik terhadap tampilan jas almamater itu.

Dalam kolom komentar, pengguna akun @FAFA_FA menulis, “Kayak macam baju OSIS SMA, bukan almamater mahasiswa.” Komentar serupa juga muncul dari akun @rinnprinting yang menanyakan soal validitas logo di jas tersebut. “Itu bagian logonya memang sudah di acc kah? Ada yang kurang rasanya,”tulisnya.

Beberapa warganet lain menanggapi dengan nada humor dan sindiran. Akun @ukhty.id menulis, “Ternyata green screen nggak seburuk itu.” Sementara @Ainol Yaqin berkomentar, “Untung aja sudah alumni. Kalau enggak, pasti jadi jurusan perhotelan.”

Komentar bernada serupa juga datang dari akun @Babyboy12 yang menyebut jas tersebut mirip seragam organisasi bela diri. “Malah kayak seragam Tapak Suci,” tulisnya.

Sedangkan akun @BQ menyoroti proses penentuan desain. “Kenapa nggak ngadain polling opsi desain almamater ke mahasiswa? Kan enak, nggak akan banyak kritik gini. Mana logonya ada yang kurang lagi,”tulisnya.

Sementara itu, komentar @hermantosyah579 menambahkan nada ringan di tengah perdebatan. “Ini bukan punya OSIS, kan? Bertanya dengan nada lembut,” tulisnya di kolom komentar.

Hingga Sabtu (4/10), unggahan tersebut telah ditonton ribuan kali dan terus memunculkan diskusi di kalangan mahasiswa maupun alumni UIN Madura. Pihak kampus hingga kini belum memberikan keterangan resmiterkait desain jas almamater baru tersebut maupun proses penetapan warnanya.

Penulis : Abd. Ghafur

Editor : Fahrur Rozi

Berita Terkait

Budaya: Menyatukan Manusia atau Membatasi Cara Berpikir?
Tak Tertandingi! Siswa Sumenep Kuasai 3 Smart Competition Tingkat Madura
Polisi Dalami Dugaan Korupsi Dana Tunjangan Profesi Guru di Sumenep
Anggaran P3K Paruh Waktu Sumenep 2026 Disorot, Dear Jatim Ungkap Dugaan Ketimpangan Belasan Miliar
Milad ke-38 Ponpes Darul Ulum Sumber Kuning Digelar Meriah, Perkuat Kebersamaan Alumni dan Masyarakat
Evaluasi Akbar ke-5 Program Pesantren Darul Ulum Sumberkuning Teguhkan Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan
PMH Apresiasi Jamsta 2026, Jambore Swasta yang Menghidupkan Semangat Kepramukaan
Bersuara Soal Telur dan Apel Busuk, Wali Murid MBG Diduga Dapat Tekanan dari Pihak Yayasan

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 18:20 WIB

Budaya: Menyatukan Manusia atau Membatasi Cara Berpikir?

Minggu, 19 April 2026 - 10:52 WIB

Tak Tertandingi! Siswa Sumenep Kuasai 3 Smart Competition Tingkat Madura

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:56 WIB

Polisi Dalami Dugaan Korupsi Dana Tunjangan Profesi Guru di Sumenep

Senin, 23 Maret 2026 - 15:04 WIB

Anggaran P3K Paruh Waktu Sumenep 2026 Disorot, Dear Jatim Ungkap Dugaan Ketimpangan Belasan Miliar

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:39 WIB

Milad ke-38 Ponpes Darul Ulum Sumber Kuning Digelar Meriah, Perkuat Kebersamaan Alumni dan Masyarakat

Berita Terbaru

Foto; Mat Juhri wakil  ketua Umum Himpunan mahasiswa program studi (HMPS) pendidikan agama Islam universitas Islam negeri Madura.

Opini

Budaya: Menyatukan Manusia atau Membatasi Cara Berpikir?

Senin, 11 Mei 2026 - 18:20 WIB

You cannot copy content of this page