Skandal MBG Sumenep: SPPG Yayasan Alif Hina Anak Bangsa dengan Menu Tak Layak!

- Reporter

Minggu, 5 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Detail menu kiriman wali murid yang menjadi bukti dugaan adanya penurunan kualitas (downgrade) porsi makan gratis di Kabupaten Sumenep. Publik kini mempertanyakan transparansi pengelolaan dana di SPPG Yayasan Alif Batuputih.

Foto: Detail menu kiriman wali murid yang menjadi bukti dugaan adanya penurunan kualitas (downgrade) porsi makan gratis di Kabupaten Sumenep. Publik kini mempertanyakan transparansi pengelolaan dana di SPPG Yayasan Alif Batuputih.

ZERO.CO.ID, SUMENEP – Program unggulan Pemerintah Pusat, Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diproyeksikan untuk meningkatkan kualitas SDM anak bangsa, justru menuai polemik di Kabupaten Sumenep. Salah satu penyedia jasa, SPPG yayasan Alif di Kecamatan Batuputih, kini berada di bawah sorotan tajam setelah diduga menyajikan menu yang jauh dari standar kelayakan dan gizi.

Kekecewaan mendalam diungkapkan oleh salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia menyebut kualitas hidangan yang diberikan kepada siswa sangat memprihatinkan dan berbanding terbalik dengan narasi “bergizi” yang digaungkan pemerintah.

“Astaghfirullah, miris sekali ini Pak Presiden. Menunya sangat tidak layak, malah lebih mirip jatah makan di Rumah Tahanan (RuTan). Jauh sekali bedanya dengan menu dari SPPG lain yang juga ada di wilayah Kecamatan Batuputih,” ungkapnya dengan nada kecewa pada Minggu (05/04/2026).

Ironisnya, aspirasi wali murid terkait minimnya nutrisi dan porsi yang tidak memadai ini diklaim telah berkali-kali disampaikan, namun pengelola SPPG Yayasan Alif dituding menutup telinga.

Kondisi ini memicu gelombang protes dan desakan agar Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke lokasi operasional SPPG Alif. Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran negara dalam program ini kini dipertanyakan besar-besaran.

Wali murid mendesak agar BGN tidak hanya sekadar memberikan teguran formal, tetapi berani melakukan pemeriksaan kesesuaian anggaran per porsi dengan realitas menu di lapangan, memutus kontrak jika ditemukan indikasi pemotongan standar menu demi keuntungan sepihak dan memastikan kualitas makanan di seluruh wilayah Kecamatan Batuputih.

Isu kualitas makanan ini seolah menjadi puncak gunung es dari permasalahan di internal Yayasan Alif. Sebelumnya, jagat media sosial sempat dihebohkan dengan kabar pemeriksaan Istri Ketua Yayasan Alif oleh Polsek Batuputih terkait dugaan penganiayaan terhadap relawan SPPG.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala SPPG maupun Ahli Gizi terkait belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilayangkan melalui pesan WhatsApp hingga kini masih belum mendapatkan balasan.

Penulis : Imam

Editor : Andika

Berita Terkait

Ngeri, Truk Galian C Ilegal Pamekasan Tertimpa Batu Hingga Rengsek
Bawa Nama Madura ke Kancah Internasional, Mahasiswa IDB Sabet Penghargaan di Tiga Negara
Sempat vakum, DPW FKMSB Pamekasan Hidupkan Kembali DPK FKMSB Pantura
Coretan Orasi PMII, Moh Faridi : Organisasi Bisa Berdosa Pada Kadernya
Generasi ‘Z’ Adalah Ujung Tombak PDI Perjuangan di Pemilu 2029.
Serda Farit Perio Santoso, Bantu Bajak Sawah Milik Warga Binaanya Demi Meningkatkan Ketahanan Pangan.
Sertu Nurudin, Komsos di Desa Tampojung Tenggina Untuk Dengarkan Keluhan Warga Binaanya
Serda Andi Lutfi Perkuat Usaha Home Idustri Warga Binaanya di Desa Tampojung Tengah

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:04 WIB

Ngeri, Truk Galian C Ilegal Pamekasan Tertimpa Batu Hingga Rengsek

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:25 WIB

Bawa Nama Madura ke Kancah Internasional, Mahasiswa IDB Sabet Penghargaan di Tiga Negara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:09 WIB

Coretan Orasi PMII, Moh Faridi : Organisasi Bisa Berdosa Pada Kadernya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:03 WIB

Generasi ‘Z’ Adalah Ujung Tombak PDI Perjuangan di Pemilu 2029.

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:30 WIB

Serda Farit Perio Santoso, Bantu Bajak Sawah Milik Warga Binaanya Demi Meningkatkan Ketahanan Pangan.

Berita Terbaru

Foto; Mat Juhri wakil  ketua Umum Himpunan mahasiswa program studi (HMPS) pendidikan agama Islam universitas Islam negeri Madura.

Opini

Budaya: Menyatukan Manusia atau Membatasi Cara Berpikir?

Senin, 11 Mei 2026 - 18:20 WIB

You cannot copy content of this page