Zero.co.id, Sumenep – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang di salurkan ke sejumlah sekolah di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, menuai kritik dari orang tua siswa. Mereka menilai, kualitas menu makanan yang diberikan belum memenuhi standar gizi sebagaimana tujuan program.
Keluhan tersebut muncul di Madrasah Al-Kiram dan Nasy-atul Muta’allimin, Desa Candi, Dungkek. Senin, 27 April 2006.
Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengatakan menu MBG itu terdiri dari lontong, telur, tahu dan kecambah yang sudah mengeluarkan bau tidak sedap tak layak konsumsi.
“Masak makanan bergizi sudah basi seperti itu dikasih makan ke anak saya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, makanan basi yang diterima anaknya berasal dari menu MBG di sekolahnya yang dikatakan didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumenep Dungkek Candi.
Menurutnya, menu yang disajikannya saat ini sangat tidak layak untuk dikonsumsi dan belum tentu memenuhi gizi anaknya.
“Kalau menunya busuk seperti ini bukan bergizi namanya. Saya mau laporkan ini ke pemerintah,” tegasnya.
Salah seorang wali murid lainnya mengaku tidak mengerti bagaimana proses memasak dan prosedur yang diterapkan di SPPG.
Namun, kata dia, makanan yang disajikan untuk anaknya di madrasahnya itu jauh dari kata sehat, bahkan sudah basi.
“Kalau saya gak terlalu mengerti sama yang seperti ini, intinya anak saya kok dapat makanan basi begini,” tanyanya heran.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pihak terkait khususnya Kepala SPPG Sumenep masih belum mendapatkan respon.
Penulis : Hm R
Editor : Rasadi
Sumber Berita : Zero






