Manuver Sunyi Prabowo: Diplomasi Politik Senyap Pasca Pertemuan Teuku Umar

- Reporter

Kamis, 10 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto : Doc. Istimewa) Prabowo Subianto temui Megawati di Teuku Umar

(Foto : Doc. Istimewa) Prabowo Subianto temui Megawati di Teuku Umar

Jakarta – Di balik sorotan kamera dan pernyataan resmi, pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri pada Senin 7 April 2025, malam, di Teuku Umur Jakpus, menyisakan isyarat halus namun strategis. Kamis (10/4).

Bukan sekadar silaturahmi politik, pertemuan itu membuka jalur komunikasi senyap yang bisa menggeser peta kekuatan politik nasional tanpa disadari publik.

Bisa disebut bahwa Prabowo tengah membangun blok politik non-formal, berbasis komunikasi pribadi dan loyalitas lama.

Tujuannya bukan membentuk koalisi baru secara formal, melainkan mengisolasi kekuatan oposisi agar tidak menjadi ancaman signifikan terhadap stabilitas politik nasional.

Sementara publik sibuk memperdebatkan apakah PDI-P akan bergabung dalam pemerintahan, Prabowo justru menggarap poros alternatif – mengaktifkan tokoh-tokoh senior yang sebelumnya diam. Ini bukan langkah populis, tapi gerakan diplomasi dalam senyap: merangkul lawan tanpa membuat sekutu merasa kehilangan kuasa.

Megawati, dalam pertemuan tersebut, dikabarkan lebih banyak mendengarkan. Namun gestur halus, seperti penyajian teh favorit Prabowo dan pemilihan ruang tamu khusus, dianggap sebagai sinyal rekonsiliasi bertahap.

Jika strategi ini berlanjut, Indonesia bisa memasuki era politik hening: stabil, tapi penuh kalkulasi dalam ruang tertutup. Dan publik mungkin baru menyadarinya ketika semua sudah tertata, tanpa gaduh, tanpa sorak sorai.

Pertemuan itu berlangsung tanpa pengumuman resmi sebelumnya, hanya segelintir orang dalam yang tahu bahwa Presiden Prabowo akan melangkah masuk ke rumah Megawati di Jalan Teuku Umar.

Tidak ada iring-iringan besar, tidak ada konferensi pers usai pertemuan. Namun, keheningan itulah yang justru memperbesar gaung politiknya.

Banyak yang menafsirkan, langkah ini adalah bagian dari diplomasi simbolik: mendatangi tanpa memaksa, berbicara tanpa menggiring opini publik.

Berita Terkait

JK Ungkit Peran Politik Jokowi, Presiden Pilih Merendah
Kriminalitas, Kerusakan Lingkungan, dan Korupsi di Sumenep Jadi Sorotan Presma Universitas Wiraraja
Rp41,5 Miliar Terbuang? PMII Komisariat Wiraraja Bongkar Mandeknya Pelabuhan Dungkek
Jatah MBG Dinilai Tak Bergizi, Penyaluran Sekali Sepekan di SPPG Syita Ananta Picu Keluhan Wali Murid
Demo Dear Jatim Guncang Disdikbud Pamekasan, Anggaran Buku SD Rp1,48 Miliar Dipertanyakan
Inisial MA Disebut Dalam Potongan BAP Tersangka Korupsi BSPS Sumenep
Tas Kresek Hitam Diduga Mengalir dari Tersangka BSPS ke Oknum DPRD Sumenep, Kenapa Status Hukumnya Masih Aman?
Pemkab Sumenep ‘Gila’ Festival: Anggaran Miliaran Menguap di Panggung Hiburan, Kemiskinan Rakyat Hanya Jadi Angka Jualan?

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 15:16 WIB

JK Ungkit Peran Politik Jokowi, Presiden Pilih Merendah

Sabtu, 18 April 2026 - 21:48 WIB

Kriminalitas, Kerusakan Lingkungan, dan Korupsi di Sumenep Jadi Sorotan Presma Universitas Wiraraja

Senin, 30 Maret 2026 - 12:48 WIB

Rp41,5 Miliar Terbuang? PMII Komisariat Wiraraja Bongkar Mandeknya Pelabuhan Dungkek

Senin, 16 Maret 2026 - 06:40 WIB

Jatah MBG Dinilai Tak Bergizi, Penyaluran Sekali Sepekan di SPPG Syita Ananta Picu Keluhan Wali Murid

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:14 WIB

Demo Dear Jatim Guncang Disdikbud Pamekasan, Anggaran Buku SD Rp1,48 Miliar Dipertanyakan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page