PAMEKASAN, Zero.co.id — Drama dan semangat pantang menyerah mewarnai kejuaraan lari bergengsi Bupati PASI Cup 2026 Kabupaten Pamekasan. Di kelas 3000 meter tingkat SMA, publik dibuat terpukau oleh aksi heroik pelari muda, Jezmico Ardyanta HL. Minggu(25/10/2026)
Statusnya boleh saja pendatang baru di tingkat SMA, namun mental bertandingnya teruji sekelas atlet senior. Betapa tidak, di tengah sengitnya persaingan mengitari lintasan, Jezmico harus menahan rasa sakit lantaran kakinya terhantam dan terkena paku sepatu spike milik kompetitornya.
Bagi atlet biasa, insiden seperti itu bisa saja menghentikan langkah di tengah jalan. Namun tidak bagi Jezmico. Rasa nyeri akibat cedera itu disingkirkannya jauh-jauh. Pelari yang akrab disapa Jezmico ini terus memacu kecepatannya hingga berhasil mengamankan posisi kedua saat melintasi garis finis.
Keberanian dan ketenangan Jezmico di lintasan sejatinya bukan datang begitu saja. Sejak masih duduk di bangku SMP, rekam jejaknya di dunia atletik sudah terbilang mentereng. Ia telah berulang kali melahap berbagai kejuaraan dari tingkat kabupaten, se-Madura Raya, level provinsi, hingga panggung nasional.
Pengalaman bertanding di level tinggi itulah yang menjadi modal utamanya saat naik kelas ke tingkat SMA. Meski harus berhadapan dengan lawan-lawan yang lebih senior, Jezmico sejak awal tetap meyakini kemampuannya untuk mengamankan tempat di podium utama.
Langkah awal di jenjang SMA ini menjadi sinyal positif bagi karier atletik Jezmico ke depan. Motivasi utamanya kini adalah terus konsisten mencetak prestasi dan membawa nama SMAN 3 Pamekasan bersinar di panggung olahraga.
Keberhasilannya menyabet gelar Runner-Up di ajang Bupati PASI Cup 2026 ini bukan sekadar koleksi piala baru, melainkan bukti nyata dari sebuah komitmen, daya juang, dan keteguhan hati seorang juara sejati. (Waq)






