Melalui Seminar Nasional Cybergogy, Pendidikan Matematika FPSH UMM Dorong Transformasi Pembelajaran Digital

- Reporter

Senin, 27 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MALANG- Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Pendidikan, Sains, dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Malang (FPSH UMM) menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Transformasi Pembelajaran dan Cybergogy: Mempersiapkan Pendidik Abad Ke-21”, Senin (27/7/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid tersebut berlangsung secara luring di Ruang 614 GKB I, Kampus III UMM, serta disiarkan melalui platform pertemuan daring.

Seminar yang mengangkat tema “Membangun Ekosistem Pembelajaran yang Adaptif, Kolaboratif, dan Berpusat pada Peserta Didik di Era Digital” ini diikuti oleh ratusan peserta. Mereka berasal dari unsur dosen, mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3, guru, praktisi, serta pemerhati pendidikan dari berbagai perguruan tinggi, sekolah, instansi pemerintah, dan lembaga lainnya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FPSH UMM, Prof. Dr. Moh. Mahfud Effendi, M.M. Dalam sambutannya, Prof Mahfud menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital harus direspons melalui pembaruan paradigma, strategi, dan ekosistem pembelajaran.

“Transformasi pembelajaran bukan sekadar memindahkan kegiatan belajar dari ruang kelas ke ruang digital. Transformasi harus menyentuh cara berpikir, cara mengajar, cara berinteraksi, dan cara menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik,” ujar Prof Mahfud.

Menurutnya, pendidik abad ke-21 perlu memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan. Teknologi harus ditempatkan sebagai sarana untuk memperkuat interaksi, kolaborasi, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan kemandirian peserta didik.

Sebelumnya, Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FPSH UMM, Dr. Anis Farida Jamil, M.Pd., menyampaikan pengantar kegiatan. Ia menjelaskan bahwa seminar nasional ini diselenggarakan sebagai ruang akademik untuk mempertemukan gagasan para ahli, pendidik, mahasiswa, dan pemerhati pendidikan dalam merespons perubahan lingkungan belajar pada era digital.

“Kami berharap seminar ini tidak berhenti pada pemahaman konseptual. Para peserta diharapkan memperoleh inspirasi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran, penelitian, pengembangan perangkat ajar, maupun pengelolaan lingkungan belajar di institusi masing-masing,” kata Dr Anis.

Anis menambahkan bahwa penyelenggaraan secara hybrid memberikan kesempatan kepada peserta dari berbagai daerah untuk terlibat aktif. Keberagaman peserta, baik dari sisi jenjang pendidikan maupun latar belakang profesi, dinilai dapat memperkaya diskusi mengenai tantangan dan praktik pembelajaran digital di berbagai konteks.

Seminar menghadirkan dua narasumber yang memiliki kepakaran dalam bidang inovasi dan teknologi pembelajaran. Narasumber pertama, Prof. Dr. Moh. Syaifuddin, M.Si., M.M., Kepala Lembaga Inovasi Pembelajaran Universitas Muhammadiyah Malang, menyampaikan materi mengenai transformasi pembelajaran. Ia menguraikan pentingnya perubahan pola pikir pendidik, penguatan desain pembelajaran, serta penciptaan lingkungan belajar yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.

“Pembelajaran yang transformatif harus memberikan ruang kepada peserta didik untuk bertanya, mengeksplorasi, berkolaborasi, menghasilkan karya, dan merefleksikan proses belajarnya. Pendidik berperan sebagai perancang pengalaman belajar, bukan hanya sebagai penyampai informasi,” jelas Prof Syaifuddin.

Narasumber kedua, Prof. Dr. Deni Darmawan, S.Pd., M.Si., M.Kom., MCE., Director Board Member of Orbicom–UNESCO dari Universitas Pendidikan Indonesia, memaparkan materi “Cybergogy: Pedagogis di Ruang Digital.” Ia menjelaskan bahwa cybergogy menuntut integrasi yang seimbang antara unsur pedagogis, sosial, kognitif, emosional, dan teknologi dalam pembelajaran digital.

“Ruang digital tidak boleh hanya dipenuhi materi dan tugas. Pendidik perlu membangun kehadiran sosial, komunikasi yang manusiawi, keterlibatan aktif, serta aktivitas yang mendorong peserta didik membangun pengetahuannya sendiri,” tutur Prof Deni.

Dalam sesi diskusi, peserta mengangkat berbagai persoalan aktual, seperti pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan, perubahan peran pendidik, literasi digital, etika penggunaan teknologi, kesiapan infrastruktur, hingga strategi menjaga keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran daring dan bauran. Diskusi berlangsung interaktif, baik melalui penyampaian pertanyaan secara langsung maupun melalui ruang komunikasi daring.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga, antara lain sekolah-sekolah Muhammadiyah, Institut Pendidikan Indonesia, lembaga pendidikan di Malang, Batu, Garut, Pangandaran, Ngawi, Probolinggo, Kepanjen, dan Pandaan. Perwakilan instansi pemerintah serta perusahaan teknologi juga turut mengikuti kegiatan. Keberagaman tersebut memperkuat pertukaran pengalaman mengenai penerapan pembelajaran digital pada jenjang dan lingkungan pendidikan yang berbeda.

Melalui seminar nasional ini, Program Studi Pendidikan Matematika FPSH UMM berupaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menyiapkan pendidik yang adaptif, inovatif, kolaboratif, dan tetap berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk membangun jejaring antara perguruan tinggi, sekolah, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan pada era digital.

Penulis : Chan

Editor : Red

Berita Terkait

Empat Bulan Abaikan Kritik GEMPA, Infrastruktur UIN Madura Dibiarkan Rusak dan Tak Layak
Dorong Minat Belajar Sejarah Islam, Mahasiswa UNESA Kembangkan Game Andalusia
KKN UIN Madura Dorong Siswa SDN Pakong 3 Biasakan Menabung dari Uang Saku
Transformasi Digital Jadi Strategi KKN Posko 3 Pasanggar Dorong Daya Saing UMKM
Dari Tape Tradisional ke Produk Inovatif, Mahasiswa KKN Posko 25 Dampingi UMKM Desa Seddur
Semangat Kemerdekaan, SMP Maarif 4 Pamekasan Dorong Siswa Kreatif, Sportif dan Berkarakter
Dari Potensi Pertanian ke Peluang Ekonomi, KKN Posko 21 Dorong Pemasaran Trichoderma Desa Bajang
Ampas Tahu Disulap Jadi Produk Bernilai, KKN UIN Madura Dorong Inovasi UMKM di Klompang Barat
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Empat Bulan Abaikan Kritik GEMPA, Infrastruktur UIN Madura Dibiarkan Rusak dan Tak Layak

Sabtu, 12 September 2026 - 10:14 WIB

Dorong Minat Belajar Sejarah Islam, Mahasiswa UNESA Kembangkan Game Andalusia

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:39 WIB

KKN UIN Madura Dorong Siswa SDN Pakong 3 Biasakan Menabung dari Uang Saku

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:06 WIB

Transformasi Digital Jadi Strategi KKN Posko 3 Pasanggar Dorong Daya Saing UMKM

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:40 WIB

Dari Tape Tradisional ke Produk Inovatif, Mahasiswa KKN Posko 25 Dampingi UMKM Desa Seddur

Berita Terbaru

foto: Pelantikan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Sejumlah anggota Wantimpres mengikuti prosesi pelantikan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah

Rocky Gerung di Wantimpres, Soroti Arah Kebijakan Pemerintah

Jumat, 2 Okt 2026 - 11:57 WIB