Dikonfirmasi Tak Digubris, Travel Rute Sumenep–Malang Bungkam Soal Keluhan Penumpang

- Reporter

Kamis, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

Zero.co.id, Sumenep – Sikap tidak kooperatif ditunjukkan oleh pihak travel rute Sumenep–Malang terkait keluhan penumpang yang mencuat ke publik. Hingga berita ini diterbitkan, pihak travel memilih bungkam dan tidak memberikan klarifikasi atas dugaan pelayanan yang merugikan pelanggan.

Upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi melalui WhatsApp tidak membuahkan hasil. Pesan yang dikirim hanya berstatus terbaca tanpa ada balasan. Tidak hanya itu, saat dihubungi melalui sambungan telepon, pihak admin sempat mengangkat panggilan, namun tidak memberikan respons apapun.

Ketika redaksi mencoba mengajukan pertanyaan dan meminta hak jawab terkait persoalan yang terjadi, sambungan telepon justru langsung diputus secara sepihak. Sikap tersebut menimbulkan kesan menghindari tanggung jawab atas keluhan yang berkembang.

Padahal sebelumnya, keluhan serius datang dari seorang penumpang bernama Niko yang mengaku mengalami ketidaknyamanan selama perjalanan dari Sumenep menuju Malang.

Ia menyebut telah memesan dua kursi di bagian belakang kendaraan, namun dalam praktiknya kursi tersebut diisi oleh tiga penumpang. Kondisi itu membuat ruang duduk menjadi sempit dan jauh dari kata nyaman.

Situasi tersebut memicu protes dari penumpang, namun tidak berujung pada solusi. Bahkan, penumpang memilih menghentikan perjalanan sebelum tujuan akhir karena merasa tidak nyaman.

Tidak hanya itu, penumpang juga mengaku diturunkan di lokasi yang tidak sesuai permintaan, yakni di luar area Terminal Sampang dengan jarak tempuh sekitar 10 menit berjalan kaki.

Sebelumnya, menurut Niko, pihak admin travel sempat menyatakan kepada ayahnya bahwa berdasarkan data pemesanan, kursi belakang hanya untuk dua orang. Jika terjadi kelebihan penumpang, hal itu disebut sebagai keputusan sopir di lapangan.

Namun hingga kini, tidak ada penjelasan lanjutan maupun klarifikasi resmi dari pihak manajemen travel. Sikap bungkam ini justru memperkuat dugaan adanya kelalaian dalam pengawasan dan pelayanan terhadap penumpang.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya transparansi dan tanggung jawab pelaku usaha transportasi terhadap konsumen. Ketika keluhan diabaikan dan konfirmasi tidak direspons, kepercayaan publik pun dipertaruhkan.

Publik kini menanti, apakah pihak travel akan memberikan penjelasan terbuka atau tetap memilih diam di tengah sorotan yang terus berkembang.

 

 

Berita Terkait

Lomba Tiga Roda Jadi Ikon Perayaan HUT RI Ke-81 di Sapeken
Siapa yang Menikmati Anggaran Publikasi Rp126,2 Juta Disbudporapar Sumenep?
Aksi Humanis Anggota Satlantas Polresta Sumenep, Bantu Amankan Sayuran Korban Kecelakaan
Pick Up Pengangkut Sayur Tabrak Tiang Listrik di Jalan Trunojoyo Sumenep, Satu Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
Verifikasi Berlapis Jadi Kunci Penyaluran Bantuan RTLH di Sumenep
Diduga Milik Ayah Anggota DPRD, Tambang Ilegal di Sumenep Beroperasi Bebas
Aksi Penutupan Mr. Ball Tak Terwujud, Publik Soroti Penggunaan Nama Tokoh Agama
Pemkab Sumenep Anggarkan Pembangunan Gedung APHT Rp3,2 Miliar, Dear Jatim: Tuntaskan Dulu Dugaan Korupsi KIHT

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Lomba Tiga Roda Jadi Ikon Perayaan HUT RI Ke-81 di Sapeken

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Siapa yang Menikmati Anggaran Publikasi Rp126,2 Juta Disbudporapar Sumenep?

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:49 WIB

Aksi Humanis Anggota Satlantas Polresta Sumenep, Bantu Amankan Sayuran Korban Kecelakaan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Pick Up Pengangkut Sayur Tabrak Tiang Listrik di Jalan Trunojoyo Sumenep, Satu Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:29 WIB

Verifikasi Berlapis Jadi Kunci Penyaluran Bantuan RTLH di Sumenep

Berita Terbaru