ZERO. CO. ID, PAMEKASAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Madura Posko 12 Desa Klompang Barat mendorong masyarakat untuk melihat limbah sebagai peluang usaha. Gagasan tersebut diperkenalkan melalui Seminar Kewirausahaan dan Inovasi Potensi Desa yang digelar di Balai Desa Klompang Barat, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya membahas penguatan kewirausahaan, tetapi juga memperkenalkan inovasi pengolahan ampas tahu menjadi bahan dasar kerupuk. Inovasi itu dikembangkan mahasiswa setelah melihat banyaknya ampas tahu dari salah satu pabrik tahu di Desa Klompang Barat yang selama ini hanya dibuang atau dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Melalui pengolahan sederhana, mahasiswa mencoba mengubah ampas tahu menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan berpotensi dikembangkan sebagai produk UMKM desa.
Gagasan tersebut mendapat respons positif dari pelaku UMKM yang mengikuti seminar. Salah satu pelaku usaha yang memproduksi pempek kering bahkan menyatakan ketertarikannya untuk mengembangkan kerupuk berbahan ampas tahu sebagai produk usaha.
Seminar yang menghadirkan Moh. Ali Soffan sebagai pemateri itu diikuti sejumlah pelaku UMKM Desa Klompang Barat. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya kreativitas, inovasi, dan kemampuan membaca potensi lokal untuk menciptakan peluang ekonomi.
Koordinator Desa (Kordes) KKN UIN Madura Posko 12, Fajarusman Maulana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk mendorong masyarakat agar tidak hanya melihat potensi desa sebagai sumber daya, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai.
“Melalui seminar ini, kami berharap dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan, kreativitas, serta keberanian masyarakat untuk menciptakan inovasi yang memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi,” kata Fajarusman.
Selain mengembangkan sektor kewirausahaan, mahasiswa KKN Posko 12 juga memberikan perhatian terhadap pemanfaatan tanaman obat keluarga. Bersama mahasiswa PKN Kelompok 10 IAI Al-Khairat, mereka menghidupkan kembali program Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman Toga) di Desa Klompang Barat.
Program tersebut sebelumnya telah diinisiasi ibu-ibu PKK, tetapi sempat mengalami kevakuman. Mahasiswa kemudian membantu mengaktifkan kembali program tersebut melalui pembangunan fasilitas Asman Toga yang dilengkapi berbagai tanaman obat herbal.
Fajarusman berharap keberadaan Asman Toga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat sekaligus memperkuat peran ibu-ibu PKK dalam menjaga keberlanjutan program.
“Dengan adanya program kerja kolaboratif Asman Toga ini, kami berharap dapat meningkatkan semangat dan peran aktif ibu-ibu PKK. Program yang telah dilaksanakan juga dapat terus dirawat, dikembangkan, dan memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat desa,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Klompang Barat, Dewi Mutiah, mengapresiasi program yang dilaksanakan mahasiswa KKN. Ia menilai mahasiswa mampu menunjukkan kemandirian dan tanggung jawab dalam menjalankan kegiatan di desa.
“Kalian hebat dan mandiri. Saya sangat mengapresiasi karena dalam satu kali arahan, kalian mampu memahami dan langsung menjalankan tugas tanpa harus berulang kali diingatkan,” tuturnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KKN UIN Madura Posko 12 berharap masyarakat dapat terus mengembangkan potensi lokal, baik melalui inovasi produk UMKM maupun pemanfaatan tanaman obat keluarga. Program tersebut diharapkan tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian, tetapi dapat dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat Desa Klompang Barat.
Penulis : Mat Juhri
Editor : Abd Ghafur






