Zero,Co,Id, Pamekasan — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Madura menggelar kegiatan bakti sosial berupa aksi bersih-bersih lingkungan di kawasan pesisir Pantai Branta, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jumat (24/04/2026). Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, TNI, mahasiswa, hingga masyarakat setempat.
Aksi yang mengusung tema “Gelorakan Kebaikan: Bersama Merawat Ekosistem Lingkungan, Jaga Masa Depan Pamekasan” ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kondisi lingkungan pesisir yang kian memprihatinkan akibat sampah.
Perwakilan TNI dari Kodim 082 Pamekasan, Kapten Czi Dwi Purwanto melalui jajaran Koramil 082/02 Tlanakan, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, khususnya di wilayah pesisir.
“Kami berharap ada kesadaran dari masyarakat untuk menjaga lingkungan, terutama di daerah pantai. Kegiatan ini murni karena kepedulian bersama, tanpa ada kepentingan lain,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara TNI dan mahasiswa dalam aksi tersebut menjadi simbol kebersamaan dalam menjaga lingkungan. “Kami bersama mahasiswa turun langsung, kotor-kotor bersama, demi tujuan yang sama, yaitu lingkungan yang bersih dan sehat,” tambahnya.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa UIN Madura, Moh. Ghufron, dalam sesi wawancara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen DEMA dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Sejak awal, kami di DEMA UIN Madura berkomitmen untuk menjaga ekologi. Kami tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi juga turun langsung melakukan aksi nyata seperti hari ini,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh sekaligus edukasi bagi masyarakat pesisir agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya dalam mengelola sampah di area pantai.
Selain itu, pihaknya juga mendorong Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk lebih memperhatikan persoalan sampah di kawasan pesisir. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pantai ini merupakan lokasi strategis bagi masyarakat untuk berjualan dan mencari nafkah, terutama bagi pelaku UMKM. Namun aktivitas mereka terganggu karena banyaknya sampah. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara mahasiswa, TNI, pemerintah, dan masyarakat dapat terus terjalin dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih baik.
Penulis : Mat Juhri
Editor : Abd Ghafur






