Dugaan Skandal Perzinaan Pimpinan BUMD Sumenep Jadi Buah Bibir Pegawai

- Reporter

Kamis, 25 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

Zero.co.id, Sumenep — Isu serius mengguncang salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Sumenep. Berdasarkan informasi dari sumber internal yang dapat dipercaya namun meminta identitasnya dirahasiakan, mencuat dugaan hubungan tidak patut antara Direktur BUMD dengan Kepala Bagian Umum dan Administrasi.

Dugaan tersebut disebut telah menjadi rahasia umum di lingkungan internal perusahaan, bahkan diketahui oleh keluarga pimpinan cabang, namun hingga kini belum terlihat adanya langkah resmi dari pihak Inspektorat maupun Bupati Sumenep. Kamis (25/12/25)

Tak berhenti pada persoalan etik, dugaan penyalahgunaan keuangan perusahaan juga ikut mengemuka. Kepala Bagian Umum dan Administrasi diduga menggunakan dana BUMD sebesar Rp20.000.000 untuk kepentingan pribadi Direktur. Jika benar, praktik ini berpotensi melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan mencederai kepercayaan publik.

“Penggunaan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi jelas tidak bisa dibenarkan. Ini bukan sekadar masalah internal, tetapi menyangkut uang rakyat,” ujar sumber tersebut.

Sorotan juga mengarah pada pengelolaan aset perusahaan. Salah satunya terkait penyewaan mobil dinas jenis Toyota Innova Zenix terbaru dengan biaya Rp12.500.000 per bulan, yang menurut sumber justru digunakan untuk kepentingan pribadi istri Direktur. Kebijakan ini dinilai tidak hanya boros, tetapi juga menunjukkan indikasi penyalahgunaan fasilitas negara.

Kondisi internal BUMD semakin memprihatinkan dengan kosongnya sejumlah jabatan strategis selama bertahun-tahun. Posisi Kasubag Umum dan Perlengkapan dilaporkan kosong hampir tiga tahun, sementara Kasubag Keuangan hanya dijabat oleh Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) dari pegawai tetap. Ironisnya, fungsi vital seperti kasir dan bendahara gajijustru dipercayakan kepada pegawai kontrak, yang dinilai rawan menimbulkan lemahnya sistem pengawasan internal.

Lebih jauh, sumber tersebut menilai bahwa pengelolaan keuangan BUMD yang terlalu terpusat pada satu orang, yakni Kepala Bagian Umum dan Administrasi, membuka ruang lebar terjadinya penyalahgunaan wewenang yang berpotensi merugikan perusahaan dan publik.

Situasi ini memunculkan desakan agar Inspektorat Kabupaten Sumenep segera turun tangan melakukan audit menyeluruh, baik dari aspek keuangan maupun tata kelola dan etika jabatan. Selain itu, Bupati Sumenep juga diminta tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah tegas demi menjaga marwah BUMD sebagai badan usaha milik daerah yang seharusnya dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Berita Terkait

Bawa Nama Madura ke Kancah Internasional, Mahasiswa IDB Sabet Penghargaan di Tiga Negara
Sempat vakum, DPW FKMSB Pamekasan Hidupkan Kembali DPK FKMSB Pantura
Coretan Orasi PMII, Moh Faridi : Organisasi Bisa Berdosa Pada Kadernya
Generasi ‘Z’ Adalah Ujung Tombak PDI Perjuangan di Pemilu 2029.
Serda Farit Perio Santoso, Bantu Bajak Sawah Milik Warga Binaanya Demi Meningkatkan Ketahanan Pangan.
Sertu Nurudin, Komsos di Desa Tampojung Tenggina Untuk Dengarkan Keluhan Warga Binaanya
Serda Andi Lutfi Perkuat Usaha Home Idustri Warga Binaanya di Desa Tampojung Tengah
Serda M. Nurhidayat, Dampingi Kegiatan Posyandu

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:25 WIB

Bawa Nama Madura ke Kancah Internasional, Mahasiswa IDB Sabet Penghargaan di Tiga Negara

Minggu, 10 Mei 2026 - 08:35 WIB

Sempat vakum, DPW FKMSB Pamekasan Hidupkan Kembali DPK FKMSB Pantura

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:09 WIB

Coretan Orasi PMII, Moh Faridi : Organisasi Bisa Berdosa Pada Kadernya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:03 WIB

Generasi ‘Z’ Adalah Ujung Tombak PDI Perjuangan di Pemilu 2029.

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:25 WIB

Sertu Nurudin, Komsos di Desa Tampojung Tenggina Untuk Dengarkan Keluhan Warga Binaanya

Berita Terbaru

Foto; Mat Juhri wakil  ketua Umum Himpunan mahasiswa program studi (HMPS) pendidikan agama Islam universitas Islam negeri Madura.

Opini

Budaya: Menyatukan Manusia atau Membatasi Cara Berpikir?

Senin, 11 Mei 2026 - 18:20 WIB

You cannot copy content of this page