Dua Program P3GAI Desa Juluk Diduga Bermasalah, Kepala Desa Dituding Atur Anggaran

- Reporter

Senin, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

Zero.co.id, Sumenep – Pelaksanaan dua program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2025 di Desa Juluk, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, kembali menuai sorotan. Warga menuding proyek tersebut tidak dijalankan sesuai prosedur dan diduga penuh rekayasa sejak tahap pengajuan hingga pelaksanaan.

Program yang dimaksud adalah HIPPA Polai Sejahtera dan P3A Makmur Sentosa, yang masing-masing berlokasi di Daerah Irigasi AT Polai dan AT Saronggi 1. Kedua program itu tercatat dalam data Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Provinsi Jawa Timur, dengan nilai anggaran Rp195 juta per lokasi, serta dana pendampingan Rp30 juta sebagaimana diatur dalam keputusan Kementerian PUPR.

Namun, menurut kesaksian warga setempat yang enggan disebutkan namanya, proyek tersebut diduga kuat bukan hasil aspirasi kelompok tani, melainkan “by desain” oleh oknum kepala desa.

“Dari proses pengajuan saja sudah diatur kepala desa, bukan kepentingan masyarakat atau petani. Nama warga hanya dipinjam sebagai formalitas. Aneh saja, satu desa dapat dua program, padahal banyak desa lain yang tidak kebagian,” ujarnya kepada Zero.co.id, Minggu (10/11/2025).

Ia juga menyoroti lemahnya fungsi pengawasan dari pendamping program yang dianggap tutup mata terhadap dugaan penyimpangan.

“Pendampingnya diam saja, padahal anggarannya jelas ada Rp30 juta per lokasi. Hasil pekerjaannya juga tidak sesuai spesifikasi, ketebalannya tipis dan rawan rusak. Silakan auditor internal turun langsung ke Desa Juluk,” tambahnya.

Berdasarkan ketentuan resmi Kementerian PUPR, penerima program P3-TGAI adalah kelompok masyarakat petani pemakai air (P3A/GP3A/IP3A) yang mengelola jaringan irigasi secara swakelola tanpa boleh dipihak-ketigakan. Bantuan ini seharusnya digunakan untuk rehabilitasi, peningkatan, atau pembangunan jaringan irigasi, bukan proyek yang dikendalikan oleh pihak luar atau pejabat desa.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Redaksi Zero.co.id masih berupaya mengonfirmasi Kepala Desa Juluk dan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Jawa Timur terkait dugaan penyimpangan dua program tersebut.

Berita Terkait

Ngeri, Truk Galian C Ilegal Pamekasan Tertimpa Batu Hingga Rengsek
Bawa Nama Madura ke Kancah Internasional, Mahasiswa IDB Sabet Penghargaan di Tiga Negara
Sempat vakum, DPW FKMSB Pamekasan Hidupkan Kembali DPK FKMSB Pantura
Coretan Orasi PMII, Moh Faridi : Organisasi Bisa Berdosa Pada Kadernya
Generasi ‘Z’ Adalah Ujung Tombak PDI Perjuangan di Pemilu 2029.
Serda Farit Perio Santoso, Bantu Bajak Sawah Milik Warga Binaanya Demi Meningkatkan Ketahanan Pangan.
Sertu Nurudin, Komsos di Desa Tampojung Tenggina Untuk Dengarkan Keluhan Warga Binaanya
Serda Andi Lutfi Perkuat Usaha Home Idustri Warga Binaanya di Desa Tampojung Tengah

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:04 WIB

Ngeri, Truk Galian C Ilegal Pamekasan Tertimpa Batu Hingga Rengsek

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:25 WIB

Bawa Nama Madura ke Kancah Internasional, Mahasiswa IDB Sabet Penghargaan di Tiga Negara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:09 WIB

Coretan Orasi PMII, Moh Faridi : Organisasi Bisa Berdosa Pada Kadernya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:03 WIB

Generasi ‘Z’ Adalah Ujung Tombak PDI Perjuangan di Pemilu 2029.

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:30 WIB

Serda Farit Perio Santoso, Bantu Bajak Sawah Milik Warga Binaanya Demi Meningkatkan Ketahanan Pangan.

Berita Terbaru

Foto; Mat Juhri wakil  ketua Umum Himpunan mahasiswa program studi (HMPS) pendidikan agama Islam universitas Islam negeri Madura.

Opini

Budaya: Menyatukan Manusia atau Membatasi Cara Berpikir?

Senin, 11 Mei 2026 - 18:20 WIB

You cannot copy content of this page