Zero.co.id, Jakarta – Universitas Indonesia akhirnya buka suara terkait aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah mahasiswa di Markas Besar Polri pada Jumat,( 27/02) 2026.
Klarifikasi ini disampaikan menyusul viralnya potongan video di media sosial yang memperlihatkan seorang pria diduga mahasiswa memaki aparat kepolisian yang berjaga.
Melalui rilis resmi Direktorat Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional, pihak kampus menegaskan bahwa individu yang terekam dalam video tersebut bukan bagian dari sivitas akademika UI.
“Bukan mahasiswa Universitas Indonesia,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan pihak kampus.
UI menyatakan telah melakukan verifikasi identitas terhadap individu tersebut dengan memeriksa data resmi di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI). Berdasarkan hasil penelusuran, yang bersangkutan tercatat sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi lain.
Selain itu, kampus juga menyayangkan penggunaan atribut Universitas Indonesia secara sepihak oleh individu tersebut saat mengikuti aksi. UI menilai tindakan tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik serta mencoreng nama baik institusi.
Meski demikian, UI menegaskan tetap menghormati hak mahasiswa untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Pihak kampus menyebut demonstrasi merupakan hak konstitusional yang dijamin undang-undang, selama dilaksanakan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab.
Aksi di Mabes Polri tersebut menjadi perbincangan luas setelah berbagai rekaman video beredar di media sosial. Sejumlah video memperlihatkan massa mahasiswa meneriaki aparat serta mencoret atribut milik personel kepolisian yang berjaga di lokasi.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto, menyebut terdapat oknum mahasiswa yang melakukan tindakan kurang pantas selama aksi berlangsung.
“Ada oknum mahasiswa yang memaki-maki anggota, bahkan menulis di syal Polwan dengan tulisan tidak elok,” ujar Budi kepada wartawan.
Ia juga menyayangkan tindakan provokatif yang dinilai menyasar atribut keagamaan yang dikenakan personel di lapangan. Menurutnya, aparat tetap berupaya menghormati situasi dan momentum bulan suci dalam menjalankan tugas pengamanan.
Polemik ini pun memicu diskusi publik mengenai etika demonstrasi serta tanggung jawab peserta aksi dalam menyampaikan aspirasi di ruang publik.
Penulis : Mat Juhri
Editor : Abd Ghafur






