ZERO.CO.ID, PAMEKASAN — Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) bersama Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) PCNU Pamekasan menggelar Diklat Santri WebPreneur pada 20–21 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kebun Baru dan Pondok Pesantren Sirojut Tholibin Taman Sari tersebut mengusung tema “Jihad Ekonomi Santri di Era Digital”.
Pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas santri dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pengembangan kewirausahaan. Di tengah perkembangan ekonomi berbasis internet, penguasaan teknologi dinilai menjadi salah satu bekal penting bagi santri untuk memperluas peluang usaha dan membangun kemandirian ekonomi.
Konsep WebPreneur dalam kegiatan ini menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi berbasis web untuk mendukung aktivitas usaha. Melalui pemanfaatan website, pemasaran digital, dan platform perdagangan daring, santri berpeluang memperluas jangkauan pasar, mempromosikan produk, serta mengembangkan usaha sesuai kebutuhan masyarakat.
Tema “Jihad Ekonomi Santri di Era Digital” juga menempatkan kemandirian ekonomi sebagai bagian dari kontribusi santri dalam kehidupan masyarakat. Selain memperkuat tradisi keilmuan dan pengabdian sosial, santri didorong untuk mengembangkan keterampilan produktif agar mampu menghadapi tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Kolaborasi LAKPESDAM dan LPNU PCNU Pamekasan menggabungkan upaya pengembangan sumber daya manusia dengan pemberdayaan ekonomi umat. Sinergi tersebut berpotensi memperkuat peran pesantren dalam mendorong lahirnya pelaku usaha yang mampu memanfaatkan teknologi digital.
Pesantren tidak hanya memiliki peran dalam pendidikan dan pembentukan karakter, tetapi juga berpotensi menjadi pusat pengembangan ekonomi masyarakat. Melalui pemanfaatan teknologi, santri dapat mengembangkan usaha berbasis produk pesantren, ekonomi kreatif, jasa digital, hingga pemasaran produk lokal.
Namun, keberhasilan pelatihan semacam ini tidak cukup diukur dari pelaksanaan kegiatan semata. Diperlukan evaluasi terhadap peningkatan kompetensi peserta, pendampingan setelah pelatihan, serta dukungan pengembangan usaha agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Melalui Diklat Santri WebPreneur, LAKPESDAM dan LPNU PCNU Pamekasan mendorong penguatan kapasitas santri agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus membangun kemandirian ekonomi. Keberlanjutan program diharapkan dapat membuka peluang bagi santri untuk mengembangkan usaha digital yang bermanfaat bagi pesantren dan masyarakat.






