ZERO. CO. ID, SURABAYA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar (FKMSB) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dengan mengusung tema “Ikhtiar Mahasantri Merajut Kepemimpinan Progresif dan Berkarakter”. Kegiatan tersebut berlangsung di Asrama HJ, Sukolilo, Surabaya, Sabtu (8/8/2026).
Rakornas dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Banyuanyar, R. Abdul Latief dan R. Hasan Nuruddin, Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., Ph.D., Ketua Persatuan Alumni Banyuanyar (Peradaban) Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag., Ketua Majlissun Nadwah FKMSB Pusat, perwakilan Polrestabes Surabaya, serta perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FKMSB se-Indonesia.
Ketua DPP FKMSB, Nurisul Anwar, mengatakan Rakornas merupakan agenda nasional yang digelar setiap dua tahun sebagai bagian dari evaluasi internal organisasi.
“Ini merupakan kegiatan nasional yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali untuk mengevaluasi internal FKMSB,” ujar Nurisul.
Ia menambahkan, dalam pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan organisasi, pengurus DPP FKMSB juga membangun sinergi dengan jajaran legislatif organisasi.
“Kegiatan pengurus DPP bekerja sama dengan pengurus legislatif,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (Peradaban) Pusat sekaligus salah satu pendiri FKMSB, Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag., menekankan pentingnya mengambil keteladanan dari para tokoh dalam membangun karakter kepemimpinan.
Menurutnya, Abdul Hamid Bagir dikenal sebagai sosok pemimpin yang menjaga keamanan dan kelestarian bangsa. Sementara estafet perjuangan kemudian dilanjutkan oleh R.K. Syamsul Arifin yang dikenal sebagai pemimpin yang mengedepankan pelayanan.
“Dari dua contoh figur kepemimpinan ini, kita dapat mengambil ibrah dan keteladanan,” ungkapnya.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., Ph.D., turut menyampaikan apresiasinya terhadap hubungan yang terjalin antara dirinya dengan keluarga besar Banyuanyar.
“Meskipun durasi kebersamaan kami dengan Banyuanyar tidak begitu panjang, hubungan tersebut tidak pernah putus,” katanya.
Emil juga menegaskan pentingnya membangun kepemimpinan mahasantri yang mampu berkembang dan tetap memiliki karakter yang kuat.
“Merajut kepemimpinan mahasantri yang progresif berarti selalu melakukan sesuatu yang baru, sementara berkarakter berarti istiqamah,” jelasnya.
Di kesempatan yang sama, Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Banyuanyar, R. Abdul Latief, menyampaikan rasa bangganya terhadap keberadaan FKMSB sebagai wadah perjuangan dan pengabdian para alumni serta mahasiswa santri.
“Keluarga besar Pondok Pesantren Banyuanyar sangat bangga dengan adanya FKMSB. FKMSB ini seperti syakel yang harus selalu dinyalakan,” tuturnya.
Ia berpesan kepada seluruh kader FKMSB agar tetap menjaga dan melanjutkan tradisi positif yang telah dibiasakan selama berada di pesantren.
“Jangan sampai meninggalkan kegiatan-kegiatan yang sudah dibiasakan di pondok pesantren,” pesannya.
Rakornas FKMSB tersebut kemudian dibuka secara simbolis oleh R. Abdul Latief. Pembukaan ditandai dengan foto bersama sejumlah tokoh, alumni, serta jajaran pengurus FKMSB yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Penulis : Mat Juhri
Editor : Abd Ghafur






