Dibekingi Oknum Aparat, Rokok Ilegal “Hummer” Milik Sultan Madura Melenggang Bebas

- Reporter

Minggu, 3 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Rokok Ilegal Merk Hummer

Foto: Rokok Ilegal Merk Hummer

PAMEKASAN, Zero.co.id – Di tengah gencarnya operasi pemberantasan rokok ilegal, jaringan besar justru melenggang tanpa tersentuh. H. KU, terduga pengusaha rokok ilegal yang dikenal luas dengan julukan “Sultan Madura”, diduga kuat mendapat backup dari oknum aparat negara dalam setiap proses pengiriman rokok ilegal ke luar daerah.

Ferdy Dwi Hidayat, aktivis Dear Jatim, menyebut keterlibatan aparat bukan sekadar asumsi, melainkan praktik yang sudah menjadi rahasia umum di lapangan. “Saya mendapatkan informasi valid bahwa setiap pengiriman rokok ilegal oleh jaringan H. KU selalu didahului koordinasi dengan oknum aparat. Bahkan, dalam banyak kasus, ada pendampingan agar barang tidak tersentuh razia,” ujar Ferdy, Kamis (31/7).

Dugaan keterlibatan oknum aparat ini membuat upaya pemberantasan rokok ilegal kehilangan taring. Satgas Pemberantasan Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal bentukan Direktorat Jenderal Bea Cukai dinilai hanya menyasar pelaku kecil, sementara aktor besar seperti H. KU tetap bebas beroperasi.

“Ribuan penindakan itu jadi sia-sia jika mafia besarnya tetap aman karena diselamatkan dari belakang layar oleh oknum yang seharusnya menindak,” sindir Ferdy tajam.

Diketahui, H. KU disebut sebagai pemilik merek rokok ilegal “Hummer” yang beredar luas tanpa pita cukai. Ia juga diduga menyamarkan keuntungan dari bisnis haram tersebut melalui berbagai usaha legal seperti kedai kopi dan restoran di sejumlah kota besar di Jawa Timur.

Lebih ironis, H. KU masih kerap tampil sebagai tokoh publik yang dermawan. Aksinya menabur uang dalam pawai 1 Muharram lalu viral dan menuai kontroversi, karena dinilai sebagai simbol arogansi kekayaan yang dicurigai berasal dari kejahatan ekonomi.

Ferdy mendesak Bea Cukai dan PPATK untuk serius menelusuri aliran dana dan skema bisnis yang dijalankan H. KU. “Kalau hukum hanya berani menindak sopir dan gudang kecil, itu bukan penegakan — itu pertunjukan. Tangkap bosnya, periksa jaringan pendukungnya, dan pecat aparat yang terlibat!” tegasnya.

Berita Terkait

Bersuara Soal Telur dan Apel Busuk, Wali Murid MBG Diduga Dapat Tekanan dari Pihak Yayasan
Distribusi MBG di SPPG Aing Baja Raja Tak Sepenuhnya Sesuai SOP, Keluhan Wali Murid Soal Apel Mencuat
Kepala SPPG Aing Baja Raja Respon Keluhan Wali Murid terkait Program MBG di TK Mambaul Hikmah dan MI Almubtadiin I
Ironi Makan Bergizi Gratis: Siswa Terima Telur dan Buah Busuk, SPPG Aing Baja Raje Juga Dilaporkan Dear Jatim ke BGN
Solar Subsidi Disedot Mafia, Petani dan Nelayan Sumenep Jadi Korban
Begini Roadmap Milad Ke-26 DPP FKMSB Nasional, Yuk Intip
Aduan Resmi Masuk, Bukti Siap Dibuka: BK DPRD Pamekasan Diminta Bertindak Tegas
Dandim 0826/Pamekasan dan Lora Abbas Gelar Pengajian Rutin Bersama Prajurit dan PNS

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:46 WIB

Bersuara Soal Telur dan Apel Busuk, Wali Murid MBG Diduga Dapat Tekanan dari Pihak Yayasan

Minggu, 11 Januari 2026 - 17:31 WIB

Distribusi MBG di SPPG Aing Baja Raja Tak Sepenuhnya Sesuai SOP, Keluhan Wali Murid Soal Apel Mencuat

Minggu, 11 Januari 2026 - 05:52 WIB

Kepala SPPG Aing Baja Raja Respon Keluhan Wali Murid terkait Program MBG di TK Mambaul Hikmah dan MI Almubtadiin I

Sabtu, 10 Januari 2026 - 18:17 WIB

Ironi Makan Bergizi Gratis: Siswa Terima Telur dan Buah Busuk, SPPG Aing Baja Raje Juga Dilaporkan Dear Jatim ke BGN

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:31 WIB

Solar Subsidi Disedot Mafia, Petani dan Nelayan Sumenep Jadi Korban

Berita Terbaru