Gus Din Sarankan Terlapor Penuduh Ijazah Palsu Jokowi Minta Maaf, Sebelum Masuk Penjara

- Reporter

Kamis, 1 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Ketua Umum Relawan Barisan Pembaharuan (BP) Syafrudin Budiman, SIP memberikan apresiasi dan rasa hormat, usai Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) selesai membuat laporan polisi terkait tuduhan ijazah palsu.

Menurut Gus Din sapaan akrabnya, pelaporan ini menjawab teka-teki seolah-olah Jokowi tidak berani membawa polemik ini ke ranah hukum.

“Apresiasi dan rasa hormat diberikan kepada Pak Jokowi yang mengambil langkah-langkah hukum atas tuduhan kepadanya. Sudah terjawab bahwa Jokowi berani melaporkan penuduh secara langsung ke Polda Metro Jaya,” ucap Gus Din kepada media, Rabu (30/4/2025) di Jakarta.

Kata Koordinator Nasional Aliansi Relawan Prabowo Gibran (ARPG) ini, dengan pelaporan ke polisi ini nantinya bisa terjawab semuanya. Sebab, ocehan dan tuduhan fitnah kepada Jokowi sudah diluar batas.

“Sudah benar Pak Jokowi lapor polisi secara langsung ditemani tim kuasa hukum. Pelaporan ini membuktikan Jokowi berani membawah kasus ini ke ranah hukum,” jelas Gus Din.

Ia menyarankan, kepada semua pihak yang menuduh ijazah Jokowi palsu untuk tobat dan minta maaf. Hal ini bisa dilakukan, sebelum Pak Jokowi meneruskan proses ini ke meja hijau dan para terduga penuding ijazah palsu terjerat hukum.

“Saya sarankan kepada para terlapor untuk minta maaf dan meminta Pak Jokowi mencabut laporan. Sebab, kalau proses ini terus berlanjut resiko masuk penjara dan terjerat hukum,” ujar Gus Din menyarankan.

Kemudian kata Gus Din, sosok Jokowi bukan pengecut atau orang yang hanya diam jika dilecehkan. Pada waktunya saat ini Jokowi turun langsung melaporkan orang yang memfitnahnya.

“Inisial RS dkk siap-siap masuk bui lagi deh. Buruan tobat sebelum menangis di penjara,” pungkas Gus Din.

Jokowi Lapor Polisi Soal Tudingan Ijazah Palsu

Sebelumnya Jokowi membuat laporan polisi terkait tuduhan ijazah palsu di gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 30 April 2025.

Diketahui Jokowi didampingi kuasa hukumnya Yakup Hasibuan keluar gedung pada pukul 12.23 WIB.

Artinya kurang lebih 3 jam Jokowi berada di Polda Metro Jaya. Ia datang untuk membuat laporan terkait dengan tudingan ijazah palsu. Selesai pemeriksaan, Jokowi menjawab singkat pertanyaan wartawan.

“Ya ini, sebetulnya masalah ringan. Urusan tuduhan ijazah palsu, tetapi perlu dibawa ke ranah hukum, agar semua jelas dan gamblang ya,” kata Jokowi.

Saat ditanya apakah tim kuasa hukum Jokowi membawa ijazah asli? Jokowi enggan menjawab. Jokowi pun mengaku disuguhkan sebanyak 35 pertanyaan oleh penyidik.

“Nanti, ditanyakan pada tim kuasa hukum detailnya. Dulu kan masih menjabat, saya pikir (red-persoalan ijasah) sudah selesai, ternyata masih berlarut-larut. Jadi ini biar jelas dan gamblang,” tutup Jokowi. (red)

Berita Terkait

Bersuara Soal Telur dan Apel Busuk, Wali Murid MBG Diduga Dapat Tekanan dari Pihak Yayasan
Distribusi MBG di SPPG Aing Baja Raja Tak Sepenuhnya Sesuai SOP, Keluhan Wali Murid Soal Apel Mencuat
Kepala SPPG Aing Baja Raja Respon Keluhan Wali Murid terkait Program MBG di TK Mambaul Hikmah dan MI Almubtadiin I
Ironi Makan Bergizi Gratis: Siswa Terima Telur dan Buah Busuk, SPPG Aing Baja Raje Juga Dilaporkan Dear Jatim ke BGN
Solar Subsidi Disedot Mafia, Petani dan Nelayan Sumenep Jadi Korban
Begini Roadmap Milad Ke-26 DPP FKMSB Nasional, Yuk Intip
Aduan Resmi Masuk, Bukti Siap Dibuka: BK DPRD Pamekasan Diminta Bertindak Tegas
Dandim 0826/Pamekasan dan Lora Abbas Gelar Pengajian Rutin Bersama Prajurit dan PNS

Gus Din Sarankan Terlapor Penuduh Ijazah Palsu Jokowi Minta Maaf, Sebelum Masuk Penjara

- Reporter

Kamis, 1 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Ketua Umum Relawan Barisan Pembaharuan (BP) Syafrudin Budiman, SIP memberikan apresiasi dan rasa hormat, usai Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) selesai membuat laporan polisi terkait tuduhan ijazah palsu.

Menurut Gus Din sapaan akrabnya, pelaporan ini menjawab teka-teki seolah-olah Jokowi tidak berani membawa polemik ini ke ranah hukum.

