Fenomena Curhat Berujung Perselingkuhan Marak di Sumenep, Nilai Kesetiaan Rumah Tangga Dipertanyakan

- Reporter

Rabu, 17 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ilustrasi

Foto : Ilustrasi

Zero.co.id, Sumenep – Fenomena curhat yang berujung pada tumbuhnya rasa saling menyayangi di luar ikatan pernikahan belakangan ini kian sering menjadi perbincangan di tengah masyarakat Kabupaten Sumenep. Kisah semacam ini umumnya bermula dari persoalan rumah tangga yang sejatinya dapat diselesaikan secara internal, namun justru melebar ke arah yang keliru.

Dalam salah satu cerita yang berkembang di masyarakat, seorang istri memilih pulang ke rumah orang tuanya setelah terlibat pertengkaran dengan sang suami. Di tengah kondisi emosi yang rapuh, ia kemudian mencari pelarian dengan mencurahkan isi hati kepada seorang teman laki-laki. Awalnya, niat tersebut hanya sebatas berbagi cerita dan meminta pendapat.

Namun seiring berjalannya waktu, komunikasi yang terlalu intens perlahan berubah menjadi kedekatan emosional yang melampaui batas kewajaran. Situasi semakin rumit ketika sang teman ternyata menyimpan perasaan terhadap perempuan yang masih berstatus istri orang.

Hubungan yang seharusnya berhenti pada empati justru berkembang menjadi keterikatan emosional. Keduanya terlena hingga melupakan fakta adanya ikatan pernikahan yang sah serta tanggung jawab keluarga yang seharusnya dijaga bersama.

Kondisi makin diperparah ketika suami tidak berada di rumah. Istri merasa seolah bebas tanpa ikatan tanggung jawab, bahkan mengaku telah pasrah terhadap pernikahan yang baru seumur jagung. Keinginan untuk berpisah pun muncul tanpa adanya upaya serius untuk memperbaiki dan menyelamatkan rumah tangga.

Padahal, membangun rumah tangga bukanlah perkara mudah. Pertengkaran merupakan hal yang lumrah dalam setiap pernikahan dan sejatinya menjadi ujian kedewasaan bagi pasangan suami istri. Pada titik inilah diperlukan sikap saling memahami, menahan ego, serta keberanian untuk menyelesaikan persoalan, bukan mencari pelarian yang justru menambah luka.

Pernikahan kerap diibaratkan seperti gelas dan lepek yang saling bergesekan. Gesekan tersebut mungkin meninggalkan goresan, namun bukan alasan untuk membuangnya. Justru dari situlah komitmen, kesetiaan, dan kedewasaan diuji.

Perselingkuhan bukanlah solusi atas konflik rumah tangga. Sebaliknya, tindakan tersebut hanya akan melahirkan luka baru, merusak kepercayaan, serta menghancurkan banyak pihak, termasuk anak dan keluarga besar. Sudah seharusnya setiap individu kembali pada nilai tanggung jawab, kesetiaan, dan keberanian untuk menyelesaikan masalah secara dewasa.

Berita Terkait

Dari Pada HMI Korkom UMM Mati Pelan-Pelan dalam Sikap dan Gerakan, Lebih Baik Dibubarkan Sekalian
Melemahnya Rupiah, Cermin Rapuhnya Ketahanan Ekonomi Indonesia
Budaya: Menyatukan Manusia atau Membatasi Cara Berpikir?
Pelapor Kasus Penipuan Jual Beli Mobil di Pamekasan Desak Kapolres Segera Tangkap Pelaku
Proyek Mangkrak, Penanganan Kasus Perusakan Lahan di Bulangan Barat Memanas, Polres Akan Panggil Paksa Direktur CV. Dzarrin Putra Utama
Disambut Hangat, Pengajian Umum Tutup Pekan Akhirussanah Tarbiyatus Shibyan Dengan Meriah
Tak Tertandingi! Siswa Sumenep Kuasai 3 Smart Competition Tingkat Madura
Potret Ketimpangan: Warga Kepulauan Giliraja Perbaiki Jalan Tanpa Bantuan Pemerintah

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 17:19 WIB

Dari Pada HMI Korkom UMM Mati Pelan-Pelan dalam Sikap dan Gerakan, Lebih Baik Dibubarkan Sekalian

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:01 WIB

Melemahnya Rupiah, Cermin Rapuhnya Ketahanan Ekonomi Indonesia

Senin, 11 Mei 2026 - 18:20 WIB

Budaya: Menyatukan Manusia atau Membatasi Cara Berpikir?

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:54 WIB

Pelapor Kasus Penipuan Jual Beli Mobil di Pamekasan Desak Kapolres Segera Tangkap Pelaku

Kamis, 7 Mei 2026 - 02:36 WIB

Proyek Mangkrak, Penanganan Kasus Perusakan Lahan di Bulangan Barat Memanas, Polres Akan Panggil Paksa Direktur CV. Dzarrin Putra Utama

Berita Terbaru

Foto; Mat Juhri wakil  ketua Umum Himpunan mahasiswa program studi (HMPS) pendidikan agama Islam universitas Islam negeri Madura.

Opini

Budaya: Menyatukan Manusia atau Membatasi Cara Berpikir?

Senin, 11 Mei 2026 - 18:20 WIB

You cannot copy content of this page