Dari Potensi Pertanian ke Peluang Ekonomi, KKN Posko 21 Dorong Pemasaran Trichoderma Desa Bajang

- Reporter

Senin, 17 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto: Mahasiswa KKN Posko 21 bersama kelompok tani, PKK, aparat desa, dan masyarakat Desa Bajang berfoto bersama usai workshop pengembangan pemasaran agen hayati Trichoderma di Balai Desa Bajang, Kecamatan Pakong, Pamekasan.

foto: Mahasiswa KKN Posko 21 bersama kelompok tani, PKK, aparat desa, dan masyarakat Desa Bajang berfoto bersama usai workshop pengembangan pemasaran agen hayati Trichoderma di Balai Desa Bajang, Kecamatan Pakong, Pamekasan.

ZERO. CO. ID, PAMEKASAN – Produk agen hayati Trichoderma yang dikembangkan masyarakat Desa Bajang, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, didorong untuk tidak hanya dimanfaatkan dalam lingkup terbatas, tetapi juga dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi yang mampu menjangkau pasar lebih luas.

Upaya tersebut dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 21 Desa Bajang melalui workshop bertema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Pemasaran Agen Hayati Trichoderma untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Desa Bajang”, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Bajang sejak pukul 07.30 WIB itu menjadi bagian dari program KKN Posko 21 untuk mendorong pengembangan potensi lokal sekaligus memperkuat strategi pemasaran produk agen hayati Trichoderma yang telah dikembangkan masyarakat setempat.

Workshop tersebut diikuti Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), kelompok tani Desa Bajang, ibu-ibu PKK, aparat Pemerintah Desa Bajang, serta mahasiswa KKN Posko 21.

Koordinator Desa KKN Posko 21, Moh Raihan Dzikri Rabbani, mengatakan perluasan pemasaran menjadi salah satu langkah penting agar produk Trichoderma dapat dikenal lebih luas.

“Kami berharap produk Trichoderma tidak hanya dikenal di lingkungan Desa Bajang, tetapi dapat dipasarkan kepada masyarakat dengan jangkauan yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengembangan produk tersebut juga diharapkan mampu membawa nama Desa Bajang melalui produk pertanian yang dihasilkan dan dikembangkan oleh masyarakat setempat.

Desa Bajang memiliki potensi besar di sektor pertanian. Sebagian masyarakat menggantungkan mata pencaharian pada sektor tersebut dengan komoditas yang berkembang mengikuti musim, seperti padi pada musim penghujan dan tembakau pada musim kemarau.

Potensi tersebut menjadi modal penting dalam pengembangan berbagai inovasi pertanian yang tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga keberlanjutan serta peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Salah satu inovasi yang memiliki peluang untuk dikembangkan adalah agen hayati Trichoderma. Produk tersebut dinilai dapat mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan sekaligus berpotensi menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Namun, pengembangan Trichoderma masih menghadapi tantangan dalam hal pemasaran dan pengenalan produk kepada masyarakat di luar Desa Bajang. Selama ini, pemanfaatan dan pemasaran produk tersebut masih terbatas sehingga diperlukan strategi yang lebih terarah.

Melalui workshop tersebut, KKN Posko 21 mendorong masyarakat untuk tidak hanya memahami manfaat Trichoderma, tetapi juga memiliki kemampuan dalam memperkenalkan dan memasarkan produk.

Materi dan pembahasan kegiatan diarahkan pada penguatan strategi pemasaran, mulai dari membangun identitas atau branding produk, menentukan sasaran pasar, memperkenalkan produk kepada calon konsumen, hingga memanfaatkan berbagai media untuk memperluas jangkauan pemasaran.

Ketua Kelompok Tani Desa Bajang, Ahmad Syafi’i, bersama Sekretaris Kelompok Tani, Sufahol, berharap pengembangan Trichoderma dapat memberikan dampak lebih luas.

