ZERO. CO. ID, PAMEKASAN – Karang Taruna Kabupaten Pamekasan mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengawal berbagai persoalan daerah melalui diskusi publik bertajuk “Industri Demonstrasi” yang digelar di Cafe Jagad, Jalan Sekarputih, Desa Laden, Kabupaten Pamekasan, Rabu (4/11/2026).
Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah pemateri dari berbagai latar belakang, mulai dari perwakilan Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Kapolres Pamekasan, Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP), akademisi Dr. Elman, M.Pd., hingga Owner PR Ayunda Group, H. Bambang Budianto.
Kegiatan ini turut dihadiri mahasiswa, aktivis, jurnalis, serta sejumlah elemen masyarakat yang terlibat dalam membahas dinamika industri, gerakan demonstrasi, dan persoalan strategis di Kabupaten Pamekasan.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Pamekasan, Moh. Faridi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya menyediakan ruang belajar bagi generasi muda agar lebih memahami persoalan daerah sekaligus mengambil peran dalam mengawal penyelesaiannya.
Menurut Faridi, anak muda tidak seharusnya hanya menjadi penonton terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat. Mereka perlu memiliki keberanian, pengetahuan, dan kapasitas untuk terlibat dalam mendorong perubahan.
“Diskusi atau kajian ini untuk kalangan muda agar persoalan-persoalan yang ada di Pamekasan bisa diselesaikan secara tuntas dan dikawal oleh anak-anak muda,” ungkap Faridi saat diwawancarai wartawan.
Ia menegaskan, Karang Taruna akan terus menjadi wadah pengembangan potensi dan kapasitas generasi muda, khususnya dalam membangun pola pikir kritis serta meningkatkan kemampuan memahami berbagai persoalan sosial.
Faridi menilai, ruang diskusi yang mempertemukan anak muda dengan akademisi, pemerintah, aparat kepolisian, dan pelaku usaha penting untuk memperluas perspektif. Dengan begitu, generasi muda dapat bertukar gagasan secara terbuka dan memahami persoalan daerah dari berbagai sudut pandang.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tema “Industri Demonstrasi” dipilih berdasarkan dua isu yang dinilai memiliki keterkaitan dengan dinamika Kabupaten Pamekasan, yakni perkembangan industri dan gerakan demonstrasi.
Kedua isu tersebut, menurutnya, perlu dipahami secara komprehensif agar generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan menyampaikan aspirasi, tetapi juga memahami persoalan yang diperjuangkan melalui kajian dan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Industri dan demonstrasi merupakan dua ornamen penting di Kabupaten Pamekasan. Itulah yang menjadi landasan mengapa diskusi ini diadakan dan tema tersebut dipilih untuk mengembangkan kapasitas anak-anak muda,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan dapat mempersiapkan generasi muda dengan bekal pengetahuan dan keterampilan sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat.
Faridi juga menyoroti pentingnya kualitas gerakan demonstrasi. Menurutnya, aksi penyampaian aspirasi tidak boleh berhenti pada tuntutan dan mobilisasi massa, tetapi harus disertai kajian yang matang, argumentasi yang kuat, serta dukungan data yang valid.
Dengan demikian, demonstrasi dapat menjadi instrumen kontrol sosial yang mampu mendorong perubahan, bukan sekadar kegiatan menyampaikan protes tanpa kejelasan tindak lanjut.
“Harapannya, ketika ada demonstrasi, bagaimana gerakan tersebut bisa dikawal sampai benar-benar menghasilkan perubahan, tentunya dengan kajian yang solid dan data yang valid,” pungkasnya.
Penulis : Mat Juhri
Editor : Abd Ghafur






