JAKARTA — Purbaya Yudhi Sadewa tak lagi menjabat Menteri Keuangan. Pada 14 September 2026, Presiden Prabowo Subianto menggantinya dengan Suahasil Nazara. Pergantian itu berlangsung sekitar delapan bulan setelah Immanuel Ebenezer alias Noel menyampaikan peringatan terbuka kepada Purbaya.
Peringatan “Di-Noel-kan”
Pada 26 Januari 2026, Noel meminta Purbaya berhati-hati. Saat itu Noel mengaku memperoleh “informasi A1” yang menyebut Purbaya akan “di-Noel-kan”.
Istilah itu disampaikan ketika Noel tengah menghadapi perkara dugaan pemerasan di Kementerian Ketenagakerjaan. Ia mengatakan modus yang akan dihadapi Purbaya “hampir sama” dengan apa yang dialaminya.
Noel tidak menjelaskan secara rinci siapa sumber informasi tersebut maupun apa bentuk ancaman yang dimaksud. Namun ia mengatakan ada pihak-pihak yang kepentingannya terganggu oleh kebijakan Purbaya.
“Pesta Para Bandit”

Peringatan Noel kemudian menjadi lebih spesifik. Ia menyebut adanya “pesta para bandit” yang terganggu.
“Siapa pun yang mengganggu pesta para bandit-bandit ini, mereka akan melepaskan anjing liar untuk gigit Pak Purbaya,” ujar Noel.
Menurut Noel, pihak yang dimaksud berkaitan dengan aktivitas pasar gelap dan barang-barang yang tidak membayar pajak. Ia juga menyinggung perdagangan pakaian bekas serta mesin tertentu.
Namun Noel tidak menyebut nama pihak yang ia sebut sebagai “bandit”. Ia juga tidak menjelaskan siapa “anjing liar” yang menurutnya akan dilepaskan untuk menggigit Purbaya.
Purbaya Memilih Tenang
Purbaya ketika itu tidak menunjukkan kekhawatiran. Ia mengaku tidak memahami maksud pernyataan Noel dan menegaskan akan tetap menjalankan tugasnya.
Purbaya mengatakan selama bekerja secara lurus dan bersih, tidak ada alasan untuk takut.
Pernyataan tersebut menutup polemik untuk sementara. Tidak ada bukti yang kemudian menunjukkan bahwa ancaman sebagaimana disebut Noel benar-benar terjadi.
Kursi Menteri Berpindah

Delapan bulan kemudian, situasinya berubah. Purbaya dicopot dari jabatan Menteri Keuangan dan digantikan Suahasil Nazara.
Pergantian tersebut tidak otomatis membuktikan klaim Noel. Pemerintah tidak menyatakan bahwa pencopotan Purbaya berkaitan dengan peringatan, “bandit”, atau “anjing liar” yang pernah disebut Noel.
Namun pergantian itu membuat pernyataan lama Noel kembali menarik perhatian.
Sebab, pada Januari lalu, ketika Purbaya masih menjadi Menteri Keuangan, Noel sudah berbicara tentang adanya pihak yang kepentingannya terganggu dan mengaku memiliki “informasi A1” mengenai masa depan Purbaya.
Kini, Purbaya telah meninggalkan kursi tersebut.
Apa Isi “Informasi A1”?
Pertanyaan yang tersisa bukan apakah Noel telah “meramalkan” pencopotan Purbaya.
Yang lebih penting adalah apa sebenarnya yang dimaksud Noel ketika mengatakan memiliki “informasi A1”.
Siapa “bandit” yang disebut menggelar pesta? Kepentingan apa yang terganggu oleh kebijakan Purbaya? Dan siapa “anjing liar” yang menurut Noel akan dilepaskan?
Hingga kini, tidak ada jawaban terbuka atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Yang tersisa adalah sebuah pernyataan pada Januari 2026 dan pergantian Menteri Keuangan pada September 2026.






