Zero.co.id, Sumenep — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep kembali menuai sorotan serius. Aktivis Demonstrasi dan Aspirasi Rakyat Jawa Timur (Dear Jatim) resmi melaporkan pelaksanaan MBG di Sumenep ke Badan Gizi Nasional (BGN), menyusul banyaknya keluhan wali murid terkait kualitas makanan yang dinilai tidak layak konsumsi.
Aduan tersebut tidak hanya menyoroti buruknya mutu makanan, tetapi juga menyeret Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aing Baja Raje yang disebut-sebut sebagai penyedia paket MBG bermasalah. Bahkan, Dear Jatim juga menyinggung adanya dugaan keterlibatan salah satu anggota DPRD Kabupaten Sumenep dalam pengelolaan program tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah wali murid mengeluhkan paket MBG yang dibagikan kepada siswa diduga berisi telur busuk dan buah rusak. Temuan ini menimbulkan kekhawatiran serius, mengingat sasaran program adalah anak-anak usia dini.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, redaksi Zero.co.id menghubungi aktivis Dear Jatim, Roby Tri Sulaiman. Ia menegaskan bahwa SPPG Aing Baja Raja turut dilaporkan ke BGN setelah pihaknya menerima pengaduan langsung dari wali murid.
“SPPG Desa Aing Baja Raja juga kami laporkan karena kami mendapatkan keluhan dari wali murid terkait kualitas makanan MBG yang dibagikan kepada siswa,” tegas Roby.
Keluhan tersebut disampaikan oleh wali murid siswa TK Mambaul Hikmah dan MI Almubtadiin I yang berlokasi di Desa Sera Barat, Kecamatan Bluto. Salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa paket MBG yang diterima anaknya berisi telur berbau busuk serta apel yang sudah rusak dan tidak layak dikonsumsi.
“Anak-anak ini masih usia dini. Tapi justru diberi makanan yang tidak layak. Kami sangat khawatir dampaknya terhadap kesehatan mereka,” ujar wali murid tersebut.
Keluhan serupa juga datang dari MI Almubtadiin I. Wali murid menyebut kondisi makanan yang diterima siswa bahkan lebih memprihatinkan, dengan temuan telur yang sudah berbau menyengat di dalam menu MBG.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi Zero.co.id masih berupaya menghubungi Kepala SPPG Aing Baja Raje untuk memperoleh klarifikasi resmi atas dugaan distribusi makanan tidak layak terseb






