Sumenep Darurat Banjir, Akhmadi Yasid Soroti Tambang Ilegal dan Drainase Kota

- Reporter

Selasa, 13 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir melanda sejumlah daerah di Kota Sumenep. (Doc. TimesIN).

Banjir melanda sejumlah daerah di Kota Sumenep. (Doc. TimesIN).

SUMENEP – Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Bahkan kali ini, cakupan wilayah terdampak jauh lebih luas dibandingkan sebelumnya, Selasa (13/5).

Kondisi ini membuat DPRD Sumenep angkat bicara dan mendesak penanganan menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep dari Fraksi PKB, Akhmadi Yasid, menyebut banjir hari ini tak hanya terjadi di kawasan pusat kota seperti Jalan Trunojoyo, sekitar Museum, Taman Bunga, dan Jalan Pabian.

Namun, sejumlah daerah penyangga yang selama ini aman dari banjir, seperti Kebonagung, Batuan, Babbalan, hingga Patean, kini juga terendam.

“Ini sudah darurat. Banjir bukan lagi soal saluran air mampet, tapi sudah menyentuh persoalan serius di hulu. Arus deras di beberapa titik bisa membahayakan,” kata Akhmadi, Selasa (13/5/2025).

Menurutnya, Pemkab Sumenep harus segera turun tangan dan melakukan evaluasi komprehensif. Salah satu persoalan utama yang menjadi sorotan adalah minimnya daerah resapan air, terutama di wilayah Batuan, yang diduga terdampak aktivitas tambang galian C ilegal.

“Dulu perumahan di Batuan aman-aman saja, sekarang banjir parah. Ini indikasi kuat bahwa daya serap lingkungan sudah rusak akiibat Galian C ilegal. Air hujan yang seharusnya menyerap, kini langsung menjadi arus deras,” ujarnya.

Akhmadi menegaskan, penanganan banjir di Sumenep tak bisa hanya berfokus pada drainase kota. Ia mendesak adanya langkah tegas dan terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Hulu harus ditata, terutama yang berkaitan dengan tambang ilegal yang makin marak. Di hilir, saluran air kota juga harus diperlakukan sebagai kondisi darurat. Tidak bisa lagi dibiarkan,” tegasnya.

Situasi ini menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kebijakan dan masyarakat. Tanpa penanganan serius dan berkelanjutan, banjir berpotensi menjadi bencana tahunan yang terus meluas di Sumenep.

Berita Terkait

Dari “Bupati Tong-Tong” ke Mandalika, Tong-Tong Sumenep Dibawa ke Panggung MotoGP
Asia Award Magazine 2026, Bani Insan Peduli Sabet Dua Pernggargaan dan Optimis Untuk Selalu Tebar Manfaat
Guruh Soekarnoputra Wafat, Megawati Dalam Perjalanan dari Sulsel ke Jakarta
Guruh Sukarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pungli PBG
CV Jawara Salurkan BLT DBHCHT Rp600 Ribu ke 537 Buruh Pabrik di Pamekasan
Laporan GMS Soal Dugaan Dana Desa Bergulir ke Sekda, Apa Langkah Pemkab ?
Hadapi Tantangan Lalu Lintas, Polresta Sumenep Tekankan Kesiapan Personel

Sumenep Darurat Banjir, Akhmadi Yasid Soroti Tambang Ilegal dan Drainase Kota

- Reporter

Selasa, 13 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir melanda sejumlah daerah di Kota Sumenep. (Doc. TimesIN).

Banjir melanda sejumlah daerah di Kota Sumenep. (Doc. TimesIN).

SUMENEP – Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Bahkan kali ini, cakupan wilayah terdampak jauh lebih luas dibandingkan sebelumnya, Selasa (13/5).

Kondisi ini membuat DPRD Sumenep angkat bicara dan mendesak penanganan menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep dari Fraksi PKB, Akhmadi Yasid, menyebut banjir hari ini tak hanya terjadi di kawasan pusat kota seperti Jalan Trunojoyo, sekitar Museum, Taman Bunga, dan Jalan Pabian.

Namun, sejumlah daerah penyangga yang selama ini aman dari banjir, seperti Kebonagung, Batuan, Babbalan, hingga Patean, kini juga terendam.

“Ini sudah darurat. Banjir bukan lagi soal saluran air mampet, tapi sudah menyentuh persoalan serius di hulu. Arus deras di beberapa titik bisa membahayakan,” kata Akhmadi, Selasa (13/5/2025).

Menurutnya, Pemkab Sumenep harus segera turun tangan dan melakukan evaluasi komprehensif. Salah satu persoalan utama yang menjadi sorotan adalah minimnya daerah resapan air, terutama di wilayah Batuan, yang diduga terdampak aktivitas tambang galian C ilegal.

“Dulu perumahan di Batuan aman-aman saja, sekarang banjir parah. Ini indikasi kuat bahwa daya serap lingkungan sudah rusak akiibat Galian C ilegal. Air hujan yang seharusnya menyerap, kini langsung menjadi arus deras,” ujarnya.

Akhmadi menegaskan, penanganan banjir di Sumenep tak bisa hanya berfokus pada drainase kota. Ia mendesak adanya langkah tegas dan terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Hulu harus ditata, terutama yang berkaitan dengan tambang ilegal yang makin marak. Di hilir, saluran air kota juga harus diperlakukan sebagai kondisi darurat. Tidak bisa lagi dibiarkan,” tegasnya.

Situasi ini menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kebijakan dan masyarakat. Tanpa penanganan serius dan berkelanjutan, banjir berpotensi menjadi bencana tahunan yang terus meluas di Sumenep.

Berita Terkait

Dari “Bupati Tong-Tong” ke Mandalika, Tong-Tong Sumenep Dibawa ke Panggung MotoGP
Asia Award Magazine 2026, Bani Insan Peduli Sabet Dua Pernggargaan dan Optimis Untuk Selalu Tebar Manfaat
Guruh Soekarnoputra Wafat, Megawati Dalam Perjalanan dari Sulsel ke Jakarta
Guruh Sukarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pungli PBG
CV Jawara Salurkan BLT DBHCHT Rp600 Ribu ke 537 Buruh Pabrik di Pamekasan
Laporan GMS Soal Dugaan Dana Desa Bergulir ke Sekda, Apa Langkah Pemkab ?
Hadapi Tantangan Lalu Lintas, Polresta Sumenep Tekankan Kesiapan Personel

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 13:30 WIB

Dari “Bupati Tong-Tong” ke Mandalika, Tong-Tong Sumenep Dibawa ke Panggung MotoGP

Sabtu, 26 September 2026 - 08:52 WIB

Asia Award Magazine 2026, Bani Insan Peduli Sabet Dua Pernggargaan dan Optimis Untuk Selalu Tebar Manfaat

Sabtu, 26 September 2026 - 04:32 WIB

Guruh Soekarnoputra Wafat, Megawati Dalam Perjalanan dari Sulsel ke Jakarta

Sabtu, 26 September 2026 - 04:18 WIB

Guruh Sukarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Kamis, 24 September 2026 - 07:34 WIB

CV Jawara Salurkan BLT DBHCHT Rp600 Ribu ke 537 Buruh Pabrik di Pamekasan

Berita Terbaru

Foto: Guruh Sukarno Putra (Foto: IG Guruh Sukarno Putra).

News

Guruh Sukarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Sabtu, 26 Sep 2026 - 04:18 WIB