Sutrisno Soroti Dana BLUD RSUD dan Puskesmas Sumenep: Rp207 Miliar Tapi Transparansi Nol?

- Reporter

Selasa, 27 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RSUD Moh. Anwar Sumenep

RSUD Moh. Anwar Sumenep

SUMENEP – Sorotan tajam kembali menghujani tata kelola keuangan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Selasa (27/5).

Muhammad Sutrisno, aktivis Dear Jatim, menggugat transparansi pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang menaungi RSUD dr. H. Moh. Anwar dan 30 Puskesmas.

Pendapatan Capai Rp207 Miliar, Tapi Rincian Minim

Sutrisno mengungkapkan keresahannya terhadap pengelolaan dana BLUD yang ia nilai tidak sebanding dengan prinsip keterbukaan publik.

Total pendapatan BLUD RSUD dan Puskesmas sepanjang 2023 mencapai Rp207 miliar lebih. Rinciannya, RSUD dr. H. Moh. Anwar mengantongi Rp110,27 miliar, sementara 30 Puskesmas meraup Rp96,56 miliar.

“Meskipun Perbup Sumenep Nomor 32 Tahun 2013 telah mengatur pedoman pengelolaan BLUD, data yang disajikan masih menyisakan banyak pertanyaan terkait rincian pengeluaran dan pemanfaatan dana yang jelas,” tegas Sutrisno.

Belanja Pegawai BLUD Menguras Anggaran

Masih menurut Sutrisno, sektor belanja pegawai menguras sebagian besar dana BLUD. RSUD dan 30 Puskesmas menghabiskan Rp62,66 miliar atau 94,06% dari anggaran yang tersedia. Khusus RSUD, belanja pegawai menyentuh Rp6,66 miliar atau 72,43% dari pagu.

“Angka-angka ini perlu diurai lebih lanjut. Masyarakat berhak tahu detail alokasi dana tersebut, termasuk pembayaran jasa kepada non-ASN yang disebutkan,” ucapnya lugas.

Saldo Kas Membengkak, Efisiensi atau Mandek?

Saldo kas BLUD RSUD dr. H. Moh. Anwar per akhir 2023 juga mencuri perhatian. Angkanya meningkat menjadi Rp42,94 miliar dari sebelumnya Rp40,11 miliar pada 2022. Sutrisno mempertanyakan apakah lonjakan tersebut merupakan hasil efisiensi atau akibat dana yang belum tersalurkan.

“Peningkatan saldo kas ini perlu dijelaskan, apakah memang ada efisiensi anggaran atau ada dana yang belum teralokasi dengan baik,” tambah Sutrisno.

Pajak Parkir Naik, Tapi Transparansi Masih Buram

Meski mengapresiasi lonjakan pendapatan dari pajak parkir, Sutrisno mengingatkan agar sektor BLUD tidak luput dari prinsip akuntabilitas.

“Kami mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk lebih terbuka dan memberikan akses informasi yang lebih detail kepada publik mengenai pengelolaan keuangan BLUD. Ini demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel,” pungkasnya.

Konfirmasi Pejabat Masih Mandek

Hingga berita ini diturunkan, Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar, dr. Erliyati, M.Kes, belum memberikan keterangan resmi. Tim redaksi juga masih terus mengupayakan konfirmasi dari Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sumenep.

Berita Terkait

Ngeri, Truk Galian C Ilegal Pamekasan Tertimpa Batu Hingga Rengsek
Bawa Nama Madura ke Kancah Internasional, Mahasiswa IDB Sabet Penghargaan di Tiga Negara
Sempat vakum, DPW FKMSB Pamekasan Hidupkan Kembali DPK FKMSB Pantura
Coretan Orasi PMII, Moh Faridi : Organisasi Bisa Berdosa Pada Kadernya
Generasi ‘Z’ Adalah Ujung Tombak PDI Perjuangan di Pemilu 2029.
Serda Farit Perio Santoso, Bantu Bajak Sawah Milik Warga Binaanya Demi Meningkatkan Ketahanan Pangan.
Sertu Nurudin, Komsos di Desa Tampojung Tenggina Untuk Dengarkan Keluhan Warga Binaanya
Serda Andi Lutfi Perkuat Usaha Home Idustri Warga Binaanya di Desa Tampojung Tengah

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:04 WIB

Ngeri, Truk Galian C Ilegal Pamekasan Tertimpa Batu Hingga Rengsek

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:25 WIB

Bawa Nama Madura ke Kancah Internasional, Mahasiswa IDB Sabet Penghargaan di Tiga Negara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:09 WIB

Coretan Orasi PMII, Moh Faridi : Organisasi Bisa Berdosa Pada Kadernya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:03 WIB

Generasi ‘Z’ Adalah Ujung Tombak PDI Perjuangan di Pemilu 2029.

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:30 WIB

Serda Farit Perio Santoso, Bantu Bajak Sawah Milik Warga Binaanya Demi Meningkatkan Ketahanan Pangan.

Berita Terbaru

Foto; Mat Juhri wakil  ketua Umum Himpunan mahasiswa program studi (HMPS) pendidikan agama Islam universitas Islam negeri Madura.

Opini

Budaya: Menyatukan Manusia atau Membatasi Cara Berpikir?

Senin, 11 Mei 2026 - 18:20 WIB

You cannot copy content of this page