Lapangan Sepak Bola Saroka Tiba-Tiba Digarap, Warga Curiga Ada Permainan Politik dan Ekonomi

- Reporter

Senin, 17 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Lapangan sepak bola Desa Saroka, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, tengah digarap secara sepihak untuk pembangunan Koperasi Merah Putih, memicu protes dari warga setempat

Foto : Lapangan sepak bola Desa Saroka, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, tengah digarap secara sepihak untuk pembangunan Koperasi Merah Putih, memicu protes dari warga setempat

Zero.co.id, Sumenep – Warga Desa Saroka, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, hari ini dikejutkan oleh aktivitas pembangunan misterius di lapangan sepak bola desa satu-satunya ruang publik yang selama puluhan tahun menjadi pusat kegiatan olahraga dan acara besar masyarakat. Tanpa pengumuman, tanpa musyawarah, dan tanpa papan informasi proyek, sejumlah tukang terlihat mulai mengerjakan fondasi yang disebut-sebut akan menjadi bangunan Koperasi Merah Putih.

Langkah sepihak tersebut langsung menyalakan gelombang protes dari tokoh masyarakat, pemuda, dan sesepuh desa. Lapangan Saroka selama ini dikenal sebagai tanah komunal yang memiliki nilai historis tinggi, menjadi tempat berkumpul, berlatih sepak bola, hingga pelaksanaan acara adat dan sosial.

Salah seorang tokoh pemuda yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa dan marah atas tindakan yang dianggap merampas ruang publik warga.

“Ini lapangan kami. Dari dulu tempat anak-anak main bola dan kegiatan desa. Kenapa tiba-tiba mau diganti gedung koperasi tanpa ada pemberitahuan, tanpa diumumkan ke masyarakat Saroka?” tegasnya.

Minimnya transparansi semakin memperburuk situasi. Hingga pengerjaan dimulai, tidak ditemukan papan proyek, kejelasan status lahan, ataupun sosialisasi rencana alih fungsi. Kondisi ini membuat warga curiga bahwa pembangunan dilakukan tanpa prosedur yang benar dan tanpa persetujuan masyarakat sebagai pemilik manfaat utama lahan tersebut.

Beberapa tokoh desa bahkan secara tegas menolak pembangunan yang dianggap mengorbankan kepentingan publik.

“Pembangunan ekonomi itu penting. Tapi bukan berarti fasilitas publik yang sudah dibutuhkan masyarakat harus dihapus begitu saja. Lapangan ini harus dikembalikan fungsinya,” ujar salah satu tokoh berpengaruh di Saroka.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah desa maupun manajemen Koperasi Merah Putih belum memberikan pernyataan resmi. Warga kini menanti kejelasan: apakah pembangunan ini sah, apakah ada izin alih fungsi, dan mengapa prosesnya dilakukan secara diam-diam?

Konflik antara kepentingan pembangunan ekonomi dan keberlanjutan ruang publik kini menjadi sorotan utama. Masyarakat Saroka berharap ada tindakan cepat dan transparan agar polemik tidak berkembang menjadi konflik sosial yang lebih besar.

Berita Terkait

JJS Central 88 Siapkan Umrah dan Puluhan Hadiah Emas untuk Warga Pamekasan
Rakornas FKMSB 2026 Tekankan Kepemimpinan Progresif dan Berkarakter
Lomba Tiga Roda Jadi Ikon Perayaan HUT RI Ke-81 di Sapeken
Siapa yang Menikmati Anggaran Publikasi Rp126,2 Juta Disbudporapar Sumenep?
Aksi Humanis Anggota Satlantas Polresta Sumenep, Bantu Amankan Sayuran Korban Kecelakaan
Pick Up Pengangkut Sayur Tabrak Tiang Listrik di Jalan Trunojoyo Sumenep, Satu Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
Verifikasi Berlapis Jadi Kunci Penyaluran Bantuan RTLH di Sumenep
Diduga Milik Ayah Anggota DPRD, Tambang Ilegal di Sumenep Beroperasi Bebas

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:23 WIB

JJS Central 88 Siapkan Umrah dan Puluhan Hadiah Emas untuk Warga Pamekasan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:04 WIB

Rakornas FKMSB 2026 Tekankan Kepemimpinan Progresif dan Berkarakter

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Lomba Tiga Roda Jadi Ikon Perayaan HUT RI Ke-81 di Sapeken

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Siapa yang Menikmati Anggaran Publikasi Rp126,2 Juta Disbudporapar Sumenep?

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Pick Up Pengangkut Sayur Tabrak Tiang Listrik di Jalan Trunojoyo Sumenep, Satu Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Berita Terbaru