Mereka berharap produk tersebut tidak hanya mengalami peningkatan dalam aspek branding, tetapi juga mampu mengangkat nama Desa Bajang melalui produk pertanian yang dikembangkan oleh masyarakat setempat.

Pengembangan produk juga diarahkan dengan melibatkan masyarakat dalam mendukung keberlanjutan produksinya. Salah satunya melalui pemanfaatan limbah rumah tangga, seperti air beras, yang dapat dikumpulkan masyarakat untuk kemudian disalurkan kepada kelompok tani sebagai bahan pendukung pengembangan Trichoderma.

Langkah tersebut membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut terlibat dalam proses pengembangan produk. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga dapat memberikan dukungan terhadap keberlanjutan produksi sekaligus membantu memperkenalkan dan memasarkan produk Trichoderma.

Dari sisi ekonomi, perluasan pemasaran menjadi peluang untuk meningkatkan nilai tambah produk yang selama ini pemanfaatannya masih terbatas. Apabila dikelola secara berkelanjutan, Trichoderma berpotensi berkembang menjadi produk bernilai jual dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Bajang.

Selain itu, pengembangan Trichoderma juga sejalan dengan upaya mendorong pertanian berkelanjutan. Pemanfaatan agen hayati dapat menjadi salah satu bagian dari inovasi pertanian yang lebih memperhatikan aspek lingkungan.

KKN Posko 21 berharap pengembangan produk tersebut tidak berhenti setelah masa pelaksanaan KKN selesai. Kelompok tani, masyarakat, dan Pemerintah Desa Bajang diharapkan dapat melanjutkan produksi, menjaga kualitas produk, serta memperluas jaringan pemasaran.

Keberlanjutan program menjadi penting agar Trichoderma tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan KKN, tetapi dapat berkembang sebagai salah satu potensi unggulan Desa Bajang.

Dengan pengelolaan dan pemasaran yang semakin baik, Trichoderma diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, yakni mendukung sektor pertanian yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat Desa Bajang.

Penulis : Mat Juhri

Editor : Abd Ghafur

Berita Terkait

Ampas Tahu Disulap Jadi Produk Bernilai, KKN UIN Madura Dorong Inovasi UMKM di Klompang Barat
Kolaborasi Lintas Kampus Jadi Modal Pengabdian, KKN UIN Madura dan STAIFA Kadur Satukan Langkah
AMPD Tagih Klarifikasi Kemenag, Diamnya Pemerintah Dinilai Perpanjang Polemik Pengisian Jabatan Strategis
Melalui Workshop Komisi Etik Penelitian, FPSH UMM Perkuat Riset dan Publikasi Bereputasi 
Melalui Seminar Nasional Cybergogy, Pendidikan Matematika FPSH UMM Dorong Transformasi Pembelajaran Digital
Urgensi Pendidikan Pesantren
Direktur Kemahasiswaan Unesa Resmi Buka Rakorda IMMAPSI Jatim, Bahas Arah Kebijakan Pendidikan Nasional
Teguhkan Keunggulan, SDU Permata Mulia Malang Kuatkan Kurikulum Project–STEAM–Leadership

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 03:12 WIB

Dari Potensi Pertanian ke Peluang Ekonomi, KKN Posko 21 Dorong Pemasaran Trichoderma Desa Bajang

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:18 WIB

Ampas Tahu Disulap Jadi Produk Bernilai, KKN UIN Madura Dorong Inovasi UMKM di Klompang Barat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 04:50 WIB

Kolaborasi Lintas Kampus Jadi Modal Pengabdian, KKN UIN Madura dan STAIFA Kadur Satukan Langkah

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:42 WIB

AMPD Tagih Klarifikasi Kemenag, Diamnya Pemerintah Dinilai Perpanjang Polemik Pengisian Jabatan Strategis

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:19 WIB

Melalui Workshop Komisi Etik Penelitian, FPSH UMM Perkuat Riset dan Publikasi Bereputasi 

Berita Terbaru