Wali Murid Keluhkan Menu Basi MBG Tak Layak Konsumsi di SPPG Sumenep Dungkek Candi

- Reporter

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menu MBG yang dibagikan kepada siswa di Kecamatan Dungkek sudah basi tak layak konsumsi.

Menu MBG yang dibagikan kepada siswa di Kecamatan Dungkek sudah basi tak layak konsumsi.

Zero.co.id, Sumenep – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang di salurkan ke sejumlah sekolah di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, menuai kritik dari orang tua siswa. Mereka menilai, kualitas menu makanan yang diberikan belum memenuhi standar gizi sebagaimana tujuan program.

Keluhan tersebut muncul di Madrasah Al-Kiram dan Nasy-atul Muta’allimin, Desa Candi, Dungkek. Senin, 27 April 2006.

Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengatakan menu MBG itu terdiri dari lontong, telur, tahu dan kecambah yang sudah mengeluarkan bau tidak sedap tak layak konsumsi.

“Masak makanan bergizi sudah basi seperti itu dikasih makan ke anak saya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, makanan basi yang diterima anaknya berasal dari menu MBG di sekolahnya yang dikatakan didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumenep Dungkek Candi.

Menurutnya, menu yang disajikannya saat ini sangat tidak layak untuk dikonsumsi dan belum tentu memenuhi gizi anaknya.

“Kalau menunya busuk seperti ini bukan bergizi namanya. Saya mau laporkan ini ke pemerintah,” tegasnya.

Salah seorang wali murid lainnya mengaku tidak mengerti bagaimana proses memasak dan prosedur yang diterapkan di SPPG.
Namun, kata dia, makanan yang disajikan untuk anaknya di madrasahnya itu jauh dari kata sehat, bahkan sudah basi.

“Kalau saya gak terlalu mengerti sama yang seperti ini, intinya anak saya kok dapat makanan basi begini,” tanyanya heran.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pihak terkait khususnya Kepala SPPG Sumenep masih belum mendapatkan respon.

Penulis : Hm R

Editor : Rasadi

Sumber Berita : Zero

Berita Terkait

Bawa Nama Madura ke Kancah Internasional, Mahasiswa IDB Sabet Penghargaan di Tiga Negara
Sempat vakum, DPW FKMSB Pamekasan Hidupkan Kembali DPK FKMSB Pantura
Coretan Orasi PMII, Moh Faridi : Organisasi Bisa Berdosa Pada Kadernya
Generasi ‘Z’ Adalah Ujung Tombak PDI Perjuangan di Pemilu 2029.
Serda Farit Perio Santoso, Bantu Bajak Sawah Milik Warga Binaanya Demi Meningkatkan Ketahanan Pangan.
Sertu Nurudin, Komsos di Desa Tampojung Tenggina Untuk Dengarkan Keluhan Warga Binaanya
Serda Andi Lutfi Perkuat Usaha Home Idustri Warga Binaanya di Desa Tampojung Tengah
Serda M. Nurhidayat, Dampingi Kegiatan Posyandu
“Kalau menu MBGnya busuk seperti ini bukan bergizi namanya. Saya mau laporkan ini ke pemerintah,” tegasnya.

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:25 WIB

Bawa Nama Madura ke Kancah Internasional, Mahasiswa IDB Sabet Penghargaan di Tiga Negara

Minggu, 10 Mei 2026 - 08:35 WIB

Sempat vakum, DPW FKMSB Pamekasan Hidupkan Kembali DPK FKMSB Pantura

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:09 WIB

Coretan Orasi PMII, Moh Faridi : Organisasi Bisa Berdosa Pada Kadernya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:03 WIB

Generasi ‘Z’ Adalah Ujung Tombak PDI Perjuangan di Pemilu 2029.

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:25 WIB

Sertu Nurudin, Komsos di Desa Tampojung Tenggina Untuk Dengarkan Keluhan Warga Binaanya

Berita Terbaru

Foto; Mat Juhri wakil  ketua Umum Himpunan mahasiswa program studi (HMPS) pendidikan agama Islam universitas Islam negeri Madura.

Opini

Budaya: Menyatukan Manusia atau Membatasi Cara Berpikir?

Senin, 11 Mei 2026 - 18:20 WIB

You cannot copy content of this page