ZERO.CO.ID, PAMEKASAN – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Madura (BEM FIA UNIRA) resmi menutup rangkaian Mafia Fest 2026 melalui Simposium Nasional dan Closing Ceremony di Aula Rektorat Lantai 3 Kampus UNIRA, Selasa (27/10/2026).
Simposium Nasional tersebut mengangkat tema “Lompatan Ekonomi Pulau Garam: Mengakselerasi Madura Menuju Episentrum Manufaktur Baru Jawa Timur”. Forum ini menjadi ruang diskusi mengenai peluang dan tantangan transformasi ekonomi Madura menuju kawasan industri manufaktur.
Kegiatan tersebut menghadirkan Mursuto Alfianto, S.H., M.H., selaku pemilik PT Jawara Internasional Djaya, serta Iswahyudi Oky Saputro, selaku Ketua Tim Kerja Pengembangan Penanaman Modal Provinsi Jawa Timur.
Diskusi membahas sejumlah isu strategis, mulai dari tata kelola kebijakan publik, kemudahan investasi, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan sumber daya manusia lokal. Berbagai aspek tersebut menjadi perhatian dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Madura berbasis industri manufaktur.
Memasuki agenda penutupan, Ketua Panitia Mafia Fest 2026, Moh. Rifal Febriansyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan sejak awal hingga puncak acara.
“Alhamdulillah, seluruh agenda Mafia Fest 2026 mulai dari berbagai kompetisi, Simposium Nasional, hingga Closing Ceremony hari ini dapat terlaksana dengan sukses. Terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi rekan-rekan panitia, dukungan jajaran pimpinan fakultas, pihak sponsor, serta antusiasme luar biasa dari seluruh peserta yang telah memeriahkan Mafia Fest tahun ini,” ujar Rifal.
Sementara itu, Gubernur BEM FIA UNIRA, Moh. Rianto, menegaskan bahwa penyelenggaraan Simposium Nasional merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap arah pembangunan ekonomi Madura.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengembangkan kreativitas, tetapi juga perlu terlibat dalam diskusi mengenai persoalan strategis daerah.
“Melalui Mafia Fest 2026, kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa FIA UNIRA tidak hanya unggul dalam kreativitas, tetapi juga peka terhadap isu-isu strategis daerah. Lewat Simposium Nasional ini, kami menghadirkan ruang dialektika untuk merumuskan langkah konkret agar Pulau Garam mampu melakukan lompatan ekonomi dan siap menjadi episentrum manufaktur baru yang menopang Jawa Timur, tentunya dengan tetap berpihak pada kesejahteraan masyarakat lokal,” tegas Rianto.
Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Administrasi UNIRA, Dr. Abdurahman, S.Sos., M.PSDM., yang hadir mewakili pimpinan fakultas, turut mengapresiasi penyelenggaraan Mafia Fest 2026 dan tema yang diangkat dalam simposium tersebut.
Ia menilai pembahasan mengenai percepatan ekonomi dan pengembangan manufaktur Madura relevan dengan bidang ilmu administrasi, sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan mengelola organisasi.
“Kami dari jajaran pimpinan fakultas sangat bangga melihat inisiatif dan kemandirian BEM FIA UNIRA yang berhasil mengemas Mafia Fest 2026 dengan sangat komprehensif. Tema akselerasi ekonomi dan manufaktur Madura yang diangkat dalam Simposium Nasional hari ini sangat relevan dengan disiplin ilmu administrasi. Ini menunjukkan kematangan berpikir mahasiswa sekaligus kemampuan manajerial organisasi yang luar biasa,” ungkap Abdurahman.
Abdurahman kemudian menutup secara resmi rangkaian Mafia Fest 2026.
Setelah prosesi penutupan dan penyerahan cendera mata kepada para narasumber, acara dilanjutkan dengan pengumuman serta penyerahan piala kepada para pemenang lomba. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan hiburan yang menjadi penanda berakhirnya Mafia Fest 2026.
Penulis : Mat Juhri
Editor : Abd Ghafur






