Dear Jatim Sebut Manuver Komisi III Offside! Pansus BSPS Hanya Pengalihan Isu Pokir

- Reporter

Kamis, 24 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dear Jatim Korda Sumenep, Mahbub Junaidi

Ketua Dear Jatim Korda Sumenep, Mahbub Junaidi

SUMENEP – Wacana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) dan pembukaan Posko pengaduan oleh Komisi III DPRD Sumenep untuk menyelidiki program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) terus menuai kritik.

Mahbub Junaidi, Ketua Demokrasi dan Aspirasi Rakyat Jawa Timur (Dear Jatim) Koordinator Daerah (Korda) Sumenep, menilai langkah tersebut tidak tepat dan justru mengaburkan masalah utama.

Menurut Mahbub, glorifikasi terhadap posko pengaduan BSPS dan manuver politik membentuk Pansus hanyalah cara untuk mengalihkan perhatian publik dari persoalan besar yang belum tersentuh: dugaan penyimpangan dalam program Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Sumenep.

“Ini seperti upaya menutupi kasus yang lebih besar. Pokir jauh lebih krusial, tapi justru tidak pernah disentuh secara serius. Kenapa?” ujar Mahbub, Kamis (24/4).

Mahbub juga menyebut bahwa Komisi III sudah offside dalam menjalankan perannya. Ia menegaskan, tugas pokok lembaga legislatif adalah sebatas pengawasan dan pemberian rekomendasi, bukan mengambil alih tugas Aparat Penegak Hukum (APH) atau membentuk lembaga ad-hoc tanpa urgensi yang jelas.

“Komisi III seharusnya fokus pada fungsi pengawasan dan memberikan masukan strategis, bukan malah tampil seolah-olah menjadi eksekutor. Ini sudah melewati batas kewenangan, menurut saya ini adalah upaya Obstruction of justice atau menghalang-halangi proses penegakan hukum yang sedang berjalan.”tegasnya.

Ia juga mengkritisi kurangnya transparansi dalam pendistribusian BSPS maupun Pokir yang selama ini dinilai penuh dengan kepentingan politik dan jarang berpihak pada masyarakat bawah.

“Kalau DPRD memang berpihak pada rakyat, buktikan dengan transparansi total. Jangan hanya tampil di isu yang populer demi pencitraan,” tandas Mahbub.

Dear Jatim Korda Sumenep menyatakan akan terus mengawal isu ini dan mendesak audit terbuka terhadap program-program publik yang dikelola DPRD dan OPD terkait.

Di sisi lain, media ini mendapatkan informasi bahwa dalam waktu dekat Polres Sumenep akan memanggil sejumlah anggota DPRD Sumenep.

Kanit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Sumenep, Aiptu Hariyanto, SH, menyampaikan bahwa pihaknya masih dalam tahap klarifikasi terhadap para penerima BK sebelum menentukan langkah lanjutan.

“Waalaikumussalam wr wb, siap mas, masih kita rencanakan ya. Kita tuntaskan dulu klarifikasi penerima BK,” ujar Aiptu Hariyanto saat dikonfirmasi Timesin.id.

Berita Terkait

Bawa Nama Madura ke Kancah Internasional, Mahasiswa IDB Sabet Penghargaan di Tiga Negara
Sempat vakum, DPW FKMSB Pamekasan Hidupkan Kembali DPK FKMSB Pantura
Coretan Orasi PMII, Moh Faridi : Organisasi Bisa Berdosa Pada Kadernya
Generasi ‘Z’ Adalah Ujung Tombak PDI Perjuangan di Pemilu 2029.
Serda Farit Perio Santoso, Bantu Bajak Sawah Milik Warga Binaanya Demi Meningkatkan Ketahanan Pangan.
Sertu Nurudin, Komsos di Desa Tampojung Tenggina Untuk Dengarkan Keluhan Warga Binaanya
Serda Andi Lutfi Perkuat Usaha Home Idustri Warga Binaanya di Desa Tampojung Tengah
Serda M. Nurhidayat, Dampingi Kegiatan Posyandu

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:25 WIB

Bawa Nama Madura ke Kancah Internasional, Mahasiswa IDB Sabet Penghargaan di Tiga Negara

Minggu, 10 Mei 2026 - 08:35 WIB

Sempat vakum, DPW FKMSB Pamekasan Hidupkan Kembali DPK FKMSB Pantura

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:09 WIB

Coretan Orasi PMII, Moh Faridi : Organisasi Bisa Berdosa Pada Kadernya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:03 WIB

Generasi ‘Z’ Adalah Ujung Tombak PDI Perjuangan di Pemilu 2029.

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:25 WIB

Sertu Nurudin, Komsos di Desa Tampojung Tenggina Untuk Dengarkan Keluhan Warga Binaanya

Berita Terbaru

Foto; Mat Juhri wakil  ketua Umum Himpunan mahasiswa program studi (HMPS) pendidikan agama Islam universitas Islam negeri Madura.

Opini

Budaya: Menyatukan Manusia atau Membatasi Cara Berpikir?

Senin, 11 Mei 2026 - 18:20 WIB

You cannot copy content of this page