Dituduh Curi Uang, Santri di Pamekasan Diduga Dikeroyok hingga Alami Cedera Serius

- Reporter

Senin, 5 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi Pengeroyokan Santri

Foto: Ilustrasi Pengeroyokan Santri

Zero, Pamekasan – Seorang santri di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, diduga menjadi korban pengeroyokan setelah dituduh mencuri uang. Akibat dugaan kekerasan tersebut, korban mengalami sejumlah luka serius hingga harus menjalani perawatan.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Pamekasan pada 5 Oktober 2026. Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTLP) yang diterima wartawan, laporan itu berkaitan dengan dugaan tindak pidana pengeroyokan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Peristiwa dugaan pengeroyokan disebut terjadi pada Senin, 28 September 2026 sekitar pukul 23.00 WIB di wilayah Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan.

Berdasarkan keterangan dalam laporan, kejadian bermula ketika salah seorang santri kehilangan barang. Korban kemudian dituduh sebagai orang yang mengambil barang tersebut.

Namun, korban membantah tuduhan tersebut. Menurut keterangan keluarga, korban mengaku saat itu dimintai keterangan oleh sejumlah orang dan didesak untuk mengakui tuduhan pencurian.
Korban juga mengaku mendapat ancaman dan kekerasan setelah tetap membantah tuduhan tersebut. Karena kekerasan terus berlanjut, korban akhirnya mengaku agar penganiayaan terhadap dirinya dihentikan.

“Dia dari awal bilang tidak mencuri. Dia tetap ditanya dan dipaksa mengaku. Karena tidak mengaku, dia kemudian dipukuli. Sampai akhirnya dia terpaksa mengaku karena sudah tidak kuat menahan kekerasan,” kata keluarga korban berdasarkan cerita yang disampaikan korban.

Akibat dugaan kekerasan tersebut, korban dilaporkan mengalami sejumlah cedera, di antaranya dugaan patah tulang belakang, cedera pada tangan kiri, serta luka pada kedua lutut. Bagian mulut korban juga disebut mengalami pembengkakan.

Korban juga mengaku mengalami kekerasan pada bagian kepala. Selain itu, terdapat luka bakar yang menurut pengakuan korban diduga dilakukan menggunakan benda berbahan logam yang sebelumnya dibakar.

“Kondisinya sekarang sangat memprihatinkan. Dia tidak bisa bergerak seperti biasa karena banyak bagian tubuhnya mengalami cedera. Kami sangat terpukul setelah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” ujar keluarga korban.

Keluarga menyebut kondisi korban saat ini masih membutuhkan perawatan. Berdasarkan informasi yang disampaikan keluarga, dokter juga telah menyampaikan kemungkinan adanya dampak jangka panjang terhadap kondisi fisik korban.

“Dokter menyampaikan bahwa cedera yang dialaminya cukup serius dan ada kemungkinan berdampak dalam jangka panjang. Kami hanya berharap dia bisa pulih dan mendapatkan penanganan terbaik,” kata keluarga korban.

Keluarga korban juga mengungkapkan bahwa dugaan kekerasan terhadap korban diduga bukan baru terjadi.

Menurutnya, saat menjalani perawatan di rumah sakit, korban menceritakan bahwa dirinya telah mengalami perundungan dan kekerasan sejak sebelumnya.

Korban bahkan mengaku pernah mengalami perlakuan berupa mulut dilakban agar tidak berteriak.

“Kami baru mengetahui semuanya sekarang. Selama ini dia tidak pernah cerita kepada orang tua karena takut diancam. Kami benar-benar tidak menyangka kalau selama ini dia mengalami perlakuan seperti itu,” ungkap keluarga korban.

Keluarga berharap polisi mengusut seluruh rangkaian dugaan kekerasan tersebut, termasuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat serta memastikan penyebab luka yang dialami korban berdasarkan hasil pemeriksaan medis.

“Kami menyerahkan proses hukum kepada polisi. Kami hanya meminta perkara ini diusut secara terang dan siapa pun yang terlibat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum,” ujar keluarga korban.

Hingga berita ini ditulis, perkara tersebut masih dalam proses penanganan kepolisian. Laporan yang dibuat korban menjadi dasar bagi aparat untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Editor : Fahrur Rozi

Berita Terkait

Tak Sekadar Menang, Siswa SMPS Darul Ulum Sumber Kuning Buktikan Daya Saing Lewat Cat
Indonesia Hajar Bangladesh 9-2, Garuda Melaju ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
Empat Bulan Abaikan Kritik GEMPA, Infrastruktur UIN Madura Dibiarkan Rusak dan Tak Layak
Mulai Besok! Warga Pamekasan Kategori Ini Bisa Berobat Gratis Cukup Bawa KTP
September Hitam di Pamekasan, Ruang Publik Jadi Panggung Ingatan Mahasiswa
Indonesia Ditahan Malaysia 0-0, Garuda Kesulitan Bermain dengan 10 Orang
Dari “Bupati Tong-Tong” ke Mandalika, Tong-Tong Sumenep Dibawa ke Panggung MotoGP
Asia Award Magazine 2026, Bani Insan Peduli Sabet Dua Pernggargaan dan Optimis Untuk Selalu Tebar Manfaat

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Dituduh Curi Uang, Santri di Pamekasan Diduga Dikeroyok hingga Alami Cedera Serius

Senin, 5 Oktober 2026 - 03:54 WIB

Tak Sekadar Menang, Siswa SMPS Darul Ulum Sumber Kuning Buktikan Daya Saing Lewat Cat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Indonesia Hajar Bangladesh 9-2, Garuda Melaju ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Empat Bulan Abaikan Kritik GEMPA, Infrastruktur UIN Madura Dibiarkan Rusak dan Tak Layak

Rabu, 30 September 2026 - 10:50 WIB

September Hitam di Pamekasan, Ruang Publik Jadi Panggung Ingatan Mahasiswa

Berita Terbaru

foto: Pelantikan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Sejumlah anggota Wantimpres mengikuti prosesi pelantikan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah

Rocky Gerung di Wantimpres, Soroti Arah Kebijakan Pemerintah

Jumat, 2 Okt 2026 - 11:57 WIB