
Zero.co.id, Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Wisuda ke-118 pada Rabu, 11 Februari 2026 di Gedung Graha Unesa. Pada prosesi tersebut, Agik Nur Efendi dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik jenjang S-3 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4.00 dan predikat pujian.
Agik merupakan putra dari Poniman, seorang petani, dan Supiyati, ibu rumah tangga.
Ia menyelesaikan studi doktoralnya dengan disertasi berjudul “Narasi Pelestarian Ekologis Masyarakat Lokal dalam Sastra Indonesia: Perspektif Ekosemiotika Kultural.” Penelitian tersebut mengkaji 14 novel yang memuat isu pelestarian lingkungan masyarakat lokal, mulai dari Aceh hingga Papua.
Selama menempuh studi S-3, Agik menghasilkan sejumlah publikasi dan capaian akademik, meliputi satu disertasi, lima artikel terindeks Scopus, satu jurnal Sinta 2, satu jurnal Sinta 3, satu prosiding Atlantis Press, satu tulisan media, serta mengikuti tiga seminar.
Dalam keterangannya, Agik menyampaikan pandangannya terkait kontribusi bidang humaniora terhadap isu lingkungan.
“Menjaga dan melestarikan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab ilmuan sains saja, tetapi bidang humaniora, terutama sastra juga berperan penting.”
Selain menempuh pendidikan doktoral, Agik aktif menjalankan tugas akademik dan profesional di UIN Madura sebagai Sekretaris Program Studi serta Managing Editor Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Sinta 2). Ia juga terlibat sebagai editor dan reviewer di sejumlah jurnal nasional, antara lain Gurindam, Lingue, Lingua Skolastika, Nitisara, Hudan Linnaas, dan Journal of Literary Prose and Society, serta jurnal internasional bereputasi Scopus seperti International Journal of Learning, Teaching, Educational Research dan The International Journal of Social Sustainability in Economic, Social, and Cultural Context.
Di luar itu, Agik tercatat sebagai Asesor Guru Penggerak, Asesor Calon Guru Sekolah Rakyat, serta anggota Tim Pengembang Modul Literasi Membaca Kementerian Agama RI.
Selama masa studi, ia menempuh pendidikan bersama keluarganya. Istrinya, Erika Kurniawati, juga melanjutkan studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra di UNESA, sementara putrinya, Khaulah Kemilau Kasih Efendi, bersekolah di Sunshine Day Care FIP UNESA.
Menjelang akhir masa studinya sebagai mahasiswa, Agik menyampaikan refleksinya.
“Ini adalah masa terakhir saya menyandang status sebagai mahasiswa. Saya hanya menikmati setiap tahapan dan melakukan yang terbaik.”
Penulis : Mat Juhri, mahasiswa pendidikan agama Islam UIN madura
Editor : Abd Ghafur






