Zero,co,id. PAMEKASAN — Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Pamekasan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Pamekasan, Selasa (7/4/2026), sebagai bentuk evaluasi terhadap satu tahun kinerja Bupati dan Wakil Bupati setempat.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan yang dinilai belum terealisasi secara optimal. Sedikitnya terdapat tujuh poin utama yang disoroti, yakni reformasi birokrasi, transparansi insentif guru ngaji, pemerataan pembangunan infrastruktur, transparansi hibah aspal, penuntasan penggunaan lahan fasilitas publik, penindakan terhadap perusak lingkungan, pemulihan jaminan fasilitas kesehatan, serta penataan relokasi pedagang kaki lima (PKL) dan tata kelola kota.
Koordinator aksi, Juna, menegaskan bahwa pemerintah daerah harus segera merespons tuntutan yang disampaikan mahasiswa. Ia menilai, berbagai persoalan tersebut mencerminkan belum maksimalnya kinerja pemerintah daerah selama satu tahun terakhir.
“Bupati dan Wakil Bupati harus segera mengevaluasi tuntutan yang sudah kami sampaikan,” ujar Juna.
Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tidak ada tindak lanjut konkret dari pemerintah daerah.
“Jika belum ada realisasi, kami akan datang lagi dengan massa yang lebih besar,” tegasnya.
Aksi berlangsung tertib dan kondusif. Perwakilan massa akhirnya ditemui oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pamekasan, Taufiqurrahman, yang menyatakan akan meneruskan seluruh aspirasi mahasiswa kepada Bupati Pamekasan yang berhalangan hadir.
“Saya akan menyampaikan seluruh aspirasi yang disampaikan teman-teman kepada Bapak Bupati,” kata Taufiqurrahman.
Aksi ini menjadi bagian dari peran mahasiswa sebagai kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan daerah, sekaligus mendorong agar kebijakan yang diambil lebih berpihak pada kepentingan masyarakat.
Penulis : Mat Juhri
Editor : Royhan asfiya'






