Ratusan Pengusaha Toko Kelontong Yogyakarta Bersatu, Dorong Kerukunan dan Kemajuan Bersama
YOGYAKARTA — Semangat kebersamaan dan keinginan untuk memajukan usaha toko kelontong di Yogyakarta mengemuka dalam pertemuan para pemilik toko kelontong yang digelar di Kantor LBH Aryawiraraja, Jalan Ringroad Selatan No. 69, Sokowaten, Tamanan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 300 pemilik toko kelontong dari berbagai wilayah di Yogyakarta. Pertemuan menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, membangun kerukunan, sekaligus mendorong terciptanya iklim usaha yang tertib dan sehat antarpelaku toko kelontong.
Salah satu agenda penting yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah upaya menjaga kerukunan dan ketertiban sesama pemilik toko kelontong. Para pelaku usaha didorong untuk tidak saling menjatuhkan, melainkan membangun kekuatan bersama agar seluruh anggota dapat berkembang dan maju secara berkelanjutan.
Semangat yang diusung bukan sekadar persaingan dalam menjalankan usaha, tetapi bagaimana toko-toko kelontong dapat menjadi sebuah keluarga besar yang saling memperkuat.
“Kita adalah organisasi keluarga yang mempunyai semangat untuk maju bersama, sehingga saling memperkuat antara satu dengan yang lain. Kami maknai organisasi adalah alat Untuk mewujudkan cita cita bersama,” demikian semangat yang disampaikan jugil Adiningrat Ketua Umum Keluarga Madura Yogyakarta (KMY) dalam pertemuan tersebut.
Selain membangun solidaritas, para pengusaha toko kelontong juga menyatakan dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan di wilayah Yogyakarta.
Mereka menegaskan pentingnya menjunjung semangat “Jogja Berhati Nyaman”, dengan menciptakan lingkungan usaha yang aman, tertib, harmonis, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami sangat mendukung pemerintahan Jogja untuk menjadikan Jogja tetap berhati nyaman,” tegasnya.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat organisasi dan jaringan para pemilik toko kelontong di Yogyakarta. Dengan jumlah anggota yang mencapai ratusan pelaku usaha, keberadaan organisasi diharapkan mampu menjadi wadah komunikasi, solidaritas, sekaligus sarana untuk memperjuangkan kepentingan bersama.
Para pengusaha toko kelontong pun sepakat bahwa kemajuan tidak harus dicapai dengan saling mengalahkan. Sebaliknya, dengan kerukunan, ketertiban, solidaritas, dan semangat maju bersama, toko kelontong di Yogyakarta diharapkan semakin kuat serta mampu menjadi bagian penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Dari toko kelontong untuk Yogyakarta: bersatu, tertib, saling menguatkan, dan maju bersama demi Jogja yang tetap berhati nyaman.






