ZERO. CO. ID, PAMEKASAN — Prestasi nonakademik kembali ditorehkan peserta didik SMPS Darul Ulum Sumber Kuning. Ainur Rosi, siswa kelas VIII, berhasil merebut Juara I lomba catur dalam ajang Unity Fest 2.0 yang mempertemukan peserta dari wilayah Kecamatan Palengaan dan Karang Penang, Senin (5/10/2026).
Kompetisi tersebut digelar oleh OSIS SMA Plus Miftahul Ulum Sumur Tengah dengan mengusung tema “The Symphony of Creativity and Togetherness”.
Kemenangan Ainur Rosi tidak hanya menjadi capaian personal, tetapi juga menjadi catatan bagi SMPS Darul Ulum Sumber Kuning dalam mendorong peserta didiknya mengembangkan potensi di luar ruang kelas.
Kepala SMPS Darul Ulum Sumber Kuning, Syahrullah, S. Pd., menyambut capaian tersebut dengan rasa syukur dan bangga. Ia menilai keberhasilan itu menunjukkan bahwa peserta didiknya memiliki kemampuan untuk bersaing dalam kompetisi di luar lingkungan sekolah.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan sangat bangga serta mengapresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan anak didik kami yang telah berhasil meraih Juara I lomba catur dalam ajang Unity Fest 2.0,” kata Syahrullah.
Menurutnya, catur tidak dapat dipandang sebatas permainan. Di dalamnya terdapat kemampuan berpikir, menyusun strategi, mengendalikan emosi, hingga mengambil keputusan secara tepat.
“Catur bukan hanya sekadar permainan, tetapi olahraga yang mengasah logika, kesabaran, strategi, dan mental juara. Kemenangan ini membuktikan bahwa peserta didik kami memiliki daya saing yang tinggi dan mampu bersaing secara sehat di luar sekolah,” ujarnya.
Namun, Syahrullah mengingatkan agar kemenangan tersebut tidak menjadi alasan bagi Ainur Rosi untuk berhenti berkembang. Juara pertama, kata dia, harus menjadi titik awal untuk menargetkan prestasi yang lebih tinggi.
“Saya berharap jangan cepat berpuas diri. Jadikan Juara I ini sebagai pijakan awal, bukan puncak. Teruslah berlatih, asah terus kemampuan, dan tantang diri untuk mengikuti kompetisi di tingkat yang lebih tinggi, baik tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan sikap rendah hati setelah meraih prestasi.
“Jaga sportivitas dan tetap rendah hati,” tegasnya.
Lebih jauh, Syahrullah berharap capaian Ainur Rosi dapat mematahkan anggapan bahwa prestasi peserta didik hanya diukur dari kemampuan akademik. Menurutnya, setiap siswa memiliki ruang dan bakat yang berbeda untuk dikembangkan.
“Semoga prestasi ini menjadi motivasi dan inspirasi bagi seluruh peserta didik. Setiap anak memiliki bakatnya masing-masing. Ada yang di bidang akademik, olahraga, seni, dan strategi seperti catur ini,” katanya.
Karena itu, pihak sekolah berkomitmen memperluas ruang pengembangan minat dan bakat peserta didik. Dukungan tersebut akan diarahkan melalui kegiatan ekstrakurikuler, pembinaan yang lebih intensif, serta pemberian ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuannya.
“Ke depan, pihak sekolah akan terus berkomitmen untuk mendukung dan memfasilitasi pengembangan minat dan bakat siswa melalui ekstrakurikuler, pembinaan yang lebih intensif, dan memberikan ruang seluas-luasnya untuk berkreasi,” pungkasnya.
Penulis : Mat Juhri






