Munas Perdana PS COBRA Jadi Penanda Konsolidasi Nasional Organisasi

- Reporter

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: (acara Munas perdana PS Cobra)

Foto: (acara Munas perdana PS Cobra)

Zero, Pamekasan – Perguruan Silat (PS) COBRA menggelar Musyawarah Nasional (Munas) I pemilihan Ketua Umum periode 2026–2031 pada Sabtu, 4 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung di SMKN 3 Pamekasan ini meng

usung tema “Bersatu Dalam Tradisi, Bergerak Menuju Prestasi.”

Munas I tersebut dihadiri Kapolres atau perwakilannya, jajaran pengurus dan anggota PS COBRA dari berbagai daerah di Indonesia, Ketua Pengkab IPSI, serta Komandan Distrik Militer (Dandim). Agenda utama Munas adalah pemilihan kepengurusan baru serta konsolidasi organisasi di tingkat nasional.

Pembina PS COBRA dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan Munas merupakan amanat organisasi yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
“Sesuai AD/ART, setiap lima tahun sekali PS COBRA wajib melaksanakan musyawarah nasional sebagai forum tertinggi organisasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan nilai dasar yang melekat pada PS COBRA. Menurutnya, COBRA merupakan singkatan dari Comando Barisan Anti Anarkis, sehingga seluruh anggotanya dituntut menjunjung tinggi kedisiplinan dan menjauhi tindakan kekerasan.
“Pendekar COBRA tidak boleh melakukan kekerasan. Nama COBRA sendiri menegaskan bahwa kita anti terhadap segala bentuk anarkisme,” tegasnya.

Dalam sambutan tersebut, pembina PS COBRA turut menyinggung pentingnya kebanggaan terhadap pencak silat sebagai jati diri bangsa.
“Jika Tiongkok bangga dengan wushu, Jepang dengan samurai, Thailand dengan muay thai, dan Barat dengan tinju, maka kita sebagai bangsa Indonesia harus bangga dengan pencak silat,” katanya.

Ia menilai terselenggaranya Munas I menjadi penanda perkembangan PS COBRA yang semakin luas.
“Munas pertama ini menunjukkan bahwa PS COBRA telah berkembang pesat dan kini berskala nasional,” lanjutnya.

Lebih jauh, ia berharap kepengurusan baru yang terpilih nantinya mampu membawa semangat baru bagi organisasi.
“Dengan Munas ini, kita memilih pengurus baru dan menumbuhkan harapan baru agar PS COBRA menjadi salah satu perguruan pencak silat yang membanggakan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres atau perwakilannya dalam sambutan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Munas I PS COBRA.
“Kami mengucapkan selamat atas pelaksanaan Musyawarah Nasional pertama PS COBRA. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan membawa kebaikan bagi organisasi serta masyarakat,” katanya.

PS COBRA sendiri merupakan perguruan pencak silat yang berawal dari Pamekasan dan kini telah berkembang di berbagai daerah di Indonesia.

Penulis : Mat Juhri

Editor : Abd Ghafur

Berita Terkait

Ngeri, Truk Galian C Ilegal Pamekasan Tertimpa Batu Hingga Rengsek
Bawa Nama Madura ke Kancah Internasional, Mahasiswa IDB Sabet Penghargaan di Tiga Negara
Sempat vakum, DPW FKMSB Pamekasan Hidupkan Kembali DPK FKMSB Pantura
Coretan Orasi PMII, Moh Faridi : Organisasi Bisa Berdosa Pada Kadernya
Generasi ‘Z’ Adalah Ujung Tombak PDI Perjuangan di Pemilu 2029.
Serda Farit Perio Santoso, Bantu Bajak Sawah Milik Warga Binaanya Demi Meningkatkan Ketahanan Pangan.
Sertu Nurudin, Komsos di Desa Tampojung Tenggina Untuk Dengarkan Keluhan Warga Binaanya
Serda Andi Lutfi Perkuat Usaha Home Idustri Warga Binaanya di Desa Tampojung Tengah

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:04 WIB

Ngeri, Truk Galian C Ilegal Pamekasan Tertimpa Batu Hingga Rengsek

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:25 WIB

Bawa Nama Madura ke Kancah Internasional, Mahasiswa IDB Sabet Penghargaan di Tiga Negara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:09 WIB

Coretan Orasi PMII, Moh Faridi : Organisasi Bisa Berdosa Pada Kadernya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:03 WIB

Generasi ‘Z’ Adalah Ujung Tombak PDI Perjuangan di Pemilu 2029.

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:30 WIB

Serda Farit Perio Santoso, Bantu Bajak Sawah Milik Warga Binaanya Demi Meningkatkan Ketahanan Pangan.

Berita Terbaru

Foto; Mat Juhri wakil  ketua Umum Himpunan mahasiswa program studi (HMPS) pendidikan agama Islam universitas Islam negeri Madura.

Opini

Budaya: Menyatukan Manusia atau Membatasi Cara Berpikir?

Senin, 11 Mei 2026 - 18:20 WIB

You cannot copy content of this page