26 Tahun FKMSB, PAB 2026 Jadi Ujian Regenerasi Organisasi

- Reporter

Minggu, 20 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Peserta PAB FKMSB Pamekasan 2026 mengikuti rangkaian closing ceremony pengaderan di Yayasan Hidayatul Ulum, Mapper, Proppo, Pamekasan. (Dok. FKMSB)

Foto: Peserta PAB FKMSB Pamekasan 2026 mengikuti rangkaian closing ceremony pengaderan di Yayasan Hidayatul Ulum, Mapper, Proppo, Pamekasan. (Dok. FKMSB)

ZERO.CO.ID, PAMEKASAN – Dua puluh enam tahun perjalanan Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar (FKMSB) memasuki babak baru. Pengaderan Anggota Baru (PAB) 2026 DPW FKMSB Pamekasan tidak hanya menjadi agenda kaderisasi tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang akan melanjutkan keberlangsungan organisasi.

Rangkaian PAB 2026 resmi ditutup melalui closing ceremony yang berlangsung di Yayasan Hidayatul Ulum, Mapper, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Ahad (20/9/2026). Sekitar 70 peserta mengikuti rangkaian proses pengaderan tersebut.

Penutupan dihadiri Ketua Umum Pengurus Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Drs. H. Moh. Khalil Asy’ari, Presiden Direktur KSPPS NURI JATIM Achmad Mukhlisin, S.H., M.H., Majlissun Nadwah FKMSB Pamekasan, Badan Legislatif FKMSB Pamekasan, serta kader dan senioritas FKMSB se-Kabupaten Pamekasan.

Ketua DPW FKMSB Pamekasan, Masruhil, mengatakan proses kaderisasi harus mampu melahirkan kader yang memiliki semangat pengabdian sekaligus rasa memiliki terhadap organisasi.

Menurutnya, keberadaan kader baru menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan FKMSB. Karena itu, proses yang telah dijalani selama PAB diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan ditutup.

“Harapannya, kader FKMSB memiliki semangat pengabdian dan rasa memiliki terhadap FKMSB,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPW FKMSB Pusat, Nurisul Anwar, menegaskan bahwa PAB bukan akhir dari proses kaderisasi. Sebaliknya, kegiatan tersebut merupakan pintu awal bagi kader untuk memasuki ruang pengabdian yang lebih luas.

“Ini adalah langkah awal, bukan akhir. FKMSB adalah forum pengabdian,” katanya.

Nurisul juga mendorong kader baru untuk mengambil peran dalam organisasi. Menurutnya, FKMSB yang telah berdiri selama 26 tahun membutuhkan kontribusi kader untuk menjaga kesinambungan organisasi sekaligus memperluas manfaat keberadaannya.

Ia berharap kader FKMSB tidak hanya aktif dalam kegiatan internal, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi Pondok Pesantren Banyuanyar dan masyarakat.

Selain kapasitas kader, Nurisul menekankan pentingnya hubungan antara anggota, kader, dan senioritas. Silaturahmi dinilai menjadi salah satu modal penting dalam menjaga kesinambungan organisasi dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Pesan mengenai kualitas kader juga disampaikan Ketua Umum Pengurus Pondok Pesantren Banyuanyar sekaligus salah satu pendiri FKMSB, Drs. H. Moh. Khalil Asy’ari.

Ia menekankan bahwa proses pengabdian melalui FKMSB harus berangkat dari niat yang baik, yakni mengabdi kepada Allah dan Rasul-Nya, Pondok Pesantren Banyuanyar, serta masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa juga perlu membangun keseimbangan antara pengetahuan dan akhlak. Kemampuan intelektual, kata dia, perlu berjalan bersama pembentukan karakter agar kader memiliki bekal yang cukup ketika terjun di tengah masyarakat.

FKMSB, lanjutnya, harus menjadi wadah yang membantu kader mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sekaligus akhlak.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Falah, KH. Baqir, menyampaikan apresiasi kepada FKMSB karena telah memilih Yayasan Hidayatul Ulum sebagai lokasi pelaksanaan PAB 2026.

“Kami mengucapkan terima kasih karena sudah memilih PAB di tempat kami. Kami juga memohon maaf sebesar-besarnya apabila selama kegiatan ada hal-hal yang kurang baik,” tuturnya.

Ia berharap Yayasan Hidayatul Ulum dapat menjadi bagian dari perjalanan kader FKMSB dan meninggalkan pengalaman yang baik bagi para peserta.

Rangkaian PAB 2026 kemudian ditutup secara simbolis oleh Drs. H. Moh. Khalil Asy’ari.

Berakhirnya PAB bukan berarti berakhirnya proses kaderisasi. Justru setelah penutupan, sekitar 70 kader baru dihadapkan pada tantangan berikutnya: membuktikan nilai-nilai pengaderan melalui keterlibatan, kontribusi, dan pengabdian.

Di usia FKMSB yang memasuki 26 tahun, keberhasilan regenerasi pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh berapa banyak anggota baru yang dilahirkan, tetapi juga sejauh mana kader mampu menjaga nilai organisasi dan meneruskannya melalui kerja nyata.

Penulis : Mat Juhri

Editor : Abd Ghafur

Berita Terkait

Bocah 13 Tahun Jadi Korban Kekerasan hingga Babak Belur, Terdakwa Kisman Jalani Persidangan
Sembilan Tuntutan GMS Menghantam Inspektorat Sumenep, dari Audit Investigatif hingga Copot Inspektur
Purbaya Dicopot, Pernyataan Noel soal “Anjing Liar” Kembali Mengemuka
Basra BIP Gelar Puncak Peringatan Maulid Nabi di Palengaan, Santuni 250 Anak Yatim dan Guru Ngaji
Aksi Nyata di Tengah Kekeringan: PIJP Kembali Pasok Air Bersih dan Jerigen untuk Warga Tlanakan Pamekasan
Bawa Misi Jaga Kebersamaan, Khairul Umam Pimpin IKA IQDA UIN Madura Periode 2026-2028
ASKAB PSAI Pamekasan Usung Misi Kesetaraan dan Kemanusiaan Lewat Sepak Bola, Resmi Di Lantik
SEMA UIN Madura Buka Ruang Koordinasi dengan Polres Pamekasan

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 16:37 WIB

26 Tahun FKMSB, PAB 2026 Jadi Ujian Regenerasi Organisasi

Sabtu, 19 September 2026 - 10:47 WIB

Bocah 13 Tahun Jadi Korban Kekerasan hingga Babak Belur, Terdakwa Kisman Jalani Persidangan

Kamis, 17 September 2026 - 04:54 WIB

Sembilan Tuntutan GMS Menghantam Inspektorat Sumenep, dari Audit Investigatif hingga Copot Inspektur

Selasa, 15 September 2026 - 01:53 WIB

Purbaya Dicopot, Pernyataan Noel soal “Anjing Liar” Kembali Mengemuka

Sabtu, 12 September 2026 - 19:11 WIB

Basra BIP Gelar Puncak Peringatan Maulid Nabi di Palengaan, Santuni 250 Anak Yatim dan Guru Ngaji

Berita Terbaru

Foto: Peserta PAB FKMSB Pamekasan 2026 mengikuti rangkaian closing ceremony pengaderan di Yayasan Hidayatul Ulum, Mapper, Proppo, Pamekasan. (Dok. FKMSB)

News

26 Tahun FKMSB, PAB 2026 Jadi Ujian Regenerasi Organisasi

Minggu, 20 Sep 2026 - 16:37 WIB