Zero.co.id, Sumenep – Sikap tidak kooperatif ditunjukkan oleh pihak travel rute Sumenep–Malang terkait keluhan penumpang yang mencuat ke publik. Hingga berita ini diterbitkan, pihak travel memilih bungkam dan tidak memberikan klarifikasi atas dugaan pelayanan yang merugikan pelanggan.
Upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi melalui WhatsApp tidak membuahkan hasil. Pesan yang dikirim hanya berstatus terbaca tanpa ada balasan. Tidak hanya itu, saat dihubungi melalui sambungan telepon, pihak admin sempat mengangkat panggilan, namun tidak memberikan respons apapun.
Ketika redaksi mencoba mengajukan pertanyaan dan meminta hak jawab terkait persoalan yang terjadi, sambungan telepon justru langsung diputus secara sepihak. Sikap tersebut menimbulkan kesan menghindari tanggung jawab atas keluhan yang berkembang.
Padahal sebelumnya, keluhan serius datang dari seorang penumpang bernama Niko yang mengaku mengalami ketidaknyamanan selama perjalanan dari Sumenep menuju Malang.
Ia menyebut telah memesan dua kursi di bagian belakang kendaraan, namun dalam praktiknya kursi tersebut diisi oleh tiga penumpang. Kondisi itu membuat ruang duduk menjadi sempit dan jauh dari kata nyaman.
Situasi tersebut memicu protes dari penumpang, namun tidak berujung pada solusi. Bahkan, penumpang memilih menghentikan perjalanan sebelum tujuan akhir karena merasa tidak nyaman.
Tidak hanya itu, penumpang juga mengaku diturunkan di lokasi yang tidak sesuai permintaan, yakni di luar area Terminal Sampang dengan jarak tempuh sekitar 10 menit berjalan kaki.
Sebelumnya, menurut Niko, pihak admin travel sempat menyatakan kepada ayahnya bahwa berdasarkan data pemesanan, kursi belakang hanya untuk dua orang. Jika terjadi kelebihan penumpang, hal itu disebut sebagai keputusan sopir di lapangan.
Namun hingga kini, tidak ada penjelasan lanjutan maupun klarifikasi resmi dari pihak manajemen travel. Sikap bungkam ini justru memperkuat dugaan adanya kelalaian dalam pengawasan dan pelayanan terhadap penumpang.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya transparansi dan tanggung jawab pelaku usaha transportasi terhadap konsumen. Ketika keluhan diabaikan dan konfirmasi tidak direspons, kepercayaan publik pun dipertaruhkan.
Publik kini menanti, apakah pihak travel akan memberikan penjelasan terbuka atau tetap memilih diam di tengah sorotan yang terus berkembang.






