Dear Jatim Sebut Anggota DPRD Sumenep Diduga Paling Banyak Bermain Dana Pokir

- Reporter

Sabtu, 13 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

seorang anggota DPRD berinisial IW disebut-sebut paling banyak terlibat dalam penyimpangan dana aspirasi rakyat. (Foto: Istimewa)

seorang anggota DPRD berinisial IW disebut-sebut paling banyak terlibat dalam penyimpangan dana aspirasi rakyat. (Foto: Istimewa)

Zero, Sumenep Aktivis Dear Jatim melaporkan dugaan tindak pidana korupsi dana Pokok Pikiran Rakyat (Pokir) DPRD Sumenep ke Polres Sumenep pada 31 Mei 2024. Dalam laporan tersebut, seorang anggota DPRD berinisial IW disebut-sebut paling banyak terlibat dalam penyimpangan dana aspirasi rakyat.

Aktivis Dear Jatim, M. Ferdy Dwi Hidayat, mengungkapkan adanya dugaan praktik “jual beli” Pokir dengan potongan proyek mencapai 30 persen melalui koordinator lapangan (korlap).

Ia juga menyebut sejumlah proyek Pokir bermasalah, seperti tumpang tindih, fiktif, hingga tidak sesuai dalam Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ).

Hampir semua pokir DPRD Sumenep bermasalah, tapi yang paling nampak milik DPRD IW. Dia menarik fee 25 persen dari anggaran, bahkan diduga mengerjakan sendiri dan mendatangkan bahan sendiri di salah satu desa Dapil 4,” kata Ferdy, Sabtu (31/5) Siang.

Menurutnya, dugaan penyimpangan itu terjadi sejak Tahun Anggaran 2021 hingga 2023. Pada 2021, dana dialokasikan melalui kelompok masyarakat, sementara pada 2022–2023 disalurkan dalam bentuk Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa yang langsung masuk ke kas desa.

Sebelumnya, Polres Sumenep telah memeriksa puluhan kepala desa serta sejumlah saksi terkait kasus ini. Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Agus Rusdiyanto, menyatakan pemeriksaan terhadap beberapa anggota legislatif akan dilakukan untuk memperjelas alur pengusulan hingga realisasi dana Pokir.

Penulis : Abd. Ghafur

Editor : Fahrur Rozi

Berita Terkait

Informasi Warga Bantu Polisi Ungkap Peredaran Miras di Sapeken
Diduga Milik Ayah Anggota DPRD, Tambang Ilegal di Sumenep Beroperasi Bebas
Babak Baru Dugaan Korupsi Proyek Jalan Rp2,9 Miliar, Kejari Geledah Kantor PUPR Pamekasan
Sudah Dilaporkan Sejak Juli 2026, Kasus Pembobolan SDN Banyubulu 3 Belum Juga Terungkap
Kasus Perusakan Lahan di Bulangan Barat jadi PR Kapolres Pamekasan yang Baru
Oknum LC di Sumenep Berinisial S Dilaporkan ke Polisi, Diduga Cemarkan Nama Baik di Media Sosial
Alam Sumenep Terus Dikeruk, Galian C Menjamur di Tiga Kecamatan, Siapa Membiarkan?
Dari Rp4,19 Miliar ke Rp2,20 Miliar: LHKPN Kapolresta Sumenep Berubah Drastis

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Informasi Warga Bantu Polisi Ungkap Peredaran Miras di Sapeken

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:14 WIB

Diduga Milik Ayah Anggota DPRD, Tambang Ilegal di Sumenep Beroperasi Bebas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Babak Baru Dugaan Korupsi Proyek Jalan Rp2,9 Miliar, Kejari Geledah Kantor PUPR Pamekasan

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:15 WIB

Sudah Dilaporkan Sejak Juli 2026, Kasus Pembobolan SDN Banyubulu 3 Belum Juga Terungkap

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 01:31 WIB

Kasus Perusakan Lahan di Bulangan Barat jadi PR Kapolres Pamekasan yang Baru

Berita Terbaru