Hari Anti Korupsi: Dear Jatim Sumenep Gelar Aksi Bisu Soroti Maraknya Korupsi

- Reporter

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Banner aksi bisu Dear Jatim dipasang di pagar Mapolres Sumenep, menuntut penegakan hukum tegas atas dugaan korupsi di Kabupaten Sumenep, Selasa (9/12/2025)

Foto : Banner aksi bisu Dear Jatim dipasang di pagar Mapolres Sumenep, menuntut penegakan hukum tegas atas dugaan korupsi di Kabupaten Sumenep, Selasa (9/12/2025)

Zero.co.id, Sumenep — Ratusan pemuda dari Demokrasi dan Aspirasi Rakyat Jawa Timur (Dear Jatim) Koordinator Daerah Sumenep berdiri diam di depan Mapolres Sumenep, Selasa (9/12/2025). Tanpa orasi, tanpa teriakan, aksi bisu ini menyuarakan kekhawatiran masyarakat atas maraknya dugaan korupsi di Kabupaten Sumenep yang dinilai tak ditangani serius.

Diamnya para peserta menjadi simbol bahwa korupsi sudah begitu merajalela hingga suara masyarakat seolah hilang di tengah proses hukum yang lamban. Aksi ini sekaligus peringatan bahwa pemberantasan korupsi harus nyata, bukan sekadar seremonial tahunan.

Dear Jatim telah melaporkan lima kasus korupsi besar ke Polres Sumenep:

  1. Dana Pokir DPRD (2021–2023) – Fee makelar hingga 30%, pekerjaan fisik bermasalah, 199 titik BKK Desa bermasalah, potensi kerugian Rp27,33 miliar.

  2. Dinas PUTR (2022) – Belanja pihak ketiga Rp6,65 miliar, hibah Rp8,75 miliar tapi realisasi Rp5,65 miliar, banyak pekerjaan DAK bermasalah, aset tanah dikuasai pihak non-pemerintah.

  3. Tunjangan Guru & Non-sertifikasi (2020–2021) – TPG senilai Rp12,65 miliar dan tunjangan non-sertifikasi Rp852,4 juta terlambat disalurkan.

  4. Proyek KIHT Tahap 1 (2021–2022) – Proyek Rp9,62 miliar bermasalah, retakan dan dugaan pergeseran kolom baja, rekanan tanpa dokumen kepemilikan bangunan.

  5. Pemangkasan Bantuan TKM Kemenaker (2021–2024) – Bantuan Rp5 juta dipotong oleh oknum, penerima hanya menerima Rp1 juta, sisa dana diduga disalahgunakan.

Dear Jatim mendesak Polres Sumenep untuk:

  • Segera menetapkan tersangka pada kasus yang memenuhi unsur pidana.

  • Memberikan kepastian hukum atas seluruh laporan masyarakat.

  • Mengakhiri praktik tebang pilih dalam penanganan kasus korupsi.

  • Berkoordinasi dengan APIP, Kejaksaan, dan BPK untuk audit investigatif cepat.

  • Melindungi pelapor dan saksi dari ancaman atau intimidasi.

Meski tanpa suara, pesan aksi ini jelas: korupsi di Sumenep sudah mengkhawatirkan, dan mahasiswa menuntut tindakan tegas aparat hukum.

Dear Jatim menegaskan akan terus mengawal kasus ini demi terciptanya pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.

Berita Terkait

Ngeri, Truk Galian C Ilegal Pamekasan Tertimpa Batu Hingga Rengsek
Bawa Nama Madura ke Kancah Internasional, Mahasiswa IDB Sabet Penghargaan di Tiga Negara
Sempat vakum, DPW FKMSB Pamekasan Hidupkan Kembali DPK FKMSB Pantura
Coretan Orasi PMII, Moh Faridi : Organisasi Bisa Berdosa Pada Kadernya
Generasi ‘Z’ Adalah Ujung Tombak PDI Perjuangan di Pemilu 2029.
Serda Farit Perio Santoso, Bantu Bajak Sawah Milik Warga Binaanya Demi Meningkatkan Ketahanan Pangan.
Sertu Nurudin, Komsos di Desa Tampojung Tenggina Untuk Dengarkan Keluhan Warga Binaanya
Menyoal Predator Pencabulan Santri; Antara efek Jera dan Supremasi Hukum

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:04 WIB

Ngeri, Truk Galian C Ilegal Pamekasan Tertimpa Batu Hingga Rengsek

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:25 WIB

Bawa Nama Madura ke Kancah Internasional, Mahasiswa IDB Sabet Penghargaan di Tiga Negara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:09 WIB

Coretan Orasi PMII, Moh Faridi : Organisasi Bisa Berdosa Pada Kadernya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:03 WIB

Generasi ‘Z’ Adalah Ujung Tombak PDI Perjuangan di Pemilu 2029.

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:30 WIB

Serda Farit Perio Santoso, Bantu Bajak Sawah Milik Warga Binaanya Demi Meningkatkan Ketahanan Pangan.

Berita Terbaru

Foto; Mat Juhri wakil  ketua Umum Himpunan mahasiswa program studi (HMPS) pendidikan agama Islam universitas Islam negeri Madura.

Opini

Budaya: Menyatukan Manusia atau Membatasi Cara Berpikir?

Senin, 11 Mei 2026 - 18:20 WIB

You cannot copy content of this page