Dua Warga Dibacok Begal di Suramadu, Pelaku Masih Buron

- Reporter

Jumat, 13 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pos Polisi Suramadu

Pos Polisi Suramadu

SURABAYA – Aksi kriminal jalanan kembali mengoyak rasa aman warga Surabaya, tiga pelaku begal bersenjata tajam nekat menyerang dua warga Madura tepat di depan Pos Polisi Suramadu, kawasan hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jalan Kedung Cowek, Tambak Wedi, Kenjeran, pada Kamis malam, 29 Mei 2025.

Dua Warga Madura Jadi Korban, Motor Dirampas Secara Brutal

Peristiwa sadis itu melukai dua korban, Fahror Rosi dan Nur Ubaidillah, keduanya warga asal Pamekasan, Madura. Fahror mengalami luka robek di pergelangan tangan kanannya, sementara Nur Ubaidillah menderita luka di jari tangan akibat sabetan senjata tajam milik pelaku. Tak hanya melukai, komplotan begal itu juga menggondol sepeda motor milik korban.

Ironisnya, aksi keji itu terjadi hanya beberapa meter dari pos polisi. Fakta ini memantik kemarahan publik yang kini mendesak Polda Jawa Timur dan Mabes Polri segera turun tangan.

Masyarakat menilai keamanan di kawasan Suramadu semakin memprihatinkan dan perlu penanganan serius.

Hingga hari ini, Jumat (13/6/2025), ketiga pelaku masih bebas berkeliaran. Polisi belum berhasil mengamankan satu pun tersangka.

Kanit Reskrim Polsek Kenjeran, Iptu Radix Pamungkas, saat dikonfirmasi wartawan pada pukul 08.04 WIB, membenarkan hal tersebut.

“Belum, Bapak. Kami masih terus upaya bersama Jatanras,” ujar Iptu Radix Pamungkas melalui pesan WhatsApp.

Sebelumnya, pada Senin (2/6/2025), Iptu Radix juga mengungkap bahwa penyidik telah memanggil kedua korban untuk pemeriksaan ulang di lokasi kejadian guna memperkuat penyelidikan.

“Iya, pemanggilan terhadap korban/pelapor ini guna dilakukan oleh TKP,” kata Radix saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia menambahkan, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak telah memberi atensi penuh terhadap kasus ini, apalagi rekaman kejadian sempat viral di media sosial dan menimbulkan kecemasan luas di masyarakat.

Polisi Klaim Masih Bekerja, Tapi Pelaku Belum Tertangkap

Meski polisi mengklaim masih bekerja, masyarakat menanti langkah konkret. Pasalnya, nyawa dua orang hampir melayang dalam insiden brutal ini, dan pelaku justru leluasa kabur tanpa jejak, seolah tanpa kendala meski beraksi tepat di depan aparat.

Kini, tekanan publik kian kuat. Warga mendesak pimpinan tertinggi Polri, termasuk Kapolda Jawa Timur dan Kapolri, segera mengambil langkah tegas agar kasus ini tidak menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Surabaya.

Berita Terkait

Di Pamekasan, Ribuan Relawan Gelar Aksi Damai Dukung MBG Dilanjutkan
Dugaan Korupsi Pokir DPRD Sumenep, Polisi Kantongi Nama-Nama Anggota DPRD yang Muncul dalam Pemeriksaan
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara, Dibebani Uang Pengganti Rp809,5 Miliar dalam Kasus Chromebook
Kecewa Kadis PUPR Absen, Audiensi Proyek Jalan Mangkrak Memanas
Estafet Kepemimpinan HMPS PAI UIN Madura Berlanjut, Pengurus Baru Siap Wujudkan Organisasi Berdampak
Sudah Dua Tahun, Mengapa Kasus Dugaan Korupsi Pokir DPRD Sumenep Belum Tuntas?
Ra Bakir Hasan Nahkodai PPP Pamekasan, Publik Harapkan Penguatan Organisasi dan Politik Beretika
Dandim Pamekasan Resmikan Jembatan Garuda, di Kecamatan Batu Marmar

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 06:12 WIB

Di Pamekasan, Ribuan Relawan Gelar Aksi Damai Dukung MBG Dilanjutkan

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:17 WIB

Dugaan Korupsi Pokir DPRD Sumenep, Polisi Kantongi Nama-Nama Anggota DPRD yang Muncul dalam Pemeriksaan

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:31 WIB

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara, Dibebani Uang Pengganti Rp809,5 Miliar dalam Kasus Chromebook

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:34 WIB

Kecewa Kadis PUPR Absen, Audiensi Proyek Jalan Mangkrak Memanas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:12 WIB

Sudah Dua Tahun, Mengapa Kasus Dugaan Korupsi Pokir DPRD Sumenep Belum Tuntas?

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page