Kanit Pidum Satrekrim Polres Sumenep Disudutkan, Praktisi Hukum: Pemberitaan Harus Hargai Prinsip Praduga Tak Bersalah

- Reporter

Jumat, 1 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Zubairi, S.H Advokat dari HBB Law Firm And Partners

Foto : Zubairi, S.H Advokat dari HBB Law Firm And Partners

SUMENEP, Zero.co.id – Praktisi hukum Zubairi, S.H., buka suara menanggapi pemberitaan yang dinilai menyudutkan Kanit Pidum Satreskrim Polres Sumenep, Aiptu Asmuni, S.H., M.Kn., terkait penanganan kasus pencurian sepeda motor Yamaha NMax yang menyeret nama seorang terduga pelaku insial RM

Dalam keterangannya, Zubairi menyebut pernyataan Aiptu Asmuni soal status DPO (Daftar Pencarian Orang) terhadap Rama merupakan bentuk penegakan hukum yang sesuai dengan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana.

“Status DPO adalah bagian dari prosedur hukum yang sah. Ketika penyidik menyampaikan informasi ini, justru menunjukkan keterbukaan. Bukan penghindaran tanggung jawab,” tegas Zubairi, Kamis (31/07/2025).
Menurut Zubairi, tuduhan bahwa Kanit Pidum “melempar tanggung jawab” sebagaimana diberitakan oleh salah satu media lokal tidak sejalan dengan prinsip jurnalisme yang sehat. Ia menyoroti pentingnya penerapan asas praduga tak bersalah, yang juga menjadi amanat dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya Pasal 5 Ayat (1).

“Media wajib menyampaikan informasi secara berimbang dan tidak tendensius. Apalagi jika menyangkut reputasi aparat penegak hukum. Kita tidak bisa menghakimi seseorang hanya dari satu sisi,” lanjutnya.

Zubairi juga menanggapi isu liar soal dugaan “uang pengondisian” dalam penanganan perkara tersebut. Ia mengingatkan bahwa tuduhan semacam itu tak bisa dijadikan konsumsi publik tanpa dasar bukti yang jelas dan proses hukum yang sah.

“Kalau memang ada bukti kuat soal penyimpangan, laporkan secara resmi. Jangan justru dibangun opini tanpa landasan hukum yang bisa merusak nama baik seseorang,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa dalam penyidikan, penetapan status DPO atau tersangka sering kali belum dipublikasikan secara luas karena masih bersifat internal dan tertutup. Hal ini sesuai dengan prinsip kehati-hatian sebagaimana diatur dalam Perkap No. 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana.

Dalam penanganan perkara tersebut, Aiptu Asmuni disebut menjabat setelah proses awal penyidikan berjalan. Pernyataan yang ia sampaikan ke media justru dinilai Zubairi sebagai bentuk akuntabilitas.

“Beliau menyampaikan status DPO secara terbuka, itu bagian dari transparansi. Tidak semua personil berani bicara seperti itu di depan publik,” ujar Zubairi.

Ia pun menegaskan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh pemberitaan yang hanya mengejar sensasi, dan menyerahkan proses sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

“Biarkan hukum yang bicara. Jika ada pelanggaran, ada saluran resmi untuk menanganinya. Tapi jangan menghakimi seseorang hanya dari asumsi atau opini,” pungkasnya.

Penulis : Adit

Editor : Andi

Berita Terkait

Indonesia Hajar Bangladesh 9-2, Garuda Melaju ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
Empat Bulan Abaikan Kritik GEMPA, Infrastruktur UIN Madura Dibiarkan Rusak dan Tak Layak
Mulai Besok! Warga Pamekasan Kategori Ini Bisa Berobat Gratis Cukup Bawa KTP
September Hitam di Pamekasan, Ruang Publik Jadi Panggung Ingatan Mahasiswa
Duga Bekingi Tambang Ilegal, PC PMII Kecam Polres Pamekasan
Indonesia Ditahan Malaysia 0-0, Garuda Kesulitan Bermain dengan 10 Orang
Bukan Sekadar Rivalitas! Indonesia vs Malaysia Berebut Momentum ke Final
Pelaku Penganiyaan Anak di Sumenep, Jaksa Tuntut 6 Bulan

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Indonesia Hajar Bangladesh 9-2, Garuda Melaju ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Empat Bulan Abaikan Kritik GEMPA, Infrastruktur UIN Madura Dibiarkan Rusak dan Tak Layak

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Mulai Besok! Warga Pamekasan Kategori Ini Bisa Berobat Gratis Cukup Bawa KTP

Rabu, 30 September 2026 - 10:50 WIB

September Hitam di Pamekasan, Ruang Publik Jadi Panggung Ingatan Mahasiswa

Senin, 28 September 2026 - 15:33 WIB

Indonesia Ditahan Malaysia 0-0, Garuda Kesulitan Bermain dengan 10 Orang

Berita Terbaru

foto: Pelantikan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Sejumlah anggota Wantimpres mengikuti prosesi pelantikan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah

Rocky Gerung di Wantimpres, Soroti Arah Kebijakan Pemerintah

Jumat, 2 Okt 2026 - 11:57 WIB