Purbaya Soroti Potensi Permainan Distribusi Pita Cukai Rokok

- Reporter

Senin, 22 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purbaya Yudhi Sadewa adalah seorang ekonom dan insinyur Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia sejak 8 September 2025 (Foto : Istimewa)

Purbaya Yudhi Sadewa adalah seorang ekonom dan insinyur Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia sejak 8 September 2025 (Foto : Istimewa)

Zero, Ekonomi – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah sedang meninjau ulang struktur dan mekanisme cukai rokok. Kajian tersebut termasuk potensi adanya penyimpangan dalam distribusi pita cukai.

“Saya akan melihat lagi. Saya belum menganalisis secara mendalam seperti apa mekanisme cukai rokok itu. Katanya ada permainan, di mana permainannya,” kata Purbaya, Senin (15/9).

Menurutnya, keputusan lanjutan terkait struktur cukai, termasuk kemungkinan penyesuaian porsi tarif, akan menunggu hasil studi dan analisis lapangan.

Di sisi industri, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menilai profitabilitas masih rentan di tengah kenaikan cukai yang belum sepenuhnya dapat diimbangi melalui penyesuaian harga.

“Kenaikan cukai yang sudah terjadi belum seluruhnya terkompensasi oleh kenaikan harga yang proporsional,” ujar Direktur & Corporate Secretary GGRM, Heru Budiman, dalam Public Expose perusahaan.

Heru menambahkan, meski tidak ada kenaikan cukai pada 2025, kinerja belum otomatis membaik karena dampak kebijakan sebelumnya masih membebani.

Laporan keuangan GGRM menunjukkan beban produksi tetap tinggi. Pos pita cukai, PPN, dan pajak rokok dalam beban pokok pendapatan mencapai Rp32,89 triliun per 30 Juni 2025, turun dari Rp38,17 triliun pada periode sama 2024.

Kinerja emiten rokok tersebut juga tercermin dalam catatan riset Maybank Sekuritas. Pada semester I-2025, GGRM membukukan laba bersih Rp117 miliar, anjlok 87% secara tahunan dan baru memenuhi 12% dari estimasi konsensus. Pendapatan turun 11% yoy menjadi Rp44,4 triliun. Margin laba kotor tergerus menjadi 8,5%, sedangkan margin laba usaha hanya 1,2%.

Maybank Sekuritas menilai ruang pemulihan kinerja emiten rokok masih terbatas. Faktor penekannya antara lain regulasi yang semakin ketat, pergeseran konsumsi ke segmen harga rendah, melemahnya daya beli, meningkatnya kesadaran kesehatan, serta arah kebijakan pemerintah yang konsisten menekan konsumsi rokok.

Penulis : Zakiatul Maulidiyah

Editor : Fahrur Rozi

Berita Terkait

Babinsa Koramil 0826-04 Galis Lakukan Bimbingaan Untuk Hasil Pertanian Yang Optimal
Menu Makanan Sesuai BGN, SPPG Yayasan Ibnu Bachir Jadi Percontohan
Jumat Berkah, Gadai Mas Bangkalan Gelar Aksi Sosial untuk Warga Sekitar
Tokoh Muda Karismatik Asli Pamekasan ini Pimpin Persatuan Pengusaha Rokok Indonesia
Gelombang Protes Usai Madas Disebut Terapkan Aturan Sepihak di Warung Madura
Menkeu Pastikan Cukai Rokok Tidak Naik pada 2026
Harga Tembakau Merosot, Pamekasan Kembali Alami Masa Suram Era Kholilurrahman 2008–2013
Pulsa Berlebih Kini Bisa Jadi Saldo, Begini Caranya

Berita Terkait

Kamis, 20 November 2025 - 07:16 WIB

Babinsa Koramil 0826-04 Galis Lakukan Bimbingaan Untuk Hasil Pertanian Yang Optimal

Senin, 10 November 2025 - 22:50 WIB

Menu Makanan Sesuai BGN, SPPG Yayasan Ibnu Bachir Jadi Percontohan

Jumat, 7 November 2025 - 10:19 WIB

Jumat Berkah, Gadai Mas Bangkalan Gelar Aksi Sosial untuk Warga Sekitar

Rabu, 1 Oktober 2025 - 16:00 WIB

Tokoh Muda Karismatik Asli Pamekasan ini Pimpin Persatuan Pengusaha Rokok Indonesia

Sabtu, 27 September 2025 - 17:25 WIB

Gelombang Protes Usai Madas Disebut Terapkan Aturan Sepihak di Warung Madura

Berita Terbaru