Kriminalitas, Kerusakan Lingkungan, dan Korupsi di Sumenep Jadi Sorotan Presma Universitas Wiraraja

- Reporter

Sabtu, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Presiden Mahasiswa Universitas Wiraraja (UNIJA) menyampaikan kritik keras terhadap kondisi Kabupaten Sumenep yang dinilai sedang mengalami krisis serius.

Foto: Presiden Mahasiswa Universitas Wiraraja (UNIJA) menyampaikan kritik keras terhadap kondisi Kabupaten Sumenep yang dinilai sedang mengalami krisis serius.

ZERO.CO.ID, SUMENEP – Presiden Mahasiswa Universitas Wiraraja (UNIJA) menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi Kabupaten Sumenep yang dinilai tengah mengalami krisis serius, tidak hanya pada aspek keamanan dan lingkungan, tetapi juga pada dimensi moral dan tata kelola pemerintahan.

Dalam keterangannya, Minggu (19/04/2026), ia menilai maraknya kriminalitas, kerusakan lingkungan, serta praktik korupsi yang terus mencuat merupakan indikator kegagalan sistemik Pemerintah Kabupaten Sumenep dan aparat penegak hukum (APH).

Menurutnya, negara tidak dapat dipahami sekadar sebagai struktur administratif, melainkan sebagai entitas moral yang bertanggung jawab menjamin ketertiban, keadilan, dan keberlangsungan hidup masyarakat.

“Ketika kriminalitas meningkat tanpa kendali, lingkungan rusak akibat pembiaran, dan korupsi tumbuh tanpa penindakan tegas, maka yang runtuh bukan hanya hukum, tetapi juga fungsi etik negara,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa negara tidak boleh direduksi hanya sebagai pengelola anggaran dan pembuat kebijakan di atas kertas. Negara, kata dia, memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga rasa aman, kelestarian lingkungan, serta kepercayaan publik.

Presma UNIJA menilai meningkatnya kriminalitas di Sumenep mencerminkan lemahnya fungsi perlindungan masyarakat. Penegakan hukum oleh aparat, khususnya di tingkat kepolisian, dinilai belum sepenuhnya mampu menghadirkan keadilan yang substantif.

“Hukum tidak boleh berhenti pada prosedur. Ia harus menyentuh akar persoalan. Ketika hukum hanya bergerak di permukaan, maka kejahatan akan terus bereproduksi,” ujarnya.

Di sektor lingkungan, ia menyoroti adanya kecenderungan pembiaran terhadap praktik eksploitasi yang merusak ekosistem. Ia menegaskan bahwa hubungan manusia dan alam seharusnya bersifat etis dan berkelanjutan.

“Lingkungan bukan sekadar objek ekonomi. Ketika dirusak dan negara diam, itu adalah bentuk pengkhianatan terhadap masa depan,” katanya.

Sementara itu, praktik korupsi yang terus terjadi dinilai sebagai bentuk paling nyata dari krisis moral dalam pemerintahan. Korupsi tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merupakan pengingkaran terhadap amanah kekuasaan.

Ia menegaskan bahwa persoalan kriminalitas, kerusakan lingkungan, dan korupsi merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan dalam pola kegagalan tata kelola, yang ditandai dengan lemahnya integritas, pengawasan, dan keberpihakan terhadap kepentingan publik.

“Jika tata kelola dijalankan tanpa integritas, maka hukum kehilangan arah, kebijakan kehilangan makna, dan kekuasaan kehilangan legitimasi,” tambahnya.

Ia pun mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh, tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek moral dan keberpihakan kebijakan. Di sisi lain, aparat penegak hukum dituntut untuk bertindak tegas, transparan, dan tanpa kompromi, terutama dalam penanganan tindak pidana korupsi.

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa mahasiswa akan terus mengambil peran sebagai penjaga nilai-nilai keadilan dan pengawas kekuasaan.

“Ketika negara mulai kehilangan orientasi moralnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab historis untuk mengingatkan. Sumenep tidak boleh dibiarkan tenggelam dalam krisis ini. Keadilan harus dihadirkan, bukan sekadar dijanjikan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Lomba Tiga Roda Jadi Ikon Perayaan HUT RI Ke-81 di Sapeken
Siapa yang Menikmati Anggaran Publikasi Rp126,2 Juta Disbudporapar Sumenep?
Aksi Humanis Anggota Satlantas Polresta Sumenep, Bantu Amankan Sayuran Korban Kecelakaan
Pick Up Pengangkut Sayur Tabrak Tiang Listrik di Jalan Trunojoyo Sumenep, Satu Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
Verifikasi Berlapis Jadi Kunci Penyaluran Bantuan RTLH di Sumenep
Diduga Milik Ayah Anggota DPRD, Tambang Ilegal di Sumenep Beroperasi Bebas
Babak Baru Dugaan Korupsi Proyek Jalan Rp2,9 Miliar, Kejari Geledah Kantor PUPR Pamekasan
Aksi Penutupan Mr. Ball Tak Terwujud, Publik Soroti Penggunaan Nama Tokoh Agama

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Lomba Tiga Roda Jadi Ikon Perayaan HUT RI Ke-81 di Sapeken

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Siapa yang Menikmati Anggaran Publikasi Rp126,2 Juta Disbudporapar Sumenep?

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:49 WIB

Aksi Humanis Anggota Satlantas Polresta Sumenep, Bantu Amankan Sayuran Korban Kecelakaan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Pick Up Pengangkut Sayur Tabrak Tiang Listrik di Jalan Trunojoyo Sumenep, Satu Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:29 WIB

Verifikasi Berlapis Jadi Kunci Penyaluran Bantuan RTLH di Sumenep

Berita Terbaru