ZERO. CO. ID, PAMEKASAN – Upaya meningkatkan nilai ekonomi produk lokal terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Madura Posko 25. Kali ini, mahasiswa memberikan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tape di Desa Seddur melalui pengembangan inovasi produk yang diberi nama “Tape Sembunyi.”
Kegiatan tersebut berlangsung di rumah Ibu Suama, Desa Seddur, pada Sabtu (15/8/2026) mulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan diikuti mahasiswa KKN Posko 25, keluarga Ibu Suama, serta sejumlah warga sekitar.
Inovasi Tape Sembunyi dikembangkan sebagai upaya memberikan sentuhan baru terhadap produk tape yang selama ini menjadi salah satu potensi pangan lokal masyarakat Desa Seddur. Mahasiswa melihat produk tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan agar lebih menarik dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Pendampingan tidak hanya berfokus pada pengolahan produk, tetapi juga menyentuh aspek konsep penyajian dan pemasaran. Langkah tersebut dinilai penting agar inovasi yang dihasilkan tidak hanya menarik secara produk, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk diterima konsumen.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Posko 25, Vina Rohmatika Mery Aisyah Afni, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk terus mengembangkan potensi lokal secara mandiri.
“Harapan kami, inovasi Tape Sembunyi tidak hanya menjadi kegiatan selama KKN, tetapi dapat terus dikembangkan dan dilanjutkan oleh pelaku UMKM di Desa Seddur,” katanya.
Menurut Vina, kreativitas dalam mengembangkan produk lokal dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan daya tarik sekaligus nilai jual produk UMKM.
Ia berharap Tape Sembunyi dapat diperkenalkan secara lebih luas melalui strategi pemasaran yang tepat, sehingga produk tape dari Desa Seddur semakin dikenal masyarakat.
“Kami juga berharap masyarakat dan pelaku UMKM terus berinovasi dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada. Dengan begitu, Tape Sembunyi dapat memberikan manfaat dan membuka peluang peningkatan pendapatan bagi masyarakat Desa Seddur,” ujarnya.
Sementara itu, pelaku UMKM tape di Desa Seddur menyambut baik pendampingan dan inovasi yang diberikan mahasiswa KKN. Mereka berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga mampu menjadi produk yang memiliki daya tarik dan jangkauan pemasaran lebih luas.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Pengembangan produk tape diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan program KKN, tetapi dapat dilanjutkan secara mandiri oleh pelaku UMKM.
Ke depan, Tape Sembunyi diharapkan dapat terus dikembangkan dari sisi cita rasa, penyajian, kemasan, hingga pemasaran. Dengan keberlanjutan tersebut, inovasi produk lokal di Desa Seddur diharapkan mampu memperkuat keberadaan UMKM sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Penulis : Mat Juhri
Editor : Abd Ghafur






