ZERO.CO.ID, SUMENEP – Kesabaran warga Dusun Montorna, Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, tampaknya telah mencapai batas. Selama lebih dari satu tahun, kondisi tiang listrik yang roboh, tiang miring, serta kabel jaringan yang terlepas dari penyangga disebut belum mendapatkan penanganan yang memadai, meski keluhan telah berulang kali disampaikan kepada PLN ULP Waru.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius warga karena jaringan yang melintasi permukiman membawa tegangan listrik tinggi. Warga mengaku khawatir keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan yang membahayakan masyarakat.
Zubairi, warga Desa Montorna, mengungkapkan bahwa laporan kepada pihak PLN telah berkali-kali disampaikan. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada langkah perbaikan yang mampu menghilangkan potensi bahaya di lokasi.
“Kami sudah lebih dari satu tahun menyampaikan keluhan. Sampai hari ini belum ada tindakan yang benar-benar memberikan rasa aman kepada masyarakat. Jangan sampai ada korban terlebih dahulu baru dilakukan perbaikan,” ujar Zubairi.
Menurutnya, sebagian pasokan listrik di Dusun Montorna berasal dari jaringan PLN ULP Waru. Ia menilai lambatnya penanganan terhadap infrastruktur kelistrikan tersebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Warga berharap PLN tidak menunggu terjadinya insiden sebelum melakukan tindakan. Mereka meminta pemeriksaan dan perbaikan segera terhadap tiang listrik yang miring, tiang yang roboh, maupun kabel yang terlepas demi mencegah risiko yang tidak diinginkan.
Apabila dalam waktu satu minggu belum ada tindakan nyata dari pihak PLN, Zubairi menyatakan masyarakat berencana menggelar aksi demonstrasi ke kantor PLN di Pamekasan sebagai bentuk protes atas lambatnya penanganan keluhan tersebut.
Selain itu, Zubairi juga menyampaikan bahwa dirinya sedang mempertimbangkan langkah hukum dengan melaporkan dugaan kelalaian kepada aparat penegak hukum apabila terdapat dasar hukum dan bukti yang mendukung. Menurutnya, keselamatan masyarakat merupakan tanggung jawab yang tidak boleh diabaikan.
Masyarakat berharap PLN segera merespon keluhan tersebut dengan melakukan pengecekan lapangan, evaluasi kondisi jaringan, serta perbaikan menyeluruh agar potensi bahaya dapat dihilangkan dan pelayanan kelistrikan kembali memberikan rasa aman bagi warga.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya menghubungi dan meminta konfirmasi resmi kepada pihak PLN UP3 Pamekasan maupun PLN ULP Waru terkait keluhan warga tersebut.






