Zero.co.id, Sumenep – Aroma skandal serius mengguncang salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Sumenep. Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi dari sumber terpercaya, mencuat dugaan hubungan terlarang (perzinaan) antara Direktur Utama BUMD dengan Kepala Bagian Umum dan Administrasi, yang disebut telah lama menjadi rahasia umum di lingkungan internal perusahaan.
Ironisnya, meski isu tersebut telah diketahui oleh pegawai hingga keluarga pimpinan cabang, belum terlihat langkah tegas dari Inspektorat maupun sikap resmi dari Bupati Sumenep. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terkait komitmen penegakan etika, pengawasan, dan tata kelola BUMD.
Tak berhenti pada persoalan moral, dugaan penyalahgunaan keuangan perusahaan juga mencuat. Kepala Bagian Umum dan Administrasi diduga menggunakan dana BUMD sebesar Rp20 juta untuk kepentingan pribadi Direktur.
Praktik tersebut dinilai sebagai penggelapan dan penyalahgunaan wewenang, yang berpotensi merugikan keuangan perusahaan daerah serta mencederai kepercayaan publik.
Sewa Mobil Mewah Disorot, Diduga untuk Istri Direktur
Sorotan tajam juga tertuju pada kebijakan penyewaan mobil dinas Toyota Innova Zenix terbaru dengan biaya fantastis mencapai Rp12,5 juta per bulan. Kendaraan tersebut diduga tidak digunakan untuk kepentingan operasional BUMD, melainkan dipakai untuk kepentingan pribadi istri Direktur.
Penggunaan fasilitas perusahaan untuk urusan pribadi ini dinilai sebagai pemborosan anggaran sekaligus bentuk nyata penyalahgunaan aset BUMD.
Kondisi internal BUMD tersebut juga dinilai memprihatinkan. Sejumlah posisi strategis dibiarkan kosong selama bertahun-tahun. Jabatan Kasubag Umum dan Perlengkapan diketahui kosong hampir tiga tahun, sementara Kasubag Keuangan hanya dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt).
Lebih mengkhawatirkan lagi, posisi vital seperti kasir dan bendahara gaji justru diisi oleh pegawai kontrak, sehingga rawan manipulasi serta lemahnya pengawasan keuangan internal.
Aktivis Demokrasi dan Aspirasi Rakyat Jawa Timur (Dear Jatim) Koordinator Daerah Sumenep, Muhammad Sutrisno, menegaskan bahwa pihaknya mengantongi banyak bukti terkait dugaan perselingkuhan antara Direktur dan Kepala Bagian Umum BUMD tersebut.
Ia juga membenarkan data dan informasi yang sebelumnya telah diterima redaksi. Selain itu, Dear Jatim mengungkap dugaan pemangkasan hak para tukang dan pekerja lapangan, yang terjadi pada Minggu (28/12/2025). Padahal, para pekerja tersebut disebut bekerja keras di tengah banyaknya keluhan masyarakat terhadap pelayanan BUMD.
“Tak hanya itu, kami juga menemukan indikasi dugaan korupsi pendapatan dan laba perusahaan yang tidak sesuai dengan laporan keuangan resmi,” ungkap Sutrisno.
Dear Jatim juga menyebut bahwa dugaan perselingkuhan tersebut diketahui oleh para istri pejabat BUMD, termasuk istri Direktur sendiri. Namun persoalan tersebut diduga sengaja ditutup-tutupi, lantaran adanya berbagai fasilitas yang dinikmati, salah satunya penggunaan mobil mewah hasil sewa perusahaan.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya menghubungi Direktur Utama BUMD yang bersangkutan serta pihak-pihak terkait lainnya untuk memperoleh klarifikasi dan hak jawab sesuai prinsip jurnalistik.






