SPPG Aing Beje Raje Tersandung Keluhan MBG, Wali Murid Temukan Telur dan Buah Busuk

- Reporter

Sabtu, 10 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kondisi paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa TK Mambaul Hikmah dan MI Almubtadiin I yang terletak di Desa Sera Barat, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Terlihat telur pecah dan diduga busuk serta apel dalam kondisi rusak, yang disebut-sebut berasal dari SPPG Aing Beje Raje. Temuan ini dikeluhkan wali murid karena dinilai tidak layak konsumsi dan berpotensi membahayakan kesehatan anak.

Foto : Kondisi paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa TK Mambaul Hikmah dan MI Almubtadiin I yang terletak di Desa Sera Barat, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Terlihat telur pecah dan diduga busuk serta apel dalam kondisi rusak, yang disebut-sebut berasal dari SPPG Aing Beje Raje. Temuan ini dikeluhkan wali murid karena dinilai tidak layak konsumsi dan berpotensi membahayakan kesehatan anak.

Zero.co.id, Sumenep — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep kembali menuai sorotan tajam. Sejumlah wali murid mengeluhkan kualitas makanan yang dinilai tidak layak konsumsi, bahkan diduga mengandung telur dan buah busuk yang dibagikan kepada siswa.

Keluhan tersebut disampaikan oleh orang tua siswa di TK Mambaul Hikmah, Desa Sera Barat, Kecamatan Bluto. Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa paket MBG yang diterima anaknya berisi telur busuk dan apel yang sudah rusak, yang diduga berasal dari SPPG Aing Beje Raje.

“Anak-anak ini masih usia dini, tapi justru diberi makanan yang tidak layak. Kami sangat khawatir dengan dampak kesehatannya,” ujar wali murid tersebut.

Keluhan serupa juga muncul di MI Almubtadiin I, yang berada di wilayah kelurahan yang sama. Wali murid menyebut kondisi makanan yang diterima bahkan lebih memprihatinkan, dengan temuan telur berbau busuk di dalam menu MBG yang dibagikan kepada siswa.

Tak hanya soal kualitas makanan, warga juga menyoroti berbagai persoalan serius dalam pelaksanaan program MBG, mulai dari lemahnya pengawasan, keterlambatan distribusi, hingga dugaan penggunaan relawan tanpa kontrak yang jelas. Selain itu, muncul pula kekhawatiran terkait potensi korupsi dan minimnya transparansi mitra penyedia makanan, termasuk SPPG yang terlibat.

“Program ini seharusnya meningkatkan gizi anak-anak, bukan malah mempertaruhkan kesehatan mereka. Kalau pengawasannya seperti ini, lebih baik dihentikan sementara,” tegas salah satu wali murid.

Atas kondisi tersebut, warga mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk menghentikan sementara program MBG, khususnya yang dikelola oleh SPPG Aing Beje Raje, hingga dilakukan evaluasi menyeluruh dan terbuka terhadap kualitas makanan, mekanisme distribusi, serta pihak-pihak yang terlibat.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi Zero.co.id masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala SPPG Aing Beje Raje untuk mendapatkan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut.

Berita Terkait

Komandan Kodim 0826/Pamekasan Ingatkan Jamdan Kepada Semua Prajurit dan PND Kodim 0826/Pamekasan
Delapan Saksi Diperiksa, Tersangka Kasus Perusakan Rumah Nenek Elina Jadi Tiga Orang
Indra Wahyudi Tanggapi Kritik Dear Jatim: Postingan Facebook untuk Lindungi PPPK Paruh Waktu dari Beban Kerja PNS
Suruh PPPK Cari Kerja Sampingan, Wakil Ketua DPRD Sumenep Dinilai Lepas Tangan
Anggaran Bappeda Sumenep Rp11,4 Miliar Disorot, Aroma Korupsi Menguat di Balik Rapat dan Koordinasi
Banjir Sumenep Jadi Alarm Keras Kerusakan Lingkungan Akibat Tambang Ilegal Galian C
Fenomena Curhat Berujung Perselingkuhan Marak di Sumenep, Nilai Kesetiaan Rumah Tangga Dipertanyakan
Paripurna Pekan Depan, RKUHAP Siap Bawa Perubahan Sistem Peradilan Pidana

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 10:17 WIB

SPPG Aing Beje Raje Tersandung Keluhan MBG, Wali Murid Temukan Telur dan Buah Busuk

Senin, 5 Januari 2026 - 04:29 WIB

Komandan Kodim 0826/Pamekasan Ingatkan Jamdan Kepada Semua Prajurit dan PND Kodim 0826/Pamekasan

Rabu, 31 Desember 2025 - 09:25 WIB

Delapan Saksi Diperiksa, Tersangka Kasus Perusakan Rumah Nenek Elina Jadi Tiga Orang

Jumat, 26 Desember 2025 - 07:25 WIB

Indra Wahyudi Tanggapi Kritik Dear Jatim: Postingan Facebook untuk Lindungi PPPK Paruh Waktu dari Beban Kerja PNS

Jumat, 26 Desember 2025 - 06:33 WIB

Suruh PPPK Cari Kerja Sampingan, Wakil Ketua DPRD Sumenep Dinilai Lepas Tangan

Berita Terbaru