ZERO.CO.ID, SUMENEP – Pernyataan Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu yang menegaskan stok bahan bakar minyak (BBM) aman menuai kritik tajam dari Ketua Demokrasi dan Aspirasi Rakyat Jawa Timur (Dear Jatim) Koordinator Daerah (Korda Sumenep), Muhammad Sutrisno. Ia menilai, klaim tersebut harus dibuktikan dengan kondisi nyata yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar pernyataan di tengah kegiatan inspeksi.
Sebelumnya, Kapolresta Sumenep melakukan inspeksi mendadak di SPBU Gedungan, Kecamatan Batuan, pada Senin (26/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia menyatakan stok BBM aman sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Namun, di balik pernyataan tersebut, persoalan yang dihadapi para pengemudi masih menjadi perhatian. Sejumlah sopir, mulai dari sopir taksi hingga pengemudi dump truck, dilaporkan masih mengalami kendala dalam memperoleh BBM. Kondisi ini bukan persoalan sepele, sebab kelancaran pasokan bahan bakar berkaitan langsung dengan aktivitas kerja dan penghasilan mereka.
Muhammad Sutrisno pun melontarkan kritik keras terhadap pendekatan yang dinilainya belum menjawab persoalan mendasar masyarakat.
“Jangan hanya sibuk membuat konten untuk pencitraan. Kalau memang BBM aman, buktikan dengan kondisi di lapangan. Jangan sampai masyarakat mendengar klaim aman, tetapi para sopir justru masih menghadapi kesulitan mendapatkan bahan bakar,” tegas Sutrisno.
Menurutnya, inspeksi ke SPBU semestinya tidak berhenti pada pemantauan sesaat atau penyampaian pernyataan kepada publik. Lebih dari itu, perlu ada penelusuran menyeluruh terhadap distribusi BBM, ketersediaan stok di masing-masing SPBU, serta kendala yang dialami masyarakat sebagai pengguna.
“Ukuran keberhasilan bukan seberapa sering pejabat tampil di depan kamera, melainkan seberapa nyata persoalan masyarakat bisa diselesaikan. Jangan sampai publikasi terlihat meyakinkan, tetapi keluhan masyarakat justru tidak terjawab,” lanjutnya.
Sutrisno menegaskan, kritik tersebut bukan untuk menafikan pentingnya pengawasan terhadap distribusi BBM. Sebaliknya, ia mendorong agar pengawasan dilakukan secara serius, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Menurutnya, apabila stok BBM memang tersedia dalam jumlah cukup, persoalan yang perlu dijelaskan adalah apakah distribusinya berjalan lancar, apakah semua jenis BBM tersedia sesuai kebutuhan, serta apakah terdapat pembatasan atau kendala operasional yang membuat pengemudi kesulitan memperoleh bahan bakar.
Sebab, ketersediaan stok di tingkat pemasok tidak serta-merta menjamin BBM mudah diperoleh masyarakat di setiap SPBU. Perbedaan antara stok yang tersedia dan akses masyarakat terhadap BBM harus dijelaskan berdasarkan data serta fakta lapangan.
Dear Jatim pun mendesak Polresta Sumenep agar tidak hanya menyampaikan pernyataan yang menenangkan publik, tetapi juga menjelaskan langkah konkret untuk menindaklanjuti keluhan para pengemudi. Pihak terkait juga perlu membuka informasi mengenai kondisi distribusi dan hasil pengawasan agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh.
Kapolresta Sumenep diharapkan memberikan penjelasan mengenai dasar pernyataan bahwa stok BBM aman, termasuk data yang digunakan serta langkah yang telah dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.






