KPK Selidiki Dugaan Korupsi Kuota Haji: Menag Yaqut & Wamenag Saiful Terancam Diperiksa

- Reporter

Minggu, 27 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Gedung merah putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Foto : Gedung merah putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

JAKARTA, Zero.co.id — Awan gelap menggantung di atas Kementerian Agama RI. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi tengah mendalami dugaan korupsi dalam pengelolaan kuota haji Indonesia, yang menyeret nama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Wakil Menteri Saiful Rahmat Dasuki.

Dalam keterangan resminya, Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan bahwa penyelidikan saat ini telah menyasar ke sejumlah pihak penyelenggara haji, termasuk travel dan agen pelaksana ibadah haji khusus.

“Kami mulai dari penyelenggaranya, terutama travel. Karena merekalah penerima akhir dari kuota sebelum sampai ke masyarakat,” ungkap Asep, Kamis (24/7/2025).

KPK menelusuri dugaan pengalihan kuota haji tambahan yang semestinya diperuntukkan bagi jemaah reguler, namun diduga dialihkan ke jalur haji khusus. Langkah ini diduga merugikan ribuan calon jemaah yang harus antre hingga puluhan tahun.

“Kuota tambahan 20 ribu itu, jika digunakan tidak sesuai prosedur, jelas menyalahi aturan dan merugikan masyarakat luas. Itu yang sedang kami cermati,” tegas Asep.

Kasus ini mencuat usai laporan resmi dari Gerakan Aktivis Mahasiswa UBK Bersatu (GAMBU) dilayangkan ke KPK pada 31 Juli 2024. Dalam laporannya, GAMBU menyebut Menag dan Wamenag telah melakukan penyalahgunaan kewenangan dengan mengalihkan sekitar 8.400 kuota haji reguler ke jalur haji khusus tanpa persetujuan DPR.

“Ini pelanggaran serius terhadap UU No. 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Pemerintah seharusnya fokus memperpendek antrean, bukan justru mengurangi kuota jemaah reguler,” tegas Arya, Ketua GAMBU.

GAMBU mendesak KPK untuk tidak tebang pilih dan segera memanggil serta memeriksa semua pihak, termasuk petinggi Kementerian Agama.

KPK tidak menutup kemungkinan akan memanggil langsung Menag Yaqut dan Wamenag Saiful bila ditemukan indikasi kuat keterlibatan mereka dalam praktik pengalihan kuota.

“Penyelidikan ini bertahap. Bila dari penyelenggara dan travel ditemukan keterkaitan ke pimpinan, tentu akan kami panggil,” kata Asep.

Publik kini menunggu langkah konkret KPK dalam membongkar dugaan praktik jual-beli kuota haji yang dinilai sangat tidak etis di tengah deretan panjang antrean jemaah Indonesia.

Berita Terkait

Dandim Pamekasan Resmikan Jembatan Garuda, di Kecamatan Batu Marmar
Generasi ‘Z’ Adalah Ujung Tombak PDI Perjuangan di Pemilu 2029.
Serda Farit Perio Santoso, Bantu Bajak Sawah Milik Warga Binaanya Demi Meningkatkan Ketahanan Pangan.
Sertu Nurudin, Komsos di Desa Tampojung Tenggina Untuk Dengarkan Keluhan Warga Binaanya
Serda Andi Lutfi Perkuat Usaha Home Idustri Warga Binaanya di Desa Tampojung Tengah
Serda M. Nurhidayat, Dampingi Kegiatan Posyandu
Kembali Dapatkan 3 Tropi Emas di Atletik Fosfat SMAPA 2026
Potret Ketimpangan: Warga Kepulauan Giliraja Perbaiki Jalan Tanpa Bantuan Pemerintah

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:28 WIB

Dandim Pamekasan Resmikan Jembatan Garuda, di Kecamatan Batu Marmar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:03 WIB

Generasi ‘Z’ Adalah Ujung Tombak PDI Perjuangan di Pemilu 2029.

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:30 WIB

Serda Farit Perio Santoso, Bantu Bajak Sawah Milik Warga Binaanya Demi Meningkatkan Ketahanan Pangan.

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:25 WIB

Sertu Nurudin, Komsos di Desa Tampojung Tenggina Untuk Dengarkan Keluhan Warga Binaanya

Rabu, 6 Mei 2026 - 05:58 WIB

Serda Andi Lutfi Perkuat Usaha Home Idustri Warga Binaanya di Desa Tampojung Tengah

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page