“Apresiasi dan rasa hormat diberikan kepada Pak Jokowi yang mengambil langkah-langkah hukum atas tuduhan kepadanya. Sudah terjawab bahwa Jokowi berani melaporkan penuduh secara langsung ke Polda Metro Jaya,” ucap Gus Din kepada media, Rabu (30/4/2025) di Jakarta.

Kata Koordinator Nasional Aliansi Relawan Prabowo Gibran (ARPG) ini, dengan pelaporan ke polisi ini nantinya bisa terjawab semuanya. Sebab, ocehan dan tuduhan fitnah kepada Jokowi sudah diluar batas.

“Sudah benar Pak Jokowi lapor polisi secara langsung ditemani tim kuasa hukum. Pelaporan ini membuktikan Jokowi berani membawah kasus ini ke ranah hukum,” jelas Gus Din.

Ia menyarankan, kepada semua pihak yang menuduh ijazah Jokowi palsu untuk tobat dan minta maaf. Hal ini bisa dilakukan, sebelum Pak Jokowi meneruskan proses ini ke meja hijau dan para terduga penuding ijazah palsu terjerat hukum.

“Saya sarankan kepada para terlapor untuk minta maaf dan meminta Pak Jokowi mencabut laporan. Sebab, kalau proses ini terus berlanjut resiko masuk penjara dan terjerat hukum,” ujar Gus Din menyarankan.

Kemudian kata Gus Din, sosok Jokowi bukan pengecut atau orang yang hanya diam jika dilecehkan. Pada waktunya saat ini Jokowi turun langsung melaporkan orang yang memfitnahnya.

“Inisial RS dkk siap-siap masuk bui lagi deh. Buruan tobat sebelum menangis di penjara,” pungkas Gus Din.

Jokowi Lapor Polisi Soal Tudingan Ijazah Palsu

Sebelumnya Jokowi membuat laporan polisi terkait tuduhan ijazah palsu di gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 30 April 2025.

Diketahui Jokowi didampingi kuasa hukumnya Yakup Hasibuan keluar gedung pada pukul 12.23 WIB.

Artinya kurang lebih 3 jam Jokowi berada di Polda Metro Jaya. Ia datang untuk membuat laporan terkait dengan tudingan ijazah palsu. Selesai pemeriksaan, Jokowi menjawab singkat pertanyaan wartawan.

“Ya ini, sebetulnya masalah ringan. Urusan tuduhan ijazah palsu, tetapi perlu dibawa ke ranah hukum, agar semua jelas dan gamblang ya,” kata Jokowi.

Saat ditanya apakah tim kuasa hukum Jokowi membawa ijazah asli? Jokowi enggan menjawab. Jokowi pun mengaku disuguhkan sebanyak 35 pertanyaan oleh penyidik.

“Nanti, ditanyakan pada tim kuasa hukum detailnya. Dulu kan masih menjabat, saya pikir (red-persoalan ijasah) sudah selesai, ternyata masih berlarut-larut. Jadi ini biar jelas dan gamblang,” tutup Jokowi. (red)

Berita Terkait

Bersuara Soal Telur dan Apel Busuk, Wali Murid MBG Diduga Dapat Tekanan dari Pihak Yayasan
Distribusi MBG di SPPG Aing Baja Raja Tak Sepenuhnya Sesuai SOP, Keluhan Wali Murid Soal Apel Mencuat
Kepala SPPG Aing Baja Raja Respon Keluhan Wali Murid terkait Program MBG di TK Mambaul Hikmah dan MI Almubtadiin I
Ironi Makan Bergizi Gratis: Siswa Terima Telur dan Buah Busuk, SPPG Aing Baja Raje Juga Dilaporkan Dear Jatim ke BGN
Solar Subsidi Disedot Mafia, Petani dan Nelayan Sumenep Jadi Korban
Begini Roadmap Milad Ke-26 DPP FKMSB Nasional, Yuk Intip
Aduan Resmi Masuk, Bukti Siap Dibuka: BK DPRD Pamekasan Diminta Bertindak Tegas
Dandim 0826/Pamekasan dan Lora Abbas Gelar Pengajian Rutin Bersama Prajurit dan PNS

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:46 WIB

Bersuara Soal Telur dan Apel Busuk, Wali Murid MBG Diduga Dapat Tekanan dari Pihak Yayasan

Minggu, 11 Januari 2026 - 17:31 WIB

Distribusi MBG di SPPG Aing Baja Raja Tak Sepenuhnya Sesuai SOP, Keluhan Wali Murid Soal Apel Mencuat

Minggu, 11 Januari 2026 - 05:52 WIB

Kepala SPPG Aing Baja Raja Respon Keluhan Wali Murid terkait Program MBG di TK Mambaul Hikmah dan MI Almubtadiin I

Sabtu, 10 Januari 2026 - 18:17 WIB

Ironi Makan Bergizi Gratis: Siswa Terima Telur dan Buah Busuk, SPPG Aing Baja Raje Juga Dilaporkan Dear Jatim ke BGN

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:31 WIB

Solar Subsidi Disedot Mafia, Petani dan Nelayan Sumenep Jadi Korban

Berita Terbaru