Banyak Alasan, Minim Kepastian: Penanganan Kasus Penganiayaan di Polsek Bluto Dipertanyakan

- Reporter

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kapolsek Bluto AKP Agus Sugito, S.H., M.H

Foto : Kapolsek Bluto AKP Agus Sugito, S.H., M.H

Zero.co.id, Sumenep — Penanganan kasus dugaan penganiayaan yang ditangani Polsek Bluto kembali menuai sorotan. Pernyataan Kapolsek Bluto, AKP Agus Sugito, S.H., M.H., justru memunculkan sejumlah kejanggalan dan pertanyaan serius terkait penerapan pasal serta lambannya kepastian hukum bagi korban.

Kapolsek menyebut pihaknya telah menjalankan prosedur sesuai SOP dan mengklaim gelar perkara telah diajukan ke Polres Sumenep sejak Senin lalu. Namun hingga kini, jadwal gelar perkara masih bersifat tentatif, disebutkan “hari Rabu atau Kamis”, tanpa kepastian waktu yang jelas.

“Kalau dari Polres sudah mengatakan gelar, ya kita pasti akan melaksanakan gelar,” ujar AKP Agus Sugito kepada wartawan.

Pernyataan tersebut justru menimbulkan tanda tanya, sebab di satu sisi Kapolsek mengklaim proses sudah berjalan maksimal, namun di sisi lain ia menyatakan Polsek tidak memiliki kewenangan penuh dan harus menunggu arahan pembina fungsi di tingkat Polres.

Lebih jauh, penerapan Pasal 351 KUHP dalam kasus ini juga menjadi sorotan tajam. Kapolsek mengakui korban tidak mengalami luka berat, namun mengalami luka, pusing, dan bahkan harus menjalani perawatan hingga opname. Ironisnya, kondisi tersebut dinilai sejumlah pihak telah memenuhi unsur penganiayaan berat, namun tetap tidak digunakan Pasal 354 KUHP sejak awal.

Saat dikonfirmasi terkait unsur kesengajaan dan intensitas pemukulan yang disebut terjadi lebih dari satu kali, Kapolsek berdalih bahwa penerapan pasal merupakan kewenangan penyidik dan akan dibahas dalam gelar perkara.

“Penerapan pasal nanti ada saran dan pendapat dari peserta gelar,” dalihnya.

Pernyataan ini memunculkan pertanyaan mendasar: jika unsur pidana dinilai sudah terpenuhi sejak awal, mengapa pasal yang lebih berat tidak langsung diterapkan? Mengapa harus menunggu gelar perkara, sementara korban telah melapor, olah TKP sudah dilakukan, dan saksi-saksi telah diklarifikasi?

Publik menilai jawaban Kapolsek cenderung normatif dan berputar-putar, seolah melempar tanggung jawab ke mekanisme struktural di atasnya. Padahal, kejelasan pasal dan kepastian hukum menjadi hak korban yang seharusnya diprioritaskan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kepastian waktu gelar perkara maupun penetapan tersangka. Kondisi ini semakin menguatkan dugaan adanya ketidakseriusan dalam penanganan perkara, sekaligus memperbesar sorotan publik terhadap kinerja Polsek Bluto dalam menegakkan hukum secara adil dan tegas.

Berita Terkait

Asia Award Magazine 2026, Bani Insan Peduli Sabet Dua Pernggargaan dan Optimis Untuk Selalu Tebar Manfaat
CV Jawara Salurkan BLT DBHCHT Rp600 Ribu ke 537 Buruh Pabrik di Pamekasan
Syarat Pendidikan Gibran Dipersoalkan di MK, Hakim Minta KPU Buka Risalah Perubahan PKPU
Lima Jam Digeledah! Kortastipidkor Polri Sita 4 Boks Dokumen dari Kantor dan Rumah Bupati Gowa”
Istri Anggota DPR RI Slamet Ariyadi Dipolisikan Kasus Penipuan Investasi MBG Rp288 Juta
Sidang Terdakwah Kisman Memanas di Pengadilan Negeri Sumenep, Adu Mulut Keluarga Berujung Polisi Turun Tangan
Gift TikTok Purbaya Kembali Disorot, Pengamat Minta KPK Beri Klarifikasi
Dear Jatim: Kapolresta Sumenep Sibuk Pencitraan, Kasus Dugaan Korupsi Pokir DPRD Lebih 2 Tahun Menggantung

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 08:52 WIB

Asia Award Magazine 2026, Bani Insan Peduli Sabet Dua Pernggargaan dan Optimis Untuk Selalu Tebar Manfaat

Kamis, 24 September 2026 - 07:34 WIB

CV Jawara Salurkan BLT DBHCHT Rp600 Ribu ke 537 Buruh Pabrik di Pamekasan

Selasa, 22 September 2026 - 13:07 WIB

Syarat Pendidikan Gibran Dipersoalkan di MK, Hakim Minta KPU Buka Risalah Perubahan PKPU

Senin, 21 September 2026 - 19:51 WIB

Lima Jam Digeledah! Kortastipidkor Polri Sita 4 Boks Dokumen dari Kantor dan Rumah Bupati Gowa”

Senin, 21 September 2026 - 17:55 WIB

Istri Anggota DPR RI Slamet Ariyadi Dipolisikan Kasus Penipuan Investasi MBG Rp288 Juta

Berita Terbaru

Foto: Guruh Sukarno Putra (Foto: IG Guruh Sukarno Putra).

News

Guruh Sukarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Sabtu, 26 Sep 2026 - 04:18 WIB