Zero, Nasional – Iran dan Arab Saudi menggelar pembicaraan mengenai kerja sama pertahanan di Riyadh pada Rabu (18/9). Diskusi itu melibatkan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan pejabat senior Saudi.
Larijani mengatakan, para pejabat Saudi sebelumnya telah menaruh perhatian besar terhadap keamanan kawasan sebelum serangan Israel ke Qatar awal bulan ini. “Sekarang mereka melihat situasinya dengan lebih jelas,” ujarnya seperti dikutip Iran International.
Menurut Larijani, kondisi yang terjadi memperlihatkan apa yang selama ini disampaikan Iran, bahwa ada pihak yang menghalangi stabilitas kawasan.
“Negara-negara di kawasan ini merasa bahwa aktor yang suka bertualang kini telah mengambil bentuk yang lebih nyata,” katanya.
Ia menambahkan, pembicaraan di Riyadh bisa membuka jalan bagi pemahaman bersama dalam menghadapi ancaman dan memperkuat stabilitas regional.
Kunjungan Larijani ke Riyadh merupakan bagian dari tur regional yang sebelumnya mencakup Baghdad dan Beirut pada Agustus lalu. Pertemuan ini berlangsung beberapa hari setelah serangan Israel ke Doha pada 9 September yang menewaskan anggota Hamas.
Serangan tersebut dikecam Qatar dan sejumlah negara Arab, termasuk Arab Saudi, sebagai pelanggaran kedaulatan.
Pertemuan tersebut juga menandai kontak tingkat tinggi terbaru sejak Iran dan Arab Saudi memulihkan hubungan diplomatik pada 2023.
Sebelumnya, pada April, Menteri Pertahanan Saudi Khalid bin Salman melakukan kunjungan langka ke Teheran dan diterima oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Selain dengan Iran, pada hari yang sama Arab Saudi juga menandatangani pakta pertahanan bersama dengan Pakistan. Kesepakatan ini memperkuat hubungan keamanan yang telah terjalin selama puluhan tahun di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
“Mereka juga bertukar pandangan mengenai perkembangan regional dan internasional, isu-isu yang menjadi kepentingan bersama, serta upaya untuk mencapai keamanan dan stabilitas,” demikian pernyataan terkait pertemuan tersebut.
Wacana pembentukan pakta pertahanan bersama negara-negara Muslim sebelumnya muncul dalam pertemuan negara Arab dan Muslim di Doha, Ahad lalu. Usulan itu tidak masuk dalam draf resolusi akhir, namun kembali menguat setelah serangan Israel ke Qatar.
Penulis : Zakiyatul Maulidiyah
Editor : Fahrur Rozi


