PASURUAN, Zero.co.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Negeri Malang (UM) menggelar workshop keterampilan menjahit dan teknik pewarnaan shibori di Balai Desa Genengwaru, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Jumat (12/7/2025). Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari puluhan ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok PKK desa setempat.
Workshop yang terbagi dalam dua sesi ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan desa, melalui penguatan keterampilan berbasis industri kreatif. Pada sesi pertama, peserta dikenalkan dengan teknik dasar menjahit menggunakan kain blacu. Peserta diajak membuat tas kecil sederhana dengan bimbingan langsung dari para mahasiswa.
Sesi berikutnya dilanjutkan dengan pelatihan teknik pewarnaan shibori seni tekstil tradisional asal Jepang yang kini populer sebagai metode pewarnaan kain ramah lingkungan. Dalam praktik ini, peserta diajarkan cara melipat, mengikat, dan mencelup kain guna menciptakan motif-motif artistik yang bernilai estetika.
“Program ini kami rancang sebagai bentuk kontribusi mahasiswa terhadap pengembangan keterampilan masyarakat desa. Kami ingin meninggalkan warisan pengetahuan yang bisa dimanfaatkan jangka panjang, terutama dalam menciptakan peluang usaha rumahan,” ujar Nadia Putri Melani, penanggung jawab program kegiatan.
Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah desa dan Tim Penggerak PKK. Ketua PKK Desa Genengwaru menyebut pelatihan ini tidak hanya edukatif, tetapi juga praktis dan aplikatif untuk kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan. Warga kami, khususnya ibu-ibu rumah tangga, sangat antusias jika ada pelatihan yang bisa langsung dipraktikkan dan membuka potensi ekonomi keluarga,” ujar Ketua PKK dalam sambutannya.
Nadia, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari semangat mahasiswa dalam menjalankan pengabdian masyarakat.
“Lewat workshop ini, kami tidak hanya hadir sebagai pelaksana KKN, tetapi juga sebagai bagian dari proses membangun kesadaran keterampilan dan kemandirian ekonomi di tingkat desa,” ujar Nadia.
Kegiatan ditutup dengan sesi pembagian hasil karya peserta dan dokumentasi bersama. Beberapa hasil kain shibori bahkan langsung dibawa pulang warga untuk digunakan sebagai taplak meja atau hiasan interior rumah.
Workshop ini menjadi salah satu bukti bahwa program KKN dapat memberikan dampak langsung dan konkret bagi masyarakat. Tidak sekadar formalitas akademik, kehadiran mahasiswa di desa membawa angin segar berupa pengetahuan baru dan semangat kolaborasi lintas generasi